Teori-Teori Dalam Mengajar yang Wajib Dipahami

Teori-Teori Dalam Mengajar yang Wajib Dipahami


Seharusnya setiap guru mampu mengajar di depan kelas. Bahkan mengajar itu dapat pula dilakukan pada sekelompok siswa di luar kelas atau dimana saja. Mengajar adalah merupakan salah satu komponen dari kompetisi-kompetisi guru. Dan setiap guru harus menguasainya serta terampil dalam pelaksanaan mengajar tersebut.

Sejak dahulu sampai sekarang, masalah mengajar sudah menjadi perbincangan di kalangan para ahli. Pengertian mengajar mengalami perkembangan kian waktu, bahkan hingga saat ini belum ada definisi yang benar-benar tepat bagi semua pihak mengenai mengajar itu sendiri. Bermacam teori-teori pun muncul untuk mendefinisikan apa itu mengajar.

Baca juga : 7 Jenis Belajar yang Wajib Dipahami
                   2 Tipe Belajar Siswa, Guru Harus Paham!

Apa saja teori-teori yang telah dilontarkan oleh para ahli tersebut? Berikut ulasannya.

1. Definisi yang Lama
Menurut definisi yang lama. Mengajar adalah proses penyerahan kebudayaan berupa pengalaman-pengalaman dan kecakapan kepada anak didik kita. Atau usaha mewariskan kebudayaan masyarakat kepada generasi berikutnya yang berperan sebagai penerus.

Dalam hal ini bisa diamati dengan teliti, terlihat dengan jelas bahwa aktivitas tersebut terlatak pada sang guru. Siswa hanya mendengarkan dan menerima saja apa yang diberikan oleh guru. Dan siswa yang dianggap baik adalah siswa yang duduk, diam, dan mendengarkan ceramah guru saja, tanpa bertanya dan tidak mengemukakan pendapat. Semua bahan pelajaran yang diberikan oleh guru ditelan mentah-mentah.

Siswa percaya begitu saja akan apa yang disampaikan oleh guru, menganggap bahwa semua yang diterangkan oleh guru sudah benar, tidak kritis. Siswa tidak ikut aktif menetapkan apa yang mesti diterimanya dari sebuah pelajaran.

2. Definisi dari DeQueliy dan Gazali
Mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan cepat. Dalam hal ini pengertian waktu singkat sangat penting. Guru kurang memperhatikan bahwa diantara siswa ada yang memiliki perbedaan individual, sehingga memerlukan pelayanan yang berbeda-beda. Bila kemampuan semua siswa dianggap sama, maka bahan pelajaran yang diberikan pun akan sama pula. Hal itu sangat bertentangan dengan kenyataan yang ada.

3. Definisi Modern
Definisi ini biasanya diaplikasikan di negara-negara maju. “Teaching is the guidance of learning. Mengajar adalah bimbingan kepada siswa dalam proses belajar”. Definisi ini menunjukkan dengan jelas bahwa yang aktif adalah siswa, mereka yang mengalami proses belajar. Sedangkan guru hanya berperan sebagai pembimbing, menunjukkan jalan dengan menghitung kepribadian siswa yang beragam. Kesempatan untuk berbuat dan aktif berpikir lebih banyak diberikan kepada siswa, daripada teori-teori yang lain.

4.Definisi Kilpatrik
Definisi ini menunjukkan pengertian belajar yang tegas, dengan dasar pemikiran pada gambaran perjuangan hidup umat manusia. Definisi Klipatrik yaitu dengan menggunakan metode “problem solving” anak atau siswa dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang terjadi di dalam hidupnya. Pada kenyataannya, dalam hidup ini manusa memang menghadapi banyak sekali persoalan, yang selalu muncul serta tidak ada habisnya.

Setiap persoalan tentunya harus dipecahkan, sehingga seluruh kehidupan manusia itu merupakan tuntutan pemecahan persoalan secara terus menerus.

Metode mengajar “problem solving” juga digunakan pada negara-negara yang sudah maju. Hasilnya, pada siswa ditanamkan beberapa tingkatan berpikir sebagai berikut :

a. Melihat adanya beberapa problem.
b. Mencari kemungkinan atau alternatif-alternatif.
c. Mempertimbangkan alternatif-alternatif.
d. Menentukan salah satu alternatif yang baik.
e. Melaksanakan alternatif yang sudah ditentukan.

Maka sesudah siswa selesai sekolah mereka menjadi terampil dalam menghadapi masalah serta berupaya untuk memecahkannya, dan memiliki pengetahuan fungsional yang berguna bagi kehidupan siswa itu sendiri.

5. Definisi Menurut Alvin W. Howard
Pada definisi ini memberi pengertian yang lebih lengkap. “ Mengajar adalah suatu aktivitas untuk mencoba, menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan, mengubah atau mengembangkan skill, attitude, ideals (cita-cita), appreciations (penghargaan) dan knowledge.

Baca juga : 6 Macam Metode Pembelajaran, Guru Wajib Tahu!

Definisi ini menjelaskan bahwa guru harus berusaha membawa perubahan tingkah laku yang  baik atau kecenderungan langsung untuk mengubah tingkah laku siswanya. Itu menjadi suatu bukti bahwa guru harus memutuskan membuat atau memutuskan tujuan.

6. Definisi Menurut A. Morrison D. Mc Intyre
Mengajar adalah aktivitas personal yang unik. Dalam mengajar dapat membuat kesimpulan-kesimpulan umum yan tidak berguna, keberhasilam dan kejatuhannya samar-samar, dan sulit untuk diketahui juga berlangsungnya teknik belajar yang tidak tepat untuk dijelaskan. 

Kemungkinan lain yang dapat diamati adalah memberikan model teori dan teknik assesmen yang sesuai, dan tidak sedikit aspek mengajar yang dilakukan dengan cara yang dibimibing oleh hal-hal yang praktis, pribadi guru banyak berbicara.

7. Menurut R. Pancella
Mengajar dapat digambarkan sebagai membuat suatu keputusan (decision making) dalam interaksi, dan hal dari keputusan guru adalah jawaban siswa atau sekelompok siswa, kepada siapa guru melakukan interaksi.

Adapun tanggung jawab guru pada definisi ini adalah :

a. Memberikan bantuan kepada siswa dengan menceritakan sesuatu yang baik, yang dapat menjamin kehidupannya, itu adalah ide yang bagus.
b. Memberikan jawaban langsung pada pertanyaan yang diminta oleh siswa.
c. Memberikan siswa kesempatan untuk mengemukakan pendapat masing-masing.
d. Memberikan evaluasi.
e. Memberikan kesempatan pada siswa untuk  menghubungkan dengan pengalaman-pengalamannya sendiri.

7. Definisi Menurut Mursel
Mengajar digambarkan sebagai “mengorganisasikan belajar”, sehingga dapat mengorganisasikan siwa yang belajar tersebut, dan belajar pun menjadi berarti dan lebih bermakna. Dalam hal ini guru hanya menjadi seorang organisator.

9. Definisi Menurut Waini Rasyidin
Dalam mengajar yang dipentingkan adalah partisipasi dari sang guru dan siswa dengan satu sama lain. Guru berperan sebagai koordinator, yang mana melakukan aktivitas dalam interaksi sedemikian rupa, sehingga belajar menjadi seperti yang diharapkan. Guru hanya menyusun dan mengatur situasi belajar dan bukan menentukan proses belajar.

Baca juga : 3 Alasan Kenapa Siswa Malas Belajar
                   Semangat Belajar Siswa Menurun? Begini Cara Memotivasinya

Itulah teori-teori dalam mengajar yang harus dipahami oleh guru maupun calon guru/pembimbing. Anda dapat membanding-bandingkan antara teori satu dengan yang lain sehingga Anda dapat mengambil kesimpulan tentang teori mana yang harus diambil dan dipraktekkan dalam mengajar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel