Puisi "Sepucuk Surat pada Kenangan"

Puisi "Sepucuk Surat pada Kenangan"


"Sepucuk Surat pada Kenangan"

Maaf, untuk rasa yang tak pernah habis kuungkap
kasih sayang yang tak kunjung genap kudekap
Seharusnya tak kusesali ini,
aku menjemput rindu, tanpa kau minta
tanpa kau ingin kembali lagi

Kau tak pernah usang dalam lembaran
Kau tak pernah usai dalam cerita yang semestinya tamat
menyimpan beragam lakon dalam sajak pertemuan
hingga perpisahan kita
Dalam do’a aku memelukmu
Dalam do’a kau tak pernah lari
Meski pada akhirnya, hatimu bukan lagi untukku

Skenario Tuhan tengah menguji
mempersanding waktu yang merambat denganku
Entahlah, esok apa kabar?
atau di suatu hari yang tak sempat terbayangkan
Kau menjadi asing, dan aku tak peduli apa-apa
Kita akan saling lupa, atau Tuhan punya rencana lain
Hari ini, aku masih mencintaimu
Maafkan aku, sebab kau lah yang aku jaga

Bukittinggi, April 2017

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel