5 Tantangan Bisnis Bagi Pengusaha dan Kiat Mengatasinya

5 Tantangan Bisnis Bagi Pengusaha dan Kiat Mengatasinya

Jika Anda sedang berpikir untuk memulai sebuah usaha atau bisnis, selamat! Memulai sebuah bisnis adalah pencapaian yang besar bagi para pengusaha, akan tetapi mempertahankan bisnis tersebut agar tetap beroperasi merupakan bagian dari tantangan paling sulit dalam dunia bisnis.

Tidak sedikit orang yang berasumsi bahwa dengan hanya ada ide yang cemerlang yang didorong oleh kerja keras saja akan memberi hasil yang besar dalam berbisnis. Namun, dalam dunia bisnis apapun bisa terjadi. Gelombang perekonomian atau terbaru dapat saja mengguncang beberapa bisnis yang sebelumnya lancar dan sukses.


Selaku pengusaha atau pemiliki sebuah bisnis tentunya harus selalu siap dengan berbagai tantangan yang ada, hal tersebut sudah menjadi suatu yang wajib untuk membantu anda dalam berbisnis.

Pada artikel ini akan mengulas beberapa langkah awal untuk menghadapi tantangan tersebut.

1. Moral dan Integritas


Dalam setiap prakteknya, dunia bisnis dan kerja acapkali memunculkan dilema moral. Begitu banyak kesempatan dalam meraup keuntungan yang besar dari klien, kompromi dengan kualitas produk, serta tidak terbuka dengan kekurangan yang ada. Kebiasaan yang seperti ini biasanya turut menumbuhkan ketidakpercayaan yang padahal sifatnya sangat penting dalam berbisnis.

Seperti kasus perjalanan umroh yang pernah menghebohkan netizan dan kalangan bisnis. Harga murah dengan paket dan fasilitas lengkap yang diberikan ternyata hanyalah sebuah skenario dari penipuan. Dapat dibayangkan apa yang kasus ini lakukan dengan bisnis umroh tersebut serta keinginan masyarakat menengah ke bawah untuk dapat bepergian ke tanah suci.


Nah, bagaimana caranya agar dapat menciptakan sebuah bisnis yang memiliki integritas tinggi yang mengedapankan kejujuran?

Sebagai pelaku bisnis, Anda bukan hanya penting menerapkan kejujuran dan integritas pada klien dan turut menjadi contoh untuk para pegawai, namun juga menyadari dampak yang akan memicu tindakan ketidakjujuran.

2. Saingan dan Seleksi yang Ketat


Sangat penting untuk diingat, bahwa Anda bukan saja memiliki kemudahan untuk berbisnis. Kemudahan untuk memulai bisnis melahirkan suatu tantangan berupa kompetisi atau saingan bisnis yang ketat. Dengan beragamnya jenis produk dan jasa yang diciptakan oleh para pemilik bisnis, konsumen atau klien akan menjadi semakin selektif dalam hal memilih apa yang mereka inginkan.

Lalu, cara apa yang mesti dilakukan agar tetap bertahan dalam saingan bisnis saat sekarang ini? Anda tidak perlu menjadi yang terdepan atau nomor satu dalam bisnis jika Anda masih berada pada garis early stage. Fokus saja pada pengembangan nilai penjualan bisnis Anda dan menentukan target pasar yang tepat untuk bisnis tersebut dengan melalui berbagai proses (segmentation, targeting, positioning). Loyalitas pasar bukan merupakan hal terpenting, tapi justru bagaimana pelanggan atau calon pelanggan bisa dan mau membincangkan bisnis yang Anda miliki.

3. Ketidakpastian Kondisi Ekonomi


Terjadinya perubahan permintaan pasar yang sangat cepat dalam iklim bisnis, harga bahan pokok, kurs mata uang yang naik turun, dan sebagainya adalah sesuatu yang tidak mudah untuk diprediksi. Namun, dapat memberi dampak yang besar pada bisnis yang dijalankan. Karena adanya ketidakpastian inilah para pebisnis lebih mementingkan planing jangka pendek, lalu melupakan begitu saja planing jangka panjang. Hal sedemkian dapat merusak esensi utama dari sebuah model bisnis.

Sebagai pelaku bisnis saat berhadapan dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil hendaklah tetap selalu berpikir untuk jangka panjang. Situasi dan kondisi yang berubah dengan cepat menuntut pengambilan keputusan yang cepat pula namun bukan berarti terburu-buru. Hal tersebut merupakan tantangan dalam dunia bsinis yang mesti dipelajari secara terus menerus. Meskipun tergantung pada kasus dan konteks semua setuju bahwa memikirkan suatu rencana untuk pertahanan jangka panjang pada sebuah bisnis sangatlah penting dalam segala situasi dan kondisi.

4. Pemilihan Karyawan Haruslah Tepat


Setiap pelaku bisnis tentunya pernah megalami kesulitan dalam memilih karyawan yang tepat untuk bisnisnya untuk menduduki posisi penting pada bisnis tersebut. Banyak para pelamar yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, namun kesesuaian terhadap budaya bisnis yang dikembangkan adalah yang perlu dipertimbangkan.

Sebuah bisnis yang kecil dapat dianalogikan sebagai sebuah keluarga, jika mampu bekerja sama dengan baik dan akur, tujuan juga akan dengan mudah dapat tercapai dan berjalan dengan bahagia meskipun sesekali diterjang oleh bermacam permasalahan. Jika tidak, terdapat kemungkinan akan terjadi perpecahan. Kepribadian dan skill seseorang menjadi prioritas utama dalam memilih karyawan untuk sebuah bisnis.

Setiap orang menduduki peranan yang penting jika Anda bekerja pada sebuah bisnis meskipun kecil. Jika satu orang saja tidak dapat bekerja dengan baik dan maksimal, maka akan memberi efek pada bagian-bagian lain dalam bisnis tersebut.

Solusi dalam mengatasi permasalahan ini yaitu dengan mempelajari bagaimana berhadapan dengan kepribadian orang yang beragam.

5. Pemecahan Masalah


JJika sebuah bisnis tidak mengalami sebuah problem, maka penting untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan bisnis tersebut. Pada tahap pegembangan, problem memang selalu menjadi “sarapan” bagi setiap pebisnis. Merupakan sedikit perubahan akan tetapi justru cara pemecahan masalah menjadi priortitas dalam menghadapi tantangan lainnya. Sebuah problem akan menjadi masalah yang lebih besar jika pemiliki bisnis tidak paham bagaimanba mengatasinya. Sebuah solusi bisa saja bukan memadamkan api tapi sebaliknya malah menjadi minya yang menjadikan api menjadi besar.


Nah. Hal yang penting untuk Anda lakukan sebelum pengambilan keputusan terhadap tindakan penyelesaian masalah adalah dengan belajar untuk menganalisis masalah hingga ke akarnya. Anda juga perlu memikirkan keuntungan bagi setiap pihak dari mitra hingga karyawan kecil sekalipun. Jika Anda sendiri tidak mengenali dan tidak paham terhadap masalah yang Anda hapai, lalu bagaimana mungkin permasalahan tersebut dapat terpecahkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel