Mengenal Darul Aitami Aceh Selatan

Mengenal Darul Aitami Aceh Selatan


Dayah Terpadu Darul Aitami Aceh Selatan adalah satu-satunya Ponpes Terpadu di Kabupaten Aceh Selatan. Ponpes ini telah aktif sejak tahun 2006 setelah diresmikan oleh Bupati Aceh Selatan Drs.T. Machsalmina Ali, MM  pada 29 Juli 2006. Sekarang ini telah meluluskan ratusan alumni. Ponpes yang akrab di sebut DA itu ternyata di dalamnya di sampul dengan aturan yang dikenal ketat atau disiplin yang kuat. Kenapa saya bisa katakan demikian? Ya karena saya sendiri adalah alumni DA.

Mulai dari proses seleksinya saja kita akan disuguhkan dengan aturan tertentu. Misalnya peserta yang mendaftar sebagai santri baru harus siswa yang berprestasi dari sekolah asalnya. DA sebenarnya adalah Ponpes khusus anak yatim yang berprestasi minimal rangking 3 dari sekolah asalnya. Namun karna menimbang beberapa hal penting, bagi siswa yang bukan yatim pun diperbolehkan untuk mendatarkan diri sebagai calon santri, namun minimal rangkingnya adalah rangking 1 dari sekolah asalnya, baru diperkenankan mendaftar dan mengikuti proses seleksi. So, kalau tidak berprestasi berarti tidak memenuhi salah satu syarat pendaftaran.

Ketika penyeleksian, selain mengikuti ujian tertulis ada beberapa aspek lain yang di tes pada saat ujian tak tertulis. Yaitu membaca al-qur’an, hafalan al-qur’an hafalan vocab dan mufradat, serta wawancara. Jika tahap tertulis mungkin memiliki nilai yang bagus maka penentu kelulusan ada di tes tidak tertulis.

Nah, jika sudah mengikuti tahap penyeleksian dan dinyatakan lulus sebagai santri DA, siap-siap mengikuti aturan yang ada. 24 jam DA dipenuhi dengan aturan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap santri. Jika melanggar maka siap-siap menerima hukuman atau konsekuensinya. Peraturan di DA itu ada yang tertulis dan tidak tertulis. Misalnya peraturan yang sering sekali membuat santri tidak bertahan dan memilih keluar adalah peraturan bahasa dan kitab kuningnya. DA memang dikenal dengan keunggulan bahasa dan kitab kuning atau kitab gundul. Bahasa yang diwajibkan adalah bahasa arab dan inggris kecuali minggu bebas bahasa. Kalau saja ada yang melanggar maka bersiaplah diekseskusi di malam minggunya. Belum lagi aturan lain seperti hafalan wajib sehari-hari yaitu hafalan vocab dan mufradat. Beberapa santri memang tidak sanggup untuk menghafal 30 kosakata dari masing-masing bahasa disetiap harinya.

Ada hal penting lain yang mesti kita tahu tentang DA yaitu di program ekstrakurikulernya. Mungkin inilah yang menjadikan DA menjadi Ponpes Terpadu yang tetap jaya di Aceh Selatan.

Apa saja sih ekstrakurikuler tersebut?

Ekstrakurikuler atau ekskul di DA selain dari yang wajib atau yang sering kita temukan di sekolah lain seperti olahraga dan seni, ada lagi yang sangat menentukan prestasi siswa dari ekskul yang diterapkan di DA. Yaitu pembinaan tiap-tiap bidang yang dikuasai santri. Setiap santri pastinya memiliki kelebihan atau kemampuan khusus yang berbeda misalnya sia A jago matematika, si B mampu di bidang Fisika, Pidato, Seni seperti Kaligrafi dan bidang lainnya. Nah setiap mereka akan dibina secara khusus dengan bidang masing-masing. Biasanya sistem pembinaan itu menggunakan Abang dan Kakak Asuh. Jadi, di DA itu ada yang namanya abang asuh atau kakak asuh. Yang mana setiap santri yang memiliki kemampuan di bidang tertentu akan dibimbing oleh kakak kelasnya yang sudah dipercaya dan dianggap mampu pada bidang tersebut. Wah, menarik sekali bukan? Dan hal itu juga melahirkan rasa kekeluargaan dan membuang jauh-jauh sistem senior dan junior.

Tertarik sekolah di DA atau menyarankan anak, adik, atau sauadara untuk sekolah di DA? 

Tidak rugi deh.

Dari atauran atau sistem yang diterapkan tersebut, pantas kalau DA selalu mengirimkan santrinya pada ajang perlombaan baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Dan DA pernah membawa pulan medali emas pada ajang PORSENI tingkat Provinsi.


Kalau sekarang ini, di DA juga sudah memiliki Sanggar Seni Dawaaul Qulub. Yaitu Seni marawis. Di Sanggar itu santri akan belajar marawis atau seni-seni shalawat sehingga ketika ada PHBI atau Peringatan Hari Besar Islam, santri bisa tampil dan terampil dalam melantunkan shalawat kepada Nabi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel