Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

PKA VII Akan Mengangkat Tema “Aceh Hebat dengan Adat Budaya Bersyariat”


KEBUDAYAAN manusia di dunia berjalan dinamis. Diperlukan sebuah ruang untuk mempresentasikan kebudayaan tersebut secara berkala, sehingga mempunyai kesempatan untuk menegaskan atau menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Provinsi Aceh telah meresponnya semenjak tahun 1958 dengan menggelar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA).

Tahun ini, akan menjadi helatan ketujuh yang dilaksanakan pada tanggal 5 – 15 Agustus 2018 di Kota Banda Aceh.


Pelaksanaan PKA kali ini akan mengangkat kembali seluruh khazanah kebudayaan masyarakat Aceh dari berbagai etnis yang ada di Aceh, baik dalam bentuk adat-istiadat, seni budaya, khazanah peninggalan sejarah Aceh, hingga berbagai produk kerajinan dari berbagai daerah di Aceh.

Tujuannya agar masyarakat dan generasi muda Aceh dapat mengetahui kekayaan dan keaslian budayanya sendiri, di samping memperkuat status Aceh sebagai destinasi wisata budaya kepada mancanegara.

Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi turut mempengaruhi unsur-unsur kebudayaan suatu daerah hingga mengalami perubahan, bahkan bisa menggeser nilai dari keaslian budaya itu sendiri. Sebagai upaya pelestarian dan penguatan kembali unsur-unsur kebudayaan Aceh, maka PKA VII mengangkat tema “Aceh Hebat dengan Adat Budaya Bersyariat”.

Tema ini menjadi penting karena kebudayaan Aceh sangat identik dengan nilai-nilai syariat. Religi telah menjadi fokus kebudayaan Aceh sejak islam pertama kali masuk ke Nusantara melalui daerah Aceh.

Syiar islam kemudian memberi banyak pengaruh dalam perjalanan dan perkembangan kebudayaan Aceh itu sendiri. Sehingga religi menjadi unsur dominan dalam kebudayaan Aceh dibandingkan dengan enam unsur kebudayaan universal lainnya. Maka sudah sepantasnya budaya Aceh yang islami digaungkan ke dunia internasional sebagai daya tarik pariwisata Aceh yang tidak ada di daerah lain.

Sejalan dengan hal itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, mempersembahkan PKA 2018 dalam tujuh rangkaian kegiatan utama. Dimulai dari kegiatan Pembukaan Resmi yang rencananya dilakukan oleh Presiden RI disertai dengan pawai budaya; Pameran & Eksebisi menampilkan pameran kebudayaan, sejarah, kuliner, produk kreatif, dan bisnis kepariwisataan; Festival Seni & Budaya serta Lomba Atraksi Budaya yang keduanya bertujuan untuk memperkenalkan ragam adat-istiadat, seni, dan budaya Aceh; Seminar Kebudayaan & Kemaritiman untuk mengemukakan potensi kebudayaan dan kemaritiman Aceh; Anugerah Budaya untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat Aceh yang telah berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan daerahnya; dan diakhiri dengan Penutupan PKA VII secara resmi.

Baca juga: Yuk!!! Siapkan Diri dan Beramai-ramai ke Pasar Rakyat PKA VII

Yuk!!! Siapkan Diri dan Beramai-ramai ke Pasar Rakyat PKA VII

BANDA ACEH – Meski bertajuk sebagai event kebudayaan, kehadiran Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi yang signifikan kepada masyarakat, khususnya para pedagang.

Menggandeng Asosiasi Pedagang Kaki Lima, Panitia PKA VII turut menggelar Pasar Rakyat untuk menarik animo pengunjung. Pasar Rakyat ini akan melibatkan para pedagang kecil dan menengah baik dari Aceh maupun dari luar Aceh. Namun pedagang-pedagang lokal tetap menjadi prioritas.


Setiap harinya sejak 7 – 15 Agustus 2018 dari pukul empat sore hingga menjelang tengah malam, Pasar Rakyat digelar di area samping Taman Sulthanah Safiatuddin (Tasulsa) Bandar Baru, Banda Aceh. Di sini para pengunjung bisa melihat dan membeli aneka produk kerajinan, cinderamata, dan aneka produk industri rumah tangga di Aceh.

Kasatpol PP WH Aceh selaku Ketua Panitia Pasar Rakyat PKA VII, Dedy Yuswadi, melalui Kasie Pembinaan Pengawasan Penyuluhan Satpol PP dan WH Aceh, Syauqas Rahmatillah, mengatakan, pada waktu yang bersamaan di Blang Padang juga ada Aceh Expo sebagai ajang promosi produk-produk unggulan berbasis industri kreatif, budaya, dan pariwisata Aceh yang dinilai potensial mendatangkan investor. Aceh Expo digelar pada 4 – 13 Agustus 2018 dengan durasi waktu yang sama.

Sejauh ini kata Syauqas, sudah banyak para pedagang yang mendaftar agar bisa ikut berpartisiasi dalam event ini.

“Untuk sementara sudah overload. Antusias para pedagang baik yang lokal maupun luar Aceh sangat tinggi. Makanya nanti coba kita prepare di lapangan, ter-cover atau enggak, kalau tidak bisa segera kita carikan solusinya,” kata Syauqas, Rabu (18/7/2018).

Walaupun lokasi Pasar Rakyat ini dibuat tak jauh dari lokasi utama ajang kebudayaan terbesar di Provinsi Aceh itu, pihaknya memastikan jalur transportasi dua arah di kawasan itu nantinya tetap berjalan tertib dan lancar.

Dengan dibuat di lokasi ini kata Syauqas, akan memudahkan pengunjung Pasar Rakyat yang tetap ingin menikmati berbagai pertunjukan di area utama PKA di Tasulsa.

PKA VII digelar sejak 5 – 15 Agustus 2018 di 16 lokasi terpisah. Hal ini membuat PKA VII 2018 ini berbeda dengan pagelaran sebelumnya. Event ini akan dimeriahkan dengan 56 rangkaian acara dan ribuan peserta dari kabupaten/kota di Aceh, nasional, dan luar negeri.

Fitri, Duta Wisata Asel yang Ternyata Alumni DA


Apa kabar sobat wahana? Kali ini kita bertemu lagi pada pembahasan menarik mengenai Darul Aitami Aceh Selatan. Ada saja yang bisa dibahas mengenai DA, mulai dari sistem belajarnya yang menakjubkan, hingga siswa-siswanya yang dikenal sangat berprestasi. Kali ini, kita akan membahas tentang seorang Duta Wisata Aceh Selatan yang ternyata juga alumni DA.

Bagi sobat wahana yang mungkin adalah alumni DA pasti tidak sabar lagi ingin tahu siapa beliau, sebelum kita membahas lebih lanjut, alangkah bagusnya kita bahas dulu sedikit tidaknya mengenai Duta Wisata. Barangkali masih ada diantara kita yang belum tahu apa sih DW itu?

Ada banyak kata ''Duta'' yang seringkali kita dengar. Duta Bahasa, Duta Mahasiswa, Duta Pendidikan dan lain sebagainya hingga Duta Wisata.

Lalu apa sih Duta Wisata itu?

Dikutip dari laman Wikipedia, berikut defenisi mengenai Duta Wisata.

“Duta Wisata Indonesia adalah remaja berusia 16 hingga 26 tahun pemenang Pemilihan Duta Wisata yang diikuti oleh para peserta dari 33 provinsi di Indonesia. Mereka diharapkan menjadi citra teladan generasi muda Indonesia yang dinamis, kreatif dan cerdas, juga menjadi ujung tombak Dinas Pariwisata dalam mempromosikan kepariwisataan Indonesia secara nasional maupun internasional.

Nah, itu dia sobat defenisi dari Duta Wisata. Setiap Provinsi dan Kabupaten juga memiliki DW masing-masing untuk mempromosikan daerah itu sendiri. Menjadi DW itu bukan sembarang orang, harus cerdas, kreatif dan dinamis.

Well, kita akan obati rasa penasaran sobat tentang siapa sih Duta Wisata Aceh Selatan yang katanya adalah Alumni Darul Aitami?

Is it true??
Fitri Anizar, itulah namanya. Gadis kelahiran Kampong Baro, 24 Februari 1993 yang hoby Volunteering, Traveling and Singing.

Beberapa waktu lalu, tim Wahana Belajar sempat mewawancari beliau via Whatsapp. Ada begitu banyak hal menarik yang didapat dari perbincangan dengan Gadis Manis yang akrab di panggil Fitri ini.

Kabarnya, Kak Fitri merupakan salah satu lulusan Darul Aitami dengan kemampuan bahasa Inggrisnya yang mumpuni.

Ada banyak hal yang ditanya oleh tim wahanabelajar dari Kak Fitri dan Alhamdulillah direspon dengan ramah. Mulai dari alasannya tertarik dengan bahasa Inggris, pengalaman menjadi Duta Wisata, hingga pertanyaan mengenai “DA itu bagaimana” di padangan Kak Fitri.

Berikut perbincangan tim Wahana Belajar dengan Fitri Anizar via Whatsapp beberapa waktu lalu.

Kenapa Tertarik dengan Bahasa Inggris?

“Sejak kecil merasa keren aja melihat orang kalau bisa berbicara bahasa Inggris, jadi termotivasi untuk belajar sendiri.  Ketika memasuki usia sekolah menjadi lebih termotivasi lagi karena mendapatkan guru yang sangat paham betul seluk beluk bahasa ini dan menjadi inspirator sejati yaitu (Mr. Diman Asnawi)”.

Bagaimana Pengalaman Kakak Menjadi Duta Wisata?

“Menjadi sadar akan potensi wisata di daerah sendiri yang luar biasa. Dimana Aceh Selatan punya destinasi wisata yang "Complete Package", ada Laut, Gunung, Sungai, Air terjun, Danau, Pulau, Agro wisata, Wisata kuliner, sejarah dan seni budaya, terlebih lagi jarak antara satu destinasi dengan yang lainnya sangat berdekatan yang tidak dimiliki daerah lain. Ini yang menjadikan Aceh Selatan unik daripada yang lain”.

“Bijak dalam menggunakan sosial media. Dengan menjadi DW kita lebih mengerti dan paham akan tanggung jawab seorang duta dengan hanya memposting berita atau kabar yang bermanfaat apakah untuk promosi wisata atau pesan2 bernada positif lainnya”.

-“Cinta terhadap tanah kelahiran. Ketika sesuatu semakin kita pelajari dan pahami maka perasaan memiliki itu akan muncul. Mempelajari potensi wisata asel selama ini menambah kecintaan saya terhadap daerah saya sendiri. Benar memang kalau ada ungkapan "Tak kenal makanya tak sayang"

Wow! Luar biasa bukan?

Apa sih Motivasi Kak Fitri Untuk Menjadi Duta Wisata?

“Motivasi menjadi DW pada awalnya sebagai tantangan kepada diri sendiri. Banyak orang mengatakan kalau menjadi seorang duta harus anggun, feminin, kalem dan lain sebagainya, nah semua alumni DA juga tau siapa Fitri Anizar dimana sifatnya sangat jauh dari kriteria seorang duta di atas. Akan tetapi saya mencoba keluar dari zona nyaman "Comfort Zone" saya untuk mendobrak kriteria2 di atas, karena bagi saya tak ada kesuksesan jika bertahan di zona nyaman " There's no success on your comfort zone". Saya punya cara saya sendiri untuk menjadi seorang duta wisata tanpa menjadi orang lain. Yang terpenting adalah "Brain, Beauty and Behaviour" dan masing2 Duta punya definisi masing2 akan 3 hal ini, but for me "Sometime you don't have to be yourself but be someone better".

“Inilah yang selalu saya pegang ketika mengikuti event yang lainnya seperti duta bahasa, Ekspedisi Nusantara Jaya dan menjadi delegasi dalam forum nasional lainnya”.

Nah, itu dia sobat wahana,, Fitri Anizar, Duta Wisata Aceh Selatan yang ternyata alumni DA. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari pengalamannya. Salah satunya adalah “Keluar dari Zona Nyaman”.

Semoga artikel ini bermanfaat ya sobat, dan menambah kecintaan kita terhadap daerah sendiri. Dukung Wahana Belajar untuk terus berkarya dengan menshare konten-konten menarik yang ada di Wahan Belajar.

Baca juga: Teknik Jitu Menguasai Bahasa Inggris Ala Fitri Anizar

Berikut juga kami sertakan beberapa dokumentasi kegiatan Fitri Anizar sebagai Duta Wisata.

Ketika menjadi interpreter bagi tamu dari 19 Negara yang berkunjung ke Aceh
Menjadi Interpreter bagi Mahasiswa pertukaran "New Colombo Plan Participants" dari Australia
Undangan jamuan makan malam di kediaman Walikota Sabang pada acara Sail Sabang 2017
Bersama menteri pariwisata Indonesia, Bpk. Arief Yahya
Duta Bahasa 2015
Menjadi pembicara tentang pemuda peduli lingkungan di SMA favorit Sukma Bangsa Bireun
Malam Pembukaan Duta Wisata Aceh
Malam Penobatan Duta Wisata Aceh 2017
Juara Wakil III Duta Wisata Aceh 2017
Menghadiri undangan BNPT dalam acara Sarasehan pencegahan paham Radikalisme di Jogja
Berbincang dengan wali Nanggroe Malik Mahmud Alhaythar dalam perjalan pulang dari Jakarta-Aceh

Immortal Tree, Photography Spot in South Aceh


This Immortal Tree or what we called as Pohon Abadi in Bahasa is one of a recent unique photography spot in South Aceh. Many photographers came there to shoot the tree in their best angle.

It is located nearby beach in Bakongan, aproximately 1.5 hours from Tapaktuan, the capital city of this region. Better go there at sunny day, so you can capture the view perfectly with it's natural lighting.

I have no idea exactly why the tree has been so popular among teenagers here. My best guess might be because after some photographers released their photograph collections on Instagram then it had many positive responses from netters.

Unconditionally, this Immortal Tree now become as one of tourism destination in South Aceh.

Author : Fitri Anizar

Persiapan Penting Sebelum Mendaki Gunung


Halo, sobat pendaki!

Mendaki gunung memang merupakan hal yang sangat menyenangkan terlebih bagi kita yang hobi hiking. Memang, mendaki memiliki kesenangan dan kepuasan tersendiri yang tidak bisa dirasakan atau didapat pada aktivitas lain seperti berlibur ke pantai, ke taman dan lainnya. 

Mendaki gunung memiliki sensasi dan tantangan yang menakjubkan.

Selain dapat menikmati alam bebas, mendaki juga menjadi olahraga bagi kesehatan tubuh. Karena otomatis pada saat itu seluruh otot beraktivitas ekstra tentunya. Sobat perlu tau lho, ternyata juga banyak hal-hal unik yang bakal kita temui pada saat mendaki, tentunya ketika sampai di puncak. Biasanya jika pendakian gunung merapi, terdapat taman bunga Edelweis di puncak tersebut. Bunga yang disebut bunga abadi karena tak pernah layu. Atau danau-danau tersembunyi nan elok yang tersimpan dibalik lebatnya hutan. Menjadi spot yang indah untuk diabadikan.

Tertarik untuk mendaki? Siapkan dulu perlengkapan yang harus dibawa. Apa saja perlengkapan yang harus dibawa? Berikut ulasannya versi Wahana Belajar.

1. Ransel Khusus Mendaki
Ransel ini berbeda dengan ransel biasa. Ukurannya lebih panjang. Nah, kegunaannya untuk memasukkan barang-barang bawaan, seperti bekal makanan selama pendakian, selimut, senter, dan sebagainya termasuk pakaian pribadi.

2. Tenda
Berada di ketinggian gunung tentunya akan berhadapan dengan suhu yang dingin, angin yang kencang dan tidak mustahil juga turun hujan. Nah, tenda tentunya berguna untuk berteduh, beristirahat atau tidur. Jika Anda bepergian sendiri, cukup menggunakan tenda kecil saja. Atau perbanyak tenda ketika bepergian dengan jumlah kelompok yang banyak.

3. Kompor
Pendaki zaman now tidak sama seperti zaman dulu. Dulu Cuma bermodal korek api untuk membakar kayu. Nah, sekarang sudah ada kompor gas portable yang bisa dibawa kemana-mana. Ini penting untuk aktivitas memasak, atau memanaskan air agar bisa ngopi sambil menikmati negeri di atas awan.

4. Air Minum
Dalam pendakian menuju puncak, tubuh akan menguras tenaga secara ekstra. So pasti lelah. Jadi istirahatlah sebentar dan meneguk sedikit air minum. Setelah itu silahkan lanjutkan lagi pendakian.

Nah. Itulah beberapa persiapan penting yang harus dan wajib dipersiapkan sebelum mendaki. Sebenarnya banyak lagi peralatan penting lainnya seperti tisu, pisau, tali dan sebagainya yang memang dibutuhkan.

3 Tips Sebelum Liburan


Siapa sih yang tidak suka liburan, jalan-jalan ke daerah baru baik di dalam maupun luar negeri. Tentunya liburan adalah hal yang sangat menyenangkan. Bagi yang memilik uang banyak hal itu tentu sangat mudah dilakukan. Tetapi bagi kita yang berpenghasilan pas-pasan nyaris tidak mungkin.

Namun, tidak ada yang tidak mungkin selama ada tekad.

Alangkah baiknya Anda menabung sejak sekarang agar nanti bisa berlibur ke daerah yang Anda inginkan. Selain itu lakukan juga tips ini di bawah ini sebelum melakukan perjalanan liburan.

1.Tentukan Lokasi Liburan
Tentunya Anda harus punya tujuan terlebih dahulu kemana akan berlibur, ke luar negeri kah? Atau Cuma di dalam negeri. Jika sudah, barulah mencari informasi tentang berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk berlibur ke tempat tersebut. Mulai dari ongkos pulang dan pergi, hingga biaya ketika menikmati masa liburan.

2. Rutin Mencari Informasi 
Tidak punya banyak uang bukan berarti Impian Anda liburan tidak musatahil untuk wujud. Ada banyak kuis-kuis atau lomba berhadiah liburan yang bertebaran di internet. Baik itu yang disediakan oleh pihak pemerintah maupun organisasi dan perusahaan swasta. Sering-seringlah mencari informasi terkait info tersebut. Mana tahu ada lomba yang bisa Anda ikuti kemudian keluar menjadi pemenang. Selamat deh, bisa liburan gratis.

3. Tentukan Waktu Liburan
Sebelum melakukan liburan, tentukan dulu waktunya. Agar liburan tidak merusak pekerjaan atau aktivitas Anda yang lainnya. Dan juga perlu diingat bahwa terkadang cuaca juga menjadi faktor penting untuk diperhatikan, jangan sampai liburan Anda terganggu karena cuaca yang tidak mendukung. Terlebih jika Anda liburan ke luar negeri.

Nah itulah 3 tips sebelum menjalani liburan versi Wahana Belajar. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung.

This is the 10 Most Famous Beach Places in Jakarta

Jakarta which is the capital city of Indonesia is also known as a crowded city, stuck, and has little natural attractions. The city of Jakarta holds a lot of history, so there are various historic sights that you can visit in this city. One of the famous historical attractions in Jakarta is the National Monument (Monas) or the Old City.

But who would have thought this super-dense city also has the potential of a beautiful beach attraction. There are many beaches in Jakarta and surrounding areas that are beautiful and interesting to visit. Want to know what are the famous beaches in Jakarta. Check out the following reviews.

1. Ancol Beach


Ancol is one of the iconic beach rides in the city of Jakarta. One of the most famous tourist attractions do not be surprised if many visitors who come from outside Jakarta or from within the city come to Ancol.

2. Thousand Islands (Kepulauan Seribu)


Although the Thousand Islands are separated from the island of Java, but the thousand islands including parts of the province of DKI Jakarta. An archipelago of about 108,000 hectares is home to many exotic destinations that you must visit such as Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Pari and Pulau Harapan. Thousand Islands which is 45 km from the north of Jakarta is not only has a beautiful sea surface, but also interesting in the sea tour to explore.

3. Angel Island (Pulau Bidadari)


Angel Island is one of the islands located in the Thousand Islands. To be able to arrive at coastal attractions around Jakarta, can be through the dock Marina in Ancol Dreamland Park by way of speed boat ride for approximately 30 minutes. Characteristic of this island is to have white sand and clear blue sea water. In Bidadari Island there are terrestrial cottages as well as floating cottages that are often chosen by tourists as a place to spend the weekend. Not only that, beautiful scenery and beautiful also very suitable to perform various activities of sports such as water sports, cycling or just relaxing enjoy the beautiful blue sky and sunbathing under the hot sun.

4. Tidung Island


Still in the Thousand Islands, Pulau Tidung offers a blend of white sand beaches and calm seas that are suitable for you who want a peaceful atmosphere. Tidung Island is divided into 2 namely Tidung Besar and Tidung Kecil which both are connected with a bridge called Jembatan Cinta. In Pulau Tidung Besar there is a population with the largest number of islands located in the Thousand Islands. To reach this island, you can travel from Muara Angke Port and take 3 hours.

5. Scout Island


This island is in the middle of the sea cluster of the Thousand Islands. You will find many fishermen and inns on Pramuka Island. Activities that can be done on this island include fishing, snorkeling, diving, canoeing or just enjoying the beautiful coastal scenery. In addition, on this island, you can also see the breeding of hawksbill that certainly can be an unforgettable experience.

6. Jakarta Bay


Jakarta Bay is an area that is one region with Kepulauan Seribu. This tourist spot can be a suitable place to eliminate fatigue. Activities that you can do in this resort is one of them is to rent a boat to get around. In Jakarta Bay tour you can rent a boat from Ancol or can also use fishing boats owned by the fishermen located in Gong Bay, Tangerang. In addition to get around, here is also available cottages that you can rent to spend the night. Do you want to see the beauty of coral reefs? You can try to snorkel in the shallow sea of Jakarta Bay.

7. Stingray Island (Pulau Pari)


Origin Pari island name is because it has a shape similar to the Pari fish when viewed from above. With a view of soft white sand and a quiet beach area, this island is also suitable for you who like the tranquility. In addition, Pari Island is also an area of LIPI Marine Research Center. If you want to come to this island, can start from the Marina Marina Ancol or Muara Angke Port which travel takes approximately 1 to 1.5 hours by using a speed boat. Or also from the island of Lancang, Pulau Rambut, Pulau Tidung and Pramuka Island which will take a shorter trip for 30 minutes only.

8. Anyer Beach


Located about 30 km west of Jakarta or precisely located in Serang, Banten. This beach is also one of the beaches of Jakarta frequented by tourists from Jakarta and surrounding areas. Anyer Beach becomes a fitting tourist destination for the holidays because of beautiful beaches and available tourist accommodation facilities are quite complete. You can also see the view of Mount Rakata, the son of Krakatoa Mountain towering behind the sea from this coastal area. Not only that, in Anyer Beach there is also a lighthouse that is a relic of the Dutch colonial government.

9. Carita Beach


This beach is also located in Banten precisely in Pandeglang District. Surely for you who live in Jakarta and surrounding areas are familiar with this beach. The blend of charming white sand and blue sea water is the privilege you will encounter here. In Carita Beach area there are many inns or villas for overnight stays, and also available other entertainment facilities.

10. Sawarna Beach


Sawarna beach is a fairly natural beach, because it is still not managed and developed. There are three beach areas that must be visited when you are at this Beach Sawarna Karang Ciantir Beach, Beach Bokor, and Beach Taraje Coral. The activities you can do at this panta are diving or cave tubing, as this beach has many limestone caves that you can explore. There is also a homestay that has been provided for you who want to stay in this beach area.

Wisata PDIKM Padang Panjang


Wisata adalah hal yang diminati oleh banyak orang. Wisata identik dengan berpergian ke suatu tempat dengan tujuan-tujuan tertentu seperti touring, refreshing, atau untuk kepentingan study dan lainnya. Nah, bagi sobat yang memiliki hoby berwisata, dan mungkin akan berkunjung ke Sumatera Barat atau Ranah Minang, tidak ada salahnya untuk mampir ke PDIKM atau Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau yang termasuk sebuah tempat wisata yang terkenal di Kota Padang Panjang, lokasinya terletak di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Bara, Kota Padang Panjang. Sobat pasti penasaran apa saja sih yang ada di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau atau disingkat dengan PDIKM tersebut? Sesuai dengan namanya yaitu PDIKM, Meseum ini berisikan berbagai macam informasi serta koleksi mengenai kebudayaan minagkabau, baik berupa dokumentasi berbasis audio maupun dokumentasi visual.

Koleksi-koleksi tarsebut yaitu seperti buku-buku terbitan tahun 1942 atau sebelumnya, dan buku yang terbit setelah tahun 1950-an. Uniknya, buku-buku tersebut diantaranya masih dalam bahasa Melayu dan bahasa Belanda. Walau begitu, demi tersampainya informasi dengan mudah, sudah banyak buku-buku yang diterjemahkan ke dalam versi bahasa Inonesia.

Berbicara tentang jumlah, buku-buku yang ada di sana ada sekitar 2.400 buku, majalah, maupun kliping. Menariknya juga, selain buku-buku seperti yang kita singgung di atas tadi, juga terdapat berbagai koleksi foto-foto yang di bingkai indah dan rapi serta dipajang di dinding-dinding Museum, berjumlah sekitar 500 buah foto dan ada juga yang berada dalam album yang berjumlah sekitar 900 album. Menarik bukan?

Meseum yang berjarak kurang dari dua kilometer dari pusat Kota Padang Panjang ini dapat diakses melalui jalur utama Padang-Bukittinggi.

Berbicara tentang pendirian PDIKM ini, salah satu factor utama yang menjadi latar belakang didirikannya PDIKM ini adalah adanya pendapat bahwa masyarakat Minangkabau tidak mempunyai bukti-bukti sejarah tertulis yang baik. Hal itu sendiri dikarenakan orang Minang terbiasa dengan budaya tutur yang dilestarikan turun menurun ke anak cucu. Jika kita lihat pada kenyataan yang terjadi memang benar bahwa dokumentasi tentang Minangkabau lebih banyak dijumpai di daerah luar Minangkabau, misalnya di Museum Nasional Indonesia yaitu di Jakarta, atau di Museum Leiden, Belanda.

Jika sobat masih penasaran dengan PDIKM silahkan sempatkan waktu luang untuk berkunjung. Jangan sampai ketinggalan, wisatawan dari manca negara seperti Malaysia, Australia, Amerika, Jerman, Inggris, dan Negara lainnya sudah pernah ke sini. Udara di lokasi PDIKM sangat dingin, sobat boleh membawa baju tebal atau jaket, karena kabut nan dingin akan turun tiba-tiba dan menyelimuti Museum tersebut, sekedar tips, kalau sobat kebal terhadap cuaca dingin tidak masalah.