Bagaimana Guru Yang Dicintai?

Bagaimana Guru Yang Dicintai?


Guru merupakan pekerjaan yang mulia. Guru juga merupakan pendidik atau pengajar baik itu pada pendidikan formal sperti di sekolah maupun nonformal di luar sekolah. Guru yang dalam kategori pendidikan formal identik dengan keahlian khusus di suatu bidang pelajaran. Misalnya seorang yang mengajar pelajaran fisika haruslah diajarkan oleh guru yang memang merupakan ahli atau jurusan fisika, yang ahli matematika, bahasa Indonesia dan lainnya juga diajarkan oleh guru yang mahir di bidangnya masing-masing. Karena apa jadinya jika matematika diajarkan oleh guru kesenian yang mungkin tidak ahli matematika.

Pada sesi ini saya bukan membahas tentang guru dan keahliannya, tetapi hal lain tentang guru.

Menjadi seorang guru pada hakikatnya bukanlah sebatas mengajar pelajaran saja. Misalnya pergi ke sekolah, masuk kelas lalu mengajarkan materi pelajaran, habis waktu dan pulang. Tidak sesederhana itu. Menjadi seorang guru sejatinya juga menjadi seorang pendidik yang memikirkan dan membina peserta didiknya agar memiliki masa depan yang cerah. Dan memang disitulah letak nikmat dan indahnya menjadi seorang guru.

Baca juga : Ingin Menjadi Guru Yang Disukai Siswa? Lakukan 5 Hal ini!

Akan tetapi tidak semua guru sesuai seperti yang diaharapkan, Sehingga ada guru yang dicintai ada pula guru yang tidak dicintai, itulah yang akan saya bahas. Hal itu memang dapat kita saksikan atau kita rasakan langsung dalam kehidupan pendidikan di sekolah. Ada guru yang memang hanya mengambil peran sebagai pengajar saja tanpa memikirkan kepentingan masa depan siswa. Guru seperti ini biasanya tidak dicintai oleh kebanyakan siswa.
Bagaimana guru yang akan dicintai siswa dan akan diingat seumur hidup? Berikut penjelasannya versi Wahana Belajar.

1. Guru Yang Iklhas
Era modernisasi sekarang ini memang sangat susah mencari seorang yang benar-benar ikhlas, dalam hal ini yang saya maksud adalah guru. Sekarang ini tujuan menjadi guru bukan lagi tujuan mulia seperti yang dulu-dulu. Kebanyakan alasan menjadi guru karena tidak adanya pekerjaan lain, atau hanya mengejar sertifikasi dan PNS saja. Semoga sobat Wahana yang berperan menjadi seorang guru bukanlah guru yang seperti ini. Tetapi jadilah guru yang ikhlas mendidik dan mengajar. Karena keikhlasan akan melahirkan ketulusan tanpa harus dipaksakan. Artinya guru yang benar-benar ikhlas mampu dinilai tersendiri oleh siswa secara khusus. Nah, guru seperti itulah yang akan selalu diingat dan dido’akan oleh siswanya.

2. Menghargai Siswa
Dalam kehidupan sosial, setiap manusia mempunya hak masing-masing, termasuk hak untuk dihargai. Baik itu antara guru sesamanya, maupun guru dan murid. Menjadi seorang guru bukan berarti memiliki hak sepenuhnya dengan memberlakukan "pasal 1 guru tak pernah salah dan pasal 2 jika guru salah kembali ke pasal 1", tidaklah demikian. Siswa juga punya hak untuk dihargai selain mereka punya kewajiban untuk menghormati guru. Hak dihargai tersebut misalnya ketika seorang siswa tidak melengkapi seragam sekolah, atau tidak membayar uang sekolah guru langsung serta merta menvonis bahwa siswa tersebut tidak teladan, tetapi amati dulu kenapa siswa itu sedemikian, pahami lalu temukan solusinya. Jika sobat menjadi guru seperti itu, saya sangat yakin sobat akan menjadi guru yang dihormati tanpa harus diminta.

Baca juga : 3 Alasan Kenapa Siswa Malas Belajar

3. Memberi Nasehat dan Motivasi
Setiap orang tentulah membutuhkan nasehat atau motivasi. Karena pada sifatnya manusia itu lalai, lupa, lemah dan mudah menyerah. Begitu pun dengan siswa. Mereka haruslah diberi nasehat. Yang saya maksud disini bukanlah nasehat tentang harus mencapai nilai di atas KKM, atau akan dihukum jika tidak mengerjakan PR dan sejenisnya, bukan itu. Tetapi nasehat atau motivasi kehidupan yang akan mereka terapkan di waktu sekarang dan jangka panjang, nasehat seperti itulah yang sejatinya harus diberikan. Misalnya jika siswa diberi nasehat tentang menghargai hidup secara tidak langsung mereka akan sadar untuk mematuhi aturan seperti menghargai guru dengan mengerjakan PR dan lain sebagainya.

4. Bersikap Adil
Adil merupakan hal yang wajib dimiliki oleh seorang guru. Apakah adil itu dengan memberlakukan semua siswa sama saja, misalnya siapapun yang bersalah akan dihukum? Mungkin secara lahir dan kebiasaannya memang begitu makna adil yang sering sekali kita terapkan. Tetapi dari adil tidaklah sesempit itu. Adil artinya memberlakukan siswa sesuai siswa itu masing-masing. Karena semua siswa itu tidak memiliki karakter dan sifat yang sama, tidak memiliki keluarga dan latar belakang yang sama, jadi setiap siswa itu harus diberlakukan sesuai diri mereka masing-masing.

Baca juga:
Memahami Tujuan Program dalam Pembelajaran
Memahami Secara Jelas Pengertian Kurikulum

Itu beberapa uraian kita tentang bagaimana guru yang dicintai. Semoga sobat pembaca yang berprofesi sebagai guru adalah guru yang dicintai, atau berusaha menjadi guru yang dicintai. Artikel ini merupakan pengalaman saya yang pernah menjadi siswa sekaligus juga pernah menjadi seorang guru.

Semoga artikel ini bermanfaat. Wahana Belajar menerima ide-ide kreatif dan masukan dari para pembaca. Salam!

Baca juga : 6 Macam Metode Pembelajaran, Guru Wajib Tahu!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel