Showing posts with label Wawasan. Show all posts
Showing posts with label Wawasan. Show all posts

Memahami Tujuan Program dalam Pembelajaran

Tujuan program dinyatakan dalam suatu rumusan mengenai tingkah laku yang diharapkan dimiliki siswa setelah menerima program tersebut. Secara hierarkis, tujuan program dibedakan menjadi beberapa kategori, mulai dari tujuan yang bersifat umum sampai tujuan yang bersifat khusus.

Kategori pertama adalah tujuan lembaga pendidikan atau tujuan institusional. Misalnya, ada tujuan Sekolah Dasar, SMP, SMA, SPG, dan lain-lain. Tujuan lembaga (tujuan institusional) tidak lain adalah rumusan tingkah laku yang diharapkan dimiliki siswa setelah Ia menyelesaikan program pendidikan di lembaga pendidikan tersebut.



Tujuan ini sudah tentu umum sebab merupakan tujuan jangka panjang (6 tahun untuk SD atau tiga tahun untuk SMP), yakni lamanya pendidikan di lembaga pendidikan tertentu.

Sebagai contoh tujuan institusional diantaranya adalah tujuan SMP, yakni agar para lulusan:


a. menjadi warga Negara yang baik sebagai manusia yang utuh, sehat, dan kuat lahir batin.
b. menguasai hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SD dan
c. memiliki bekal untuk melanjutkan pelajarannya ke sekolah lanjutan tingkat atas, dan untuk terjun ke masyarakat.


Tujuan umum di atas kemudian dijabarkan menjadi tujuan yang lebih khusus. Tujuan khusus tersebut dibagi ke dalam tiga bidang tujuan, yakni bidang pengetahuan, bidang keterampilan serta bidang nilai dan sikap.


Kategori kedua adalah tujuan kurikuler atau tujuan kurikulum, yakni tujuan dari setiap bidang studi atau mata pelajaran yang diberikan atau diprogramkan di setiap lembaga pendidikan tersebut. Seperti halnya tujuan institusional, tujuan kurikulum berisikan rumusan tingkah laku yang diharapkan dikuasai siswa.


Rumusan tingkah laku tersebut diharapkan dapat dikuasai oleh siswa setelah ia menyelesaikan bidang studi yang dipelajarinya. Dengan kata lain, tujuan kurikuler lebih khusus daripada tujuan institusional, atau merupakan penjabaran dari tujuan institusional.


Contoh tujuan kurikuler adalah tujuan IPA, IPS, PMP, dan bidang studi lainnya. Oleh sebab itu, untuk satu tujuan institusional dapat dijabarkan menjadi beberapa tujuan kurikuler. Dapat pula diartikan bahwa tujuan konstitusional tercapai apabila seluruh tujuan kurikuler dikuasai oleh semua siswa.


Kategori ketiga adalah tujuan intruksional (tujuan pengajaran). Bila tujuan kurikuler adalah bidang studi, maka tujuan instruksional adalah tujuan dari setiap bahan yang dijabarkan dari setiap bidang studi. Kita ketahui bahwa setiap bidang studi mempunyai ruang lingkup bahan yang terdiri dari beberapa pecahan/bagian, yang kita kenal dengan istilah pokok bahasan dan sub pokok bahasan.


Baca juga: Materi atau Isi Porgram dalam Pembelajaran

Bila guru mengajar satu pokok bahasan dari suatu bidang studi, berarti guru tersebut mengajarkan sebagian bahan dari bidang studi tersebut. Jika guru selesai mengajarkan semua pokok bahasan yang terdapat dalam bidang studi tertentu, misalnya IPS, dapat dikatakan selesailah bidang studi IPS. Oleh sebab itu, dapat dirumuskan bahwa tujuan instruksional adalah rumusan kemampuan atau tingkah laku yang diharapkan dikuasai oleh siswa setelah ia menyelesaikan suatu program pengajaran.


Tujuan pengajaran dapat dibedakan menjadi tujuan pengajaran umum dan tujuan pengajaran khusus.


Dalam setiap rumusan tujuan yang telah dikemukakan di atas, terdapat istilah tingkah laku atau kemampuan. Maksud kata tingkah laku dalam rumusan tujuan mengandung tiga aspek, yakni aspek pengetahuan, nilai dan sikap, serta keterampilan. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tida dapat terpisahkan.


Tingkah laku ini (pengetahuan, nilai dan sikap, serta keterampilan) pada hakikatnya adalah hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa.


Baca juga: Memahami Secara Jelas Pengertian Kurikulum

Perbedaan Kecerdasan dan Ragam Gaya Belajar


Pada dasarnya setiap individu itu unik, karena diciptakan dengan kemampuan dan talenta yang berbeda-beda. Oleh karena itulah maka seorang pakar dari Harvard University memperkenalkan model spektrum tipe kecerdasan manusia. Dalam konsep “multiple intelligence” atau kecerdasan majemuk ini, dikenal ada 9 (sembilan) jenis kecerdasan manusia, yaitu:

1. Kecerdasan Logika Matematis – terkait dengan kemampuan berfikir secara runtut dan terstruktur dalam memecahkan suatu persoalan; 

2. Kecerdasan Verbal Linguistik – terkait dengan kemampuan berbahasa dan menggunakan bahasa sebagai alai komunikasi; 

3. Kecerdasan Ritme Musik – terkait dengan kemampuan dalam memahami keteraturan bunyi dan menciptakan keindahan darinya; 

4. Kecerdasan Kinestetik Otot – terkait dengan kemampuan menggerakkan dan memfungsikan berbagai anatomi fisik manusia untuk berbagai tujuan atau obyektif tertentu; 

5. Kecerdasan Intrapersonal – terkait dengan kemampuan dalam menggunakan kekuatan internal individu melalui proses pengendalian diri dan introspeksi ke dalam secara intensif;

6. Kecerdasan Interpersonal – terkait dengan kemampuan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak eksternal di luar diri sendiri untuk menciptakan jejaring relasi yang bermanfaat;

7. Kecerdasan Eksistensi – terkait dengan kemampuan menjawab pertanyaanpertanyaan mendasar mengenai asal usul suatu sebab dan menciptakan berbagai teori terkait dengannya; 

8. Kecerdasan Visual Spasial – terkait dengan kemampuan memahami keteraturan dan keindahan suatu gambar maupun tata ruang entitas dua atau tiga dimensi untuk berbagai keperluan nyata; dan 

9. Kecerdasan Naturalis – terkait dengan kemampuan memahami dan melaksanakan kegiatan yang ramah lingkungan dalam rangka menciptakan bumi yang lebih baik.

Mengingat bahwa pada dasarnya setiap manusia memilii kekuatan dan kecerdasan yang berbeda-beda, maka dapat diduga bahwa gaya belajar mereka pun pasti beraneka ragam. Dengan gaya belajar yang beranekaragam tersebut, sangat mustahil jika pendekatan proses belajar mengajar dilakukan secara homogen alias seragam (Beetham et al., 2007). Dalam kaitan ini, harus terjadi perubahan paradigma, pola pikir, dan perilaku dalam penyelenggaraan belajar mengajar di kelas seperti yang ditampilkan pada gambar berikut. Perubahan yang dimaksud antara lain: 

• Dari model belajar mengajar dimana guru menjadi pusat perhatian, menjadi pola pembelajaran dimana peserta didik menjadi subyek yang lebih aktif; 

• Dari pola interaksi yang hanya satu arah dimana guru berbicara dan siswa mendengar, menjadi suatu model interaksi yang melibatkan seluruh panca indera; 

• Dari perspektif pembelajaran dimana setiap siswa memperoleh ilmu dan pengalaman yang sama, menjadi terjadinya akuisisi terhadap pengetahuan yang bervariasi dan beragam; 

• Dari lingkungan belajar yang monoton, menjadi suatu lingkungan yang interaktif dengan menggunakan berbagai media dan fasilitas pendidikan;

• Dari lokasi pembelajaran yang terisolasi di kelas dan/atau laboratorium semata, menjadi tempat belajar mengajar yang bervariasi; 

• Dari alur penyampaian pengetahuan yang satu arah, menjadi pertukaran ilmu pengetahuan dan kompetensi yang multi arah; 

• Dari mekanisme pembelajaran yang pasif, menjadi sangat aktif karena terjadinya komunikasi multi arah antara seluruh peserta didik; 

• Dari mempelajari hal-hal yang bersifat faktual dan historis, menjadi aktivitas berfikir secara lateral; 

• Dari yang berbasis pengetahuan pasif untuk dihafalkan, menjadi latihan pengambilan keputusan berdasarkan ragam informasi yang diperoleh; 

• Dari pembahasan suatu materi ilmu yang bersifat reaktif, menjadi lebih terencana dan holistik; 

• Dari pembahasan kasus-kasus masa lalu yang telah terjadi dan bersifat historik serta tertutup, menjadi lebih otentik karena kontekstual; dan

 • Dari konteks kejadian yang artifisial, menjadi peristiwa yang kongkrit.

Keseluruhan perubahan model pembelajaran ini sangat mustahil untuk dilakukan tanpa kehadiran teknologi informasi dan komunikasi yang memadai.

Sumber: Ebook Buku TIK Perguruan Tinggi Hal. 16-17

Baca juga:
Memahami Secara Jelas Pengertian Kurikulum

Wajib tahu! Ini Jumlah Provinsi di Indonesia


Salah satu wujud kecintaan kita terhadap Negara kita sendiri yaitu Indonesia, adalah dengan mengenal Indonesia itu sendiri. Mengenal budaya, alam, hingga kekayaan yang ada di Indonesia. Nah, jika ingin mengenal budaya di Indonesia yang beraneka ragam, tentunya kita harus tahu dulu ada berapa jumlah provinsi yang ada di Indonesia. Begitu juga jika kita ingin mengenal alam atau mengetahui kekayaan yang dimiliki oleh Negara kita sendiri.

Apakah penting mengetahui jumlah provinsi yang ada di Indonesia?

Tentu saja sangat penting, karena dari situ kita akan saling mengenal dan menghargai. Namun pada faktanya, saat saya sekolah dulu hingga tamat, tidak ada satupun penegasan yang benar-benar mewajibkan murid/atau siswa untuk menghafal dan mengenal provinsi yang ada di Indonesia. Sehingga kita begitu kolot (sama sekali tidak tahu) tentang provinsi lain yang ada di Indonesia.

Mengetahui jumlah provinsi yang ada di Indonesia juga akan besar pengaruhnya dengan kekayaan wawasan, ide, maupun pikiran kita sendiri. Seperti saya sendiri selaku orang Aceh, dulu ketika mendengar tentang Padang atau Provinsi Sumatera Barat yang dikenal dengan Minangkabau-nya, akan terasa begitu asing bagi saya. Sehingga akan sulit untuk menjalin komunikasi dengan orang-orang baru. Pun begitu dengan daerah lain seperti Jawa, Riau dan lainnya.

Lalu, berapa sih jumlah provinsi yang ada di Indonesia?

Mengenai jumlah provinsi itu sendiri, mengalami perubahan dari masa ke masa yang dikarenakan oleh populasi penduduk yang semakin meningkat dan  demi memudahkan laju administrasi, sehingga dibagilah negara kita ini menjadi beberapa provinsi. Sebelumnya, pada awal kemerdekaan Indonesia, provinsi yang ada di Indonesia Cuma ada 8, kemudian pada masa orde baru menjadi 27 provinsi. Dan hingga sekarang ini Indonesia telah memiliki 34 provinsi.

Berikut nama-nama Provinsi di Indonesia beserta Ibukotanya

Nama Provinsi
Ibukota
Nangroe Aceh Darussalam
Banda Aceh.
Sumatera Utara
Medan
Sumatera Barat
Padang
Riau
Pekanbaru
Kepulauan Riau
Tanjung Pinang
Jambi
Jambi
Sumatera Selatan
Palembang
Bangka Belitung
Pangkal Pinang
Bengkulu
Bengkulu
Lampung
Bandar Lampung
DKI Jakarta
Jakarta
Jawa Barat
Bandung
Banten
Serang
Jawa Tengah
Semarang
DI Yogyakarta
Yogyakarta
Jawa Timur
Surabaya
Bali
Denpasar
Nusa Tenggara Barat
Mataram.
Nusa Tenggara Timur
Kupang
Kalimantan Barat
Pontianak
Kalimantan Tengah
Palangkaraya
Kalimantan Selatan
Banjarmasin
Kalimantan Timur
Samarinda
Kalimantan Utara
Tanjung Selor
Sulawesi Utara
Manado
Sulawesi Barat
Mamuju
Sulawesi Tengah
Palu
Sulawesi Tenggara
Kendari
Sulawesi Selatan
Makassar
Gorontalo
Gorontalo
Maluku
Ambon
Maluku Utara
Ternate
Papua Barat
Manokwari
Provinsi Papua
Jayapura

Nah, itulah uraian singkat kita mengenai jumlah provinsi yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat dan berguna untuk referensi serta menambah wawasan.

Ini Dia 5 Tips Mengelola Waktu yang Mampu Merubah Hidup Anda


Setiap orang pasti ingin berubah menuju perubahan nyata yang lebih baik dalam hidupnya, termasuk anda yang membaca artikel ini pasti ingin sekali bisa berubah agar lebih baik dari sebelumnya. Jika begitu hal yang paling utama yang harus anda lakukan adalah memulai dengan belajar bagaimana secara efisien mungkin memenej waktu anda. Karena siapun yang tahu bagaimana memenej waktu dan mampu melakukannya, secara otomatis dia juga akan tahu bagaimana memenej atau mengelola hidup. Manajemen waktu yang baik adalah tentang prioritas yang sesuai, jika sudah demikian barulah tercipta manajemen yang tepat untuk hidup anda. Manajemen waktu yang cerdas yang anda lakukan akan menentukan kualitas hidup anda dan bukan dikarenakan oleh banyaknya energi yang anda konsumsi terhadap apa yang anda lakukan.

1. Membuat to-do list
Anda harus mendata dan mencakupi tugas-tugas tertentu yang harus anda kerjakan dalam waktu jangka pendek termasuk kegiatan-kegiatan anda saat ini, kerena dengan demikian akan menjadi to-do-lists yang baik dan juga efesien. Terhadap tugas yang berulang dapa direncanakan untuk hari lain saat anda punya waktu yang sangat tepat untuk menyelesaikannya.
Anda tidak boleh sesekali pun menganggap remeh terhadap pentingya perencanaan tugas-tugas anda tersebut. Sebuah rencana yang baik dan akurat dapat memberikan anda kontrol yang besar dari waktu anda. Anda harus menyadari apa yang terpenting bagi anda dan menempatkannya pada urutan atas di daftar anda.

2. Buatlah Rencana SMART (Specific-Measureable-Achievable-Reasonable-Timeline)
Rencanakanlah tugas yang  menurut anda paling sulit disetiap awal minggu sehingga anda akan lebih santai ketika menjelang akhir minggu ataupun sebelum memasuki akhir pekan. Tugas yang sulit memang lebih baik dijadwalkan di awal minggu pada hari Senin atau Selasa, dan dipertengahan minggu untuk tugas-tugas yang lebih mekanis atau lebih anda lakukan, dan anda bisa sedikit lebih bebas dan santai ketika mendekati akhir minggu dikarenakan pekerjaan atau tugas-tugas berat telah anda selesaikan sebelumnya.

3. Aturlah Yang Prioritas
Anda harus belajar bagaimana cara mengatur prioritas-prioritas anda seefesien mungkin. Tugas yang paling penting untuk anda lakukan harus berada di peringkat lebih tinggi dalam daftar tugas harian anda. Cobalah untuk menerapkan prinsip Pareto di mana 80 % dari prestasi anda dihasilkan dengan melakukan 20 % usaha anda. Dengan kata lain, cobalah untuk bekerja cerdas dan sederhana. Jangan sekali-kali anda mengabaikan tugas-tugas penting anda untuk mencapai hasil yang tidak signifikan.

4. Tak Perlu Takut Katakan “Tidak”
Anda juga harus belajar untuk sekali-sekali mengatakan TIDAK dan tidak menerima tugas-tugas yang tidak dapat anda lakukan. Jika anda merasa stres dan kehabisan waktu,kehabisan waktu, maka lebih baik untuk menolak undangan pergi makan siang atau makan malam keluarga. Anda harus menyadari bahwa anda tidak dalam kewajiban untuk mempersingkat segalanya dalam sekejap. Anda harus belajar untuk memilih tugas yang anda benar-benar ingin lakukan atau yang perlu diselesaikan.

5. Konsisten
Semua kesuksesan tak terlepas dari yang namanya konsisten. Begitupun dalam pengelolaan waktu. Anda harus konsisten terhadap apa yang telah anda kerjakan, dijamin anda akan memperoleh hasil yang tidak akan mengecewakan.