4 Hal Ini Menyebabkan Guru Tidak Disukai Siswa

4 Hal Ini Menyebabkan Guru Tidak Disukai Siswa


Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang mulia karena sejatinya guru itu adalah orang yang akan mencetus generasi-generasi yang terpelajar dan berpendidikan. Itulah sebabnya salah satu orang yang patut dipatuhi selain orang tua adalah guru.

Bagi seorang guru, menjadi guru janganlah karena hal-hal tertentu misalnya menjadi guru hanya karena tidak diterima bekerja di tempat lain daripada nganggur atau mondar-mandir nggak jelas lebih baik menjadi guru di sekolah. Kejadian tersebut sangat banyak kita jumpai dan banyak pengakuan sendiri saat melalukan kenalan dengan para siswa di kelas atau saat pertama sekali pertemuan pelajaran. “sebenarnya bapak tidak bercita-cita jadi guru”, sebetulnya cita-cita ibu adalah menjadi dokter” dan lain sebagainya ungkapan yang serupa banyak dijumpai. Padahal hal tersebut tidaklah baik.

Jika memang menjadi guru haruslah memang minat atau keinginan sendiri bagi guru tersebut kerena jika tidak pastilah tidak akan memberikan pengajaran yang efektif bagi siswa atau tidak serius. Sehingga banyak siswa yang mengeluh atau tidak menyukai guru tersebut bahkan ada yang mungkin bisa terang-terangan mengkritik guru tersebut. Kenapa itu bisa terjadi tentunya karena ada faktor-faktor tertentu pada guru sedemikian yang membuat siswa tidak suka, antara lain :

1. Tidak Ramah
Ramah tamah adalah hal yang sangat penting dimiliki bagi seorang guru. Apa jadinya jika seorang guru tidak mampu ramah terhadap siswanya, tidak mau menyapa siswa, enggan tersenyum ketika berpas-pasan sehingga siswa menjadi tidaki menyukainya. Siswa tentu akan sangat senang terhadap guru yang ramah dan mereka akan merasa nyaman dan membuat mereka juga akan mengikuti pelajaran dengan suka. Tapi, jika seorang guru yang menjadi guru tidak didasari kemauan sudah barang pasti ia juga sulit atau bahkan tidak tau caranya beramah-tamah dengan siswa.

2. Tidak Kreatif
Kreatif mestilah dimiliki oleh siapapun begitu juga dengan guru. Maksud kreatif disini yaitu tidak monoton dalam melakukan proses belajar mengajar terhadap siswa yang misalnya guru hanya mendikte dan siswa disuruh mencatat setiap harinya, kemudian memberi ulangan, latihan, pekerjaan rumah dan sejenisnya. Itu akan membuat siswa bosan dan cenderung tidak menyukainya.

Jadilah guru yang kreatif dalam memberi pelajaran terhadap siswa misalnya membagi kelompok belajara dan siswa diminta untuk berdiskusi bersama teman kelompoknya lalu mepersentasekan di depan kelas, mengubah pola susunan meja belajar siswa, mengajak siswa sesekali belajar di luar kelas dan lain sebagainya. Dijamin siswa akan sangat menyukai itu.

3. Tidak Disiplin
Berbicara tentang disiplin, adalah hal yang tak asaing bagi seorang pendidik karena sejatinya memang harus ada dalam diri mereka. Guru itu mendidik siswa salah satunya agar siswa disiplin. Tapi bagaimana bisa mendidik siswa jika kedisiplinan itu sendiri tidak dimiliki oleh seorang guru tersebut. itulah yang sering terjadi dikalangan pendidikan yaitu ketidak disiplinan seorang guru misalnya masuk kelas sering terlambat tapi keluarnya cepat atau bahkan sering absen, tidak berpakain rapi misalnya memakai sendal, tidak mengikuti upacara dan lainnya dengan kejadian yang serupa.

Akibatnya, ketika guru memerintahkan siswa untuk tidak masuk terlambat, berpakain rapi, akan diprotes oleh siswa. Jika anda salah seorang guru atau ingin menjadi guru miliki jiwa disiplin dalam diri anda sehingga siswa akan dengan mudah menerima pesan yan anda sampaikan dan bahkan siswa akan sangat menyukainya.

4. Pelit Nilai
Dalam menjalani prose pendidikan belajar mengajar seperti di sekolah, nilai adalah salah satu hal penting bagi siswa dan menjadi salah satu patokan utama yang menentuka kemampuan siswa dalam hasil belajar. Ketika kenaikan kelas nilai adalah penentu bagi seorang siswa untuk bisa naik kelas ataupun tidak, makanya ketika masa-masa ujian siswa akan mengulang pelajaran lebih giat dibanding hari-hari lainnya. Hal tersebut dilakukan agar bisa menjawab soal ujian dan mendapat nilai bagus.

Bahkan dalam prakteknya ada siswa yang tidak segan untuk mencontek atau membawa catatan berupa konsep ke ruangan ujian, demi nilai bagus. Jadi, jika ada seorang guru yang sangat pelit dengan nilai pastilah tidak disukai siswa. Jika anda seorang guru janganlah sekali-kali pelit nilai.

Sebelum memberi nilai kepada seorang siswa mintalah perjanjian misalnya jika mereka sering tidak mengikuti pelajaran akan mendapat nilai jelek dan bagi yang rajin akan mendapat nilai bagus atau menawarkan terhadap siswa dengan syarat seperti memberikan nilai bagus jika mematuhi hal-hal tertentuu yang disepakati antada guru dan sisiwa.

Baca Juga 4 fungsi minat dalam belajar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel