Fakta Unik Darul Aitami, Sekolah Tanpa Tinggal Kelas

Fakta Unik Darul Aitami, Sekolah Tanpa Tinggal Kelas


Dayah Terpadu Darul Aitami yang berada di  Aceh selatan ini merupakan ponpes modern yang memadukan antara dayah dan sekolah dengan sistem asrama. Setiap santri yang menempuh pendidikan disini diwajibkan untuk tinggal di asrama dan mengikuti segala peraturan yang berlaku.

Kedisiplinan yang kuat sangat berlaku di Darul Aitami atau ponpes yang kerap dengan nama DA ini. Proses seleksi yang ketat pun tidak memungkinkan setiap santri lulus dan bisa bersekolah di DA, salah satu proses seleksi penentu utama untuk mendaftar saja, calon santri harus yang berprestasi dari sekolah asalnya. Minimal rangking 3. Jadi, calon santri yang tidak berprestasi dari sekolah asalnya tidak memiliki peluang untuk bisa mendaftar.

Kali ini kita bukan membahas seputar proses pendaftaran untuk bisa bersekolah di Darul Aitami. Namun lebih ke fakta unik yang ada di dalamnya yang mungkin sangat jarang ditemui di sekolah atau pesantren lain yang ada di Aceh Selatan.

Penasaran dengan fakta unik tersebut? Berikut ulasannya versi Wahana Belajar.

1. Hafalan Adalah Alasan Utama Santri Minta Keluar
Setiap ajaran baru, ketika santri-santri baru mulai bersekolah, tak jarang 1-3 bulan setelahnya banyak yang tumbang alias minta keluar, tak betah sekolah di DA. Hal ini disebabkan struktur kegiatan yang diwajibkan bagi santri begitu berat. Menghafal kosakata Bahasa Inggris dan Arab setiap harinya merupakan salah satu cobaan terberat yang akan dilalui. Lain lagi hafalan yang diberikan oleh peraturan dayah seperti menghafal hadist, Al-Qur'an (tahfidz) dan sebagainya. Memang, tidak semua santri suka dengan peraturan ini, tak heran jika mereka meminta untuk pindah sekolah.

Baca juga : Mengenal Darul Aitami Aceh Selatan

2. Hanya Boleh Pulang Sekali Dalam 1 Bulan. 
Memang, jauh dari orang tua merupakan hal yang berat bagi siapa saja. Terlebih bagi mereka yang masih usia sekolah dan baru saja tamat dari sekolah dasar. Peraturan di Darul Aitami membolehkan santrinya untuk pulang sekali dalam 1 bulan, lain halnya ketika sakit. Nah, itu merupakan upaya untuk mengatasi rasa jenuh yang dialami santri karena setiap harinya dihadapkan dengan pelajaran dan hafalan.

3. Hanya Boleh Bertemu Orang Tua di Hari Minggu
Santri hanya diperbolehkan bertemu orang tuanya di hari minggu. Hari minggu memang merupakan hari kunjungan wali santri. Di hari tersebut para santri akan menikmati makan bersama keluarga di halaman ponpes Darul Aitami.

4. Tidak Ada Sistem Tinggal Kelas
Mungkin di sekolah-sekolah lain kita sering menemukan siswa yang tinggal kelas karena nilai atau kemampuannya yang tidak memungkinkan untuk dinaikkan kelas. Nah, di Darul Aitami sama sekali tidak ada sistem tinggal kelas. Bagi siswa/santri yang berkemampuan kurang akan dibimbing terlebih dahulu. Jika telah menjalani beberapa kali bimbingan namun tak memungkinkan juga untuk naik kelas maka santri tersebut mohon maaf harus di Drop Out dari Darul Aitami (pindah ke sekolah lain). Sekilas terlihat kejam, namu memang begitu kedisiplinan yang diterapkan agar santri tidak malas belajar.

5. Wajib 6 Tahun di Darul Aitami
Jika tidak betah tinggal di asrama, pikir-pikir dulu sebelum masuk Darul Aitami. Karena, setiap santri yang telah bersekolah di sini harus menandatangani perjanjian terlebih dahulu yaitu untuk sekolah selama 6 tahun di Darul Aitami dan tinggal di asrama. Itu sebabnya setiap alumni yang lulus 6 tahun akan membawa pulang 4 Ijazah. Iajazah MTs (Sekolah dan Madrasa), ijazah MA (Sekolah dan Madrasah). Jadi, kalau tidak sanggup 6 tahun lebih baik cari sekolah lain.

6. Santri Darul Aitami Dikenal dengan Prestasi
Setiap santri di Darul Aitami memang dikenal dengan prestasi masing-masing. Tak heran bahwa setiap kali mengikuti ajang perlombaan, pasti ada saja santri yang menjadi juara. Hal itu dikarenakan sistem bimbingan belajar yang diterapkan di Darul Aitami, yaitu sistem kakak asuh (kakak kelas akan membimbing adik kelasnya). Tidak ada sistem senior, semuanya saling peduli dan berbagi. Kalau ada santri yang tak paham dengan suatu pelajaran, maka kakak kelas akan mengajarkannya. Hal itu juga menandakan kuatnya sistem persaudaran di Darul Aitami.

7. Dikenal dengan Kemampuan Bahasa dan Kitab Kuning
Jika berkunjung ke DA saat jam sekolah (bukan hari libur), kamu akan melihat santri berbicara bahasa arab/inggris dengan sesamanya. Baik itu di kanting, di kelas, maupun di lokasi lainnya. Hal itu memang diwajibkan sehingga mengasah bakat berbahasa asing para santri. Jika ketahuan melanggar bahasa, maka santri akan dikenakan hukuman. Selain itu kemampuan membaca kitab kuning (kitab gundul) juga merupakan ciri khas santri Darul Aitami. Tak jarang santrinya acap kali menjadi utusan pada ajang perlombaan tingkat provinsi.

Nah, itulah beberapa fakta unik Darul Aitami Aceh selatan yang harus kamu tahu. Semoga menambah wawasan. Terima kasih atas kunjungannya ke Wahana Belajar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel