2 Tipe Belajar Siswa, Guru Harus Paham!

2 Tipe Belajar Siswa, Guru Harus Paham!


Kelompok belajar di Indonesia pada umumnya dirancang bersifat heterogen. Mendengar istilah heterogen pasti membuat anda bertanya apa itu heterogen? heterogen maksudnya, sebuah kelas yang dihuni oleh siswa dengan berbagai macam tipe belajar dan karakter yang berbeda-beda. Ada siswa yang belajar dengan tipe belajar cepat. Sementara siswa yang lainnya memiliki tipe lambat bahkan ada pula yang sangat lambat. Oleh karena itu, dalam pembahasan artikel yang saya tulis kali ini hanya menyorot 2 tipe belajar siswa yang mudah dikenal oleh guru.




Antara siswa yang satu dengan yang lainya memiliki tipe belajar yang berbeda. Pun demikian dengan karakter masing-masing siswa yang mengisi sebuah kelas atau ruang belajar itu. Perbedaan tipe belajar siswa di dalam kelas yang begitu beragam atau disebut dengan istilah heterogen ini, membuat guru harus mampu memahami berbagai strategi maupun metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran.


1.Siswa Yang Lamban
Memang diakui bahwa keluhan yang bisa dikatakan sering terdengar dari guru-guru adalah lambannya siswa dalam menerima atau menyerap materi pembelajaran yang telah diajarkan. Pasalnya, siswa yang lambat dalam menerima atau memahami pelajaran terkadang memang membuat kesal. Sudah berulangkali diajarkan dan disampaikan dengan baik masih saja tidak mampu memahami, siapa sih yang tidak kesal? Pastinya semua orang yang menjumpai kejadian demikian akan kesal. Apalagi ketika ditanyakan kembali siswa tersebut tidak mampu menjawab meski telah mengulang materi berulangkali.

Seolah mereka lupa begitu saja akan pelajaran atau berupa informasi belajar yang sudah diterimanya. Kalau kata orang-orang, masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Keadaan yang seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Materi atau bahan pelajaran yang telah disampaikan kepada siswa yang lamban belajar tidak akan cukup hanya dengan penjelasan verbal semata. Tetapi juga harus dipraktekkan di papan tulis kelas bahkan jika perlu diktekan secara perlahan-lahan agar ia mengerti dan memahami pelajaran yang disampaikan.

Pada sisi lain, cara ini akan membuat guru harus lebih banya buang waktu hanya untuk menuliskan materi untuk siswa saja, lalu siswa menghafalnya di rumah. Dengan pahamnya guru terhadap tipe belajar siswa yang sedemikian, itu artinya guru telah memperlakukan siswa tersebut sesuai dengan kemampuan dan kodrat yang dimilikinya.


2.Siswa Yang Cepat Memahami Pelajaran
Siswa yang bertipe seperti sudah tentu menjadi siswa yang dibanggakan dan disenangi guru. Karena mereka dengan cepat menerima informasi bahan belajar serta memahaminya. Hal itu membuat guru akan merasa puas dan sangat senang. Sehingga tugas guru dalam mengajar semakin ringan dan waktu belajar pun akan dapat digunakan dan terlaksana dengan efektif dan seefesien mungkin. 

Tipe belajar yang satu ini, siswa cukup mendengar penjelasan dari guru saja, kemudian mereka mengambil kesimpulan sendiri dari apa yang telah disampaikan guru dan menyalinnya ke buku catatan secara mandiri pula. Menghadapi anak dengan tipe cepat menerima atau memahami pelajaran akan membuat guru menjadi lebih kreatif dan leluasa untuk menerapkan strategi atau metode pembelajaran.
Nah, dapat kita simpulkan bahwa selaku guru harus dan perlu memahami tipe-tipe belajar siswa sebelum melaksanakan proses belajar mengajar. Jika guru sudah memahami tipe-tipe tersebut, maka guru akan dapat memperlakukan siswa-siswa sesuai dengan kondisi mereka masing-masing.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel