Mengenal 4 Fungsi dari Teori Belajar

Mengenal 4 Fungsi dari Teori Belajar


Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, terlebih dahulu pendidik harus paham dan mengerti tentang teori belajar. Teori belajar merupakan aspek terpenting dalam bidang pendidikan. Teori belajar membahas konsep psioklogis peserta didik, bagaimana perubahan perilaku dari peserta didik, apa itu sejatinya belajar, bagaimana seseorang dikatakan telah belajar. Teori belajar merupakan landasan yang mendasari profesi pendidik untuk dapat menjadi pendidik yang profesional.

                   3 Alasan Kenapa Siswa Malas Belajar

Teori belajar merupakan salah satu bentuk psikologi terapan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, membahas aspek daslam proses belajar, yaitu memasukkan “pembelajaran, pemahaman, motivasi, pengembangan, kepribadian, dan lainnya” dalam pemahaman psikologi.

Dalam seluruh proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling poko. Ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan hanya bergantung pada bagaimana proses belajar yang dialami oleh peserta didik.

Belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kemampuan, daya reaksi, daya penerima, dan lainnya yang ada pada peserta didik.

Sebagai pendidik yang profesional, mengapa harus mengkaji proses belajar, hal ini dikarenakan setelah pengetahuan kita (pendidik) tentang proses belajar semakin bertambah, maka praktik pendidikan pun akan semakin efesien dan efektif.

Sebagai seorang pendidik, untuk dapat membelajarkan peserta didik, maka pendidik yang profesional mengimplementasikan prinsip-prinsip teori belajar pada proses pembelajaran. Teori dalam  belajar merupakan cara-cara yang diaplikasikan untuk memahami tingkah laku yang terjadi pada individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.

Sejalan dengan hal itu, perlulah untuk diketahui beberapa fungsi dari teori belajar yaitu sebagai berikut :

1. Teori belajar membuat penemuan-penemuan menjadi sistematis
Suatu teori dapat digunakan untuk membuat penemuan penelitian menjadi sistematis dan memberi arti pada peristiwa-peristiwa yang kelihatannya saling tidak ada hubungannya. Teori ini bukan hanya menyederhanakan sehingga membantu pemahaman, melainkan juga dengan adanya teori ini dapat diatur sejumlah besar fenomena menjadi suatu skema yang koheren.


2. Membuat pendeteksi
Suatu teori yang baik dapat menghemat usaha-usaha yang tidak berguna dengan menunjukkan letak segi keuntungan bila dilakukan suatu penelitian.

3. Membuat prediksi
Suatu teori dapat digunakan untuk melakukan prediksi, suatu teori bukan hanya membawa ilmuan pada pengajuan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan berguna, melainkan juga teori itu dapat memperlihatkan apa yang dapat diharapkan untuk ditemukan bila ia telah melakukan eksperimen atau pengamatan.

4. Memberi penjelasan
Suatu teori dapat digunakan untuk menjelaskan. Jadi, fungsi teori dalam hal ini ialah untuk menjawab pertanyaan “mengapa” yaitu mengapa terjadi peristiwa-peristiwa tertentu dan mengapa manipulasi suatu variabel menghasilkan perubahan pada variabel yang lain. Banyak kejadian di alam ditentukan atau disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak diketahui atau hanya diketahui tidak sempurna.

Jadi kejadian-kejadian semacam itu harus dilakukan secara teoritis. Fungsi menjelaskan pada suatu teori sangatlah luas dan kerap kali disalah gunakan. Setiap kejadian dapat dijelaskan oleh suatu teori selama penjelasan itu masuk akal, dan paling sedikit melibatkan kejadian yang diamati.

Keempat teori belajar tersebut dapat digunakan oleh pendidik sebagai pedoman dalam merancang bahan pembelajaran, pemilihan media yang tepat, pelaksanaan proses pembelajaran, dan mengevaluasi hasil belajar. Tujuan utama teori belajar adalah untuk memberikan pendidik beberapa pemahaman dari berbagai pilihan yang ada untuk konseptualisasi proses pembelajaran dan untuk merencanakan pengalaman pendidikan yang lebih rinci.

Dalam proses pembelajaran peserta didik tentu akan suka melihat pelaksanaan contoh yang konkrit.

Teori belajar diharapkan akan memberikan dasar yang sistematis untuk merencanakan dan melakukan pengalaman pendidikan. Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Snelbecker bahwa “pendidik membutuhkan cara mengajar yang dapat menciptakan keyakinan siswa untuk menempatkan penekanan lebih besar pada pengembangan dasar pemikirannya, dan aktivitas mengajar bukanlah mengindoktinasikan peserta didik untuk setiap langkah-langkah yang mereka ambil di dalam kelas”.


Dengan teori belajar, pendidik memiliki acuan dalam menetapkan cara mengajar yang tepat untuk dapat menciptakan pemahaman belajar, dan peserta didik dapat mengkonstruksikan pemahamannya sendiri dari apa yang telah ia pelajari.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel