Teori Belajar Behaviorisme Menurut Edward Tolman

Teori Belajar Behaviorisme Menurut Edward Tolman


Seperti yang kita ketahui, dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan tentang tatacara belajar, telah muncul berbagai teori yang berusaha untuk membuat belajar semakin berarti dan bermakna serta berkembang.  Akan tetapi, meskipun banyaknya teori belajar yang muncul saat ini, selalu saja besumber dari salah satu teori dasar dari enam besar teori dalam belajar, yaitu :

1. Teori Behaviorisme
2. Teori Kognitivisme
3. Teori Humanisme
4. Teori Gestalt
5. Teori Sibernetik
6. Teori Konstruktivisme

Dalam teori-teori yang ada tersebut banyak pula berbagai pendapat dari para ahli yang berbeda. Misalnya seperti Teori Belajar behaviorisme. Tidak sedikit para peneliti yang mengemukakan pendapat mereka yang bervariasi antara satu sama lain tentang toeri belajar behaviorisme tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa teori belajar teus berkembang dan beragam seiring kian majunya zaman. Seperti pendapat salah seorang ahli tentang teori belajar behaviorisme, yaitu pendapat Edward Tolman.

Edward Tolman adalah salah seorang tokoh Behavioris kognitif yang mana dia meyakini bahwa hewan mempunyai kemampuan untuk belajar hal-hal yang dapat mereka gunakan dalam berbagai cara. Sudut pandang ini adalah bertentangan dengan gagasan yang menyatakan bahwa pembelajaran terjadi sebagai suatu respon otomatis terhadap rangsangan lingkungan.

Tolman sangat dikenal dengan teorinya yaitu belajar Belajar Laten, yang mana teori tersebut menyatakan bahwa belajar bisa terjadi bahkan jika tidak ada imbalan atau hadiah. Dia menunjukkan hal tersebut dalam suatu percobaan yang dia lakukan pada sebuah tikus, dimana tikus berjalan di labirin tanpa memberikan hadiah. Kemduain setelah beberapa hari barulah hadiah diperkenalkan sebagai imbalan.

Sehari kemudian sesudah hadiah atau imbalan tersebut diperkenalkan, tikus tersebut mulai berlari di labirin dengan lebih cepat dari sebelumnya. Hal itu menunjukkan bahwa tikus tersebut mengembangkan peta mental labirin ketika mereka akan melaluinya tanpa hadiah. Setelah hadiah diperkenalkan, tikus itu menunjukkan pembelajaran mereka dengan mampu menjalankan labirin dengan lebih cepat untuk mendapatkan hadiah.

Jika hal tersebut dianalogikan dalam kehidupan manusia, orang bisa pergi ke supermarket setiap minggu dan melewati toko bahan makanan di lorong tanpa harus membeli satupun barang dari toko tersebut. Ini tidaklah berarti bahwa orang tersebut tidak belajar di mana barang-barang itu berada. Jika suatu waktu orang tersebut membutuhkan tepung, ia akan pergi ke lorong tersebut karena ia sudah tahu di mana tepung itu berada.

Teori belajar Tolman merupakan satu teori belajar dalam psikologi yang populer saat ini. Tolman melalui teori belajarnya dari Gestalt yang menyatakan bahwa belajar pada dasarnya adalah proses menemukan hal-hal baru atau hal-hal tertentu dalam lingkungan. Teorinya menjelaskan perilaku seseorang secara kognitif, sehingga teori belajar Tolman termasuk ke dalam jenis teori belajar kognitif.

Tolman berusaha menjelaskan perilaku yang diarahkan untuk mendapat tujuan sehingga disebut behaviorisme purposive (purposive behaviorism). Tolman berpendapat bahwa melalui perilaku bertujuan, proses belajar bukanlah sesuatu situasi yagn dapat diamati semuanya, tetapi proses nyata dari belajar terdiri dari operasi kognitif terpusat.

Adapun hal-hal yang dibahas dalam teori belajar Tolman ini adalah mengenai aspek sebagai berikut :

1. Perilaku moral untuk melawan kaum behavioristik dengan analisa ini dia berpendapat bahwa separuh pola perilaku memiliki makna yang akan hilang jika diteliti dari sudut pandang elementistik.

2. Konsep penguatan tidak penting untuk menjelaskan perilaku. Dia lebih mementingkan confirmation of expectancy (konfirmasi harapan)) dalam peta kognitif adalah sama dengan gagasan penguatan seperti pada teori behavioristik.

3. Tindakan vicarious trial and error (tindakan uji coba) dalam tingkah laku.

4. Belajar laten, adalah belajar yang tidak diterjemahkan ke dalam peforma atau kinerja.

Keempat pembahasan Tolman tersebut sangat penting artinya dalam perubahan tingkah laku belajar anak didik. Jika dilihat secara sekilas, teori belajar Tolman memang mengabaikan teori penguatan (reinforcement) oleh teori behavioristik. Hal tersebut karena teori belajar Tolman merupakan salah satu dari kelompok dari teori belajar kognitif.

Itulah teori belajar behaviorisme menurut Edward Tolman yang perlu untuk diketahui. Semoga tulisan ini bermanfaat,  terima kasih telah berkunjung di wahana belajar.

Baca juga : Teori-Teori Dalam Mengajar yang Wajib Dipahami
                   10 Prinsip-Prinsip Mengajar yang Wajib Dipahami

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel