Kenali 6 Masalah Kesehatan yang Sering Muncul Saat Berpuasa

Kenali 6 Masalah Kesehatan yang Sering Muncul Saat Berpuasa


Bagi kaum muslim, berpuasa merupakan kewajiban yang harus ditunaikan dalam kehidupan ini. tidak ada alasan untuk tidak berpusa kecuali memang sedang mengalami sakit yang serius, itupun harus mengganti puasa tersebut di hari berikutnya yaitu di bulan lain ketika ramadhan usai. Ada banyak hikmah yang didapat dari berpuasa, dan beragam manfaat yang juga ditemui dalam puasa.

Seperti yang kita ketahui, berpuasa memang dipercaya memiliki berbagai manfaat terhadap kesehatan, akan tetapi masih tidak sedikit orang yang merasa gundah tentang konsekuensi yang mungkin bisa terjadi saat berpuasa. Namun para ahli medis telah mengatakan bahwa tidak yang perlu merasa gundah atau khawatir akan dampak yang akan terjadi saat melakukan puasa.

Para ahli diet dan ahli gizi telah menemukan cara untuk mengintegrasikan aktivitas puasa dengan praktek yang mereka lakukan agar memiliki manfaat terhadap orang lain.

Setelah berpuasa selama 10 jam lebih, tubuh akan bekerja mengubah jaringan lemak untuk diubah menjadi energi. Sehingga, hal sedemikian merupakan langkah baik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Kendatipun telah begitu banyak artikel, atau pun berita-berita yang membahas tentang manfaat berpuasa bagi kesehatan, pastinya tetap masih ada orang-orang yang merasa khawatir terhadap akibat yang akan ditimbulkan dari puasa.

Nah, untuk itu berikut beberapa ulasan tentang masalah kesehatan yang sering muncul saat sedang melakukan puasa. Serta bagaimana cara mengatasinya.

1. Sakit Maag
Saat menjalani ibadah puasa, perut mengalami penurunan pada jumlah asam yang berfungsi mengolah makanan dan membunuh bakteri. Akan tetapi, walau bagaimanapun otak tetap akan memberi sinyal kepada perut untuk melakukan produksi asam ketika kita berpikiran tentang makanan atau hanya mencium bau makanan saja, yang justru menjadi penyebab timbulnya sakit maag.

Cara agar sakit maag teratasi, janganlah mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak minyak, goreng-gorengan dan makan makanan pedas yang berlebihan, atau lebih baik jangan mengkonsumsinya sama sekali. Berhenti merokok juga akan membantu untuk mengatasi sakit maag.

3. Sakit Kepala
Banyak hal yang menyebabkan terjadinya sakit kepala. Akan tetapi, sakit kepala saat berpuasa dapa terjadi karena terjadinya dehidrasi pada tubuh, rasa lapar, dan kekurangan istirahat. Melakukan diet yang terkontrol akan tetapi tidak melewatkan makan sahur, mengkonsumsi cairan yang cukup, akan mampu mencegah atau mengurangi risiko sakit kepala.

4. Terjadinya Dehidrasi
Saat melakukan aktivitas berpuasa selama berjam-jam, tubuh akan selalu mengalami dehidrasi karena apda saat tersebut utbuh akan kehilangan air dan garam secara terus menerus melalui proses bernafas, berkeringat, dan saat buang air kecil. Risiko akan terjadinya dehidrasi tersebut akan meningkat jika Anda tidak minum air putih dengan cukup sebelum melakukan puasa. Pada orang tua risiko ini akan sangat tinggi, dan juga bagi mereka yang sedang mengkonsumsi obat-obat tertentu.

5. Susah BAB (Buang Air Besar)
Agar menjaga usus beraktivitas secara teratur selama melakukan aktivitas puasa, minumlah air secara teratur, dan makan makanan sehat selama tidak berpuasa (sebelum memasuki bulan puasa). Konsumsilah buah-buahan segar dan sayuran sehat agar membantu meningkatkan jumlah serat pada makanan Anda sehingga hal tersebut mampu membantu Anda dalam pencegahan susah BAB atau yang biasa disebut konstipasi.

Jika hal tersebut masih saja terjadi, ada baiknya juga Anda untuk mengkonsumsi obat pencahar agar membantu melakukan penyembuhan masalah susah BAB yang Anda alami.

6. Stres
Stres bisa saja terjadi pada saat sedang melakukan aktivitas puasa selama seharian, hal itu disebabkan terbatasnya asupan air dan makanan yang masuk ke tubuh selama berpuasa, serta terjadinya perubahan rutinitas dan semakin pendeknya durasi tidur. Jika hal tersebut Anda alami, penting bagi Anda untuk menghadapi sumber yang menyebabkan stress dengan baik agar terhindar dari timbulnya efek negatif yang akan merugikan kesehtan atau terjadi akibat fatal lainnya.


Dalam hal upaya untuk mengurangi stress dapat juga dilakuakn dengan mengendalikan amarah serta tidak melakukan pekerjaan berat yang melebihi kesanggupan tubuh. Misalnya mengangkat beban yang terlalu berat, atau pekerjaan lainnya yanag memaksa otot untuk bekerja lebih ekstra.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel