Showing posts with label Unik. Show all posts
Showing posts with label Unik. Show all posts

Wanita Wajib Tahu, Ini 9 Ciri Pria Sukses

Tidak perlu dipungkiri bahwa sangat sedikit wanita yang mau menerima seorang lelaki apa adanya. Seperti kata banyak orang, “hidup tak cukup hanya dengan cinta”, dan mungkin termasuk kamu. Karena pada dasarnya seorang wanita ingin dimanja dan dipenuhi kebutuhannya , itulah sebabnya tidak mau dengan lelaki atau pria yang tak bermodal. 

Memang, memiliki pasangan yang memiliki hidup atau masa depan terjamin adalah impian setiap wanita. Namun, apakah kamu tahu bagaimana ciri seorang pria yang nantinya akan menjadi pasangan kita adalah orang sukses atau orang tidak memiliki apa-apa? Jangan salah, sekarang ini sangat banyak terjadi penipuan. Pria mengaku mempunyai mobil, padahal cuma pinjaman, ngaku-ngaku punya rumah besar padahal itu hanya bohong belaka hingga akhirnya wanita jadi korban.

Tentunya kamu tidak mau kan menjadi korban pria penipu yang katanya mapan tapi aslinya hanya pria melarat yang tak punya pekerjaan atau bermasa depan suram. Untuk itu kamu wajib tahu bagaimana ciri-ciri seorang pria yang memiliki kehidupan cerah atau berpotensi untuk menjadi orang sukses.

Kamu sangat mendambakan pria sukses bukan? Jika benar silahkan membaca artikel ini sampai selesai ya, jika perlu bagikan ke taman kamu yang lain agar mereka juga tahu. Berikut 9 ciri pria sukses yang wajib kamu ketahui.

1. Memiliki Rasa Percaya Diri


Memiliki rasa percaya diri yang tinggi tidaklah dimiliki oleh semua orang, kebanyakan orang yang tidak akan pernah sukses adalah mereka yang tidak memiliki rasa percaya diri. Nah, pria yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi sudah pasti sangat mengenal bakat dan kemampuannya, dia juga mengetahui kekurangan atau kelebihan yang dia miliki. Itu sebabnya rasa takut tidak pernah menghampriinya untuk berinteraksi dengan orang lain atau ketika ia sedang mencoba hal-hal baru. Termasuk kepercayaan dirinya bahwa dia akan hidup mapan baik sekarang maupun ketika telah berumah tangga.

Nah, bagi kamu yang mengenal pria seperti ini jalinlah komunikasi sebagus mungkin. Saya do’akan kamu mendapatkan pria tersebut, tapi ingat.. Cinta juga tidak bisa dipaksakan. Namun kamu harus berusaha dengan cara mengetahu kebiasaannya atau hal-hal yang dapat membuat dia senang. Memberi perhatian juga menjadi pengaruh penting.

2. Tidak Pernah Pesimis


Pria yang dalam hidupnya selalu optimis dan tidak pernah kenal dengan kata menyerah atau pesimis adalah salah satu tanda bahwa pria tersebut adalah orang yang sukses atau mempunyai bakat untuk hidup mapan. Mengapa demikian? Karena seorang pria yang memiliki sifat optimis adalah orang yang mampu melakukan suatu pekerjaan atau hal sesulit apapun itu dia pasti bisa mengatasinya.

Apakah salah satu temanmu ada yang seperti ini? Jika ada silahkan Tanya apakah dia sudah punya pasangan atau belum. Mana tahu kamu memiliki kesempatan atau bahkan menjadi jodohnya. 

3. Memiliki Insting yang Tajam Terhadap Bisnis


Mendengar kata bisnis pastilah membuat kamu membayangkan seorang yang memiliki penghasilan cukup atau uang masuk yang banyak. Nah, pria yang memiliki insting bisnis yang tajam dia pasti mampu mencium sebuah peluang walau sekecil apapun untuk dijadikan usaha atau bisnis.

Perlu kamu ketahui bahwa pria seperti itu tidaklah banyak. Jika kamu memiliki teman pria yang sering bertanya tentang peluang usaha atau berbicara soal bisnis, besar kemungkinan bahwa dia memang orang kaya atau berbakat untuk memiliki kehidupan sukses.

Apakah ada seorang pria yang sedemikian mendekatimu atau telah menjadi pasanganmu? Jika ada jagalah perasaannya agar kamu memiliki hubungan yang langgeng.

4. Punya Banyak Rekening


Jika kamu sedang mendambakan seorang pria, sebaiknya juga akamu memperhatikan apakah dia memiliki rekening atau buku tabungan lebih dari satu atau tidak memiliki buku rekekning sama sekali.

Jika benar bahwa dia memiliki rekening bank lebih dari satu besar kemungkinan bahwa dia adalah pria yang berbakat untuk kaya dan sukses. Karena, pria yang memiliki buku rekening yang banyak berarti ia berusaha untuk mengatur keuangannya dengan baik.

Pria seperti itu pasti akan memisahkan rekeningnya untuk kebutuhan tertentu. Misalnya rekening yang satu adalah untuk menerima gaji, rekening kedua untuk tabungan, yang ketiga untuk belanja barang-barang tertentu dan lainnya.

Jika pria seperti itu sedang mendekatimu berarti selamat, itu adalah peluang untuk kamu menunjukkan bahwa kamu tertarik padanya.

5. Mempunyai Keahlian Khusus


Ini biasanya adalah hal yang sangat menonjol jika dilihat dari seorang pria. Yaitu bakat atau keahlian khusus. Misalnya seorang pria yang mempunya bakat komputer yang mumpuni atau bisa dengan mudah mendapatkan hati orang ketika beradaptasi di lingkungan baru ataupun dunia kerja. Keahlian tersebut bisa menjadi modal besar baginya untuk menjalani hidup.

Pria seperti ini mampu bertahan hidup dimanapun dan sesulit apapun.

6. Selalu Fokus pada Tujuan


Jika ada pria yang saat melakukan pekerjaan apapun dia selalu fokus dan kefokusan tersebut tidak bisa dihancurkan oleh suatu hal apapun, bisa saja dia adalah pria yang memiliki rasa tanggung jawab yang cukup baik.

Hal tersebut erat kaitannya dengan cara ketika ia sedang berusaha untuk menggapai cita-citanya, menyelesaikan pekerjaannya serta keseriusannya dalam membangun rumah tangga.

Sangat disesalkan jika kamu pernah menolak atau mengecewakan orang yang seperti itu.

7. Pekerja Keras


Memiliki ketajaman isting terhadap bisnis saja tentunya tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan adanya kerja keras. Hal ini juga yang membedakan seorang pemimpi kelas tinggi dengan seorang yang serius mewujudkan mimpinya.

Nah, pria yang ingin mewujudkan mimpinya akan selalu bekerja keras kadang tak kenal waktu dan tak memperdulikan istirahat.

Pria seperti itu biasanya tidak memiliki waktu yang banyak untuk bermain melainkan fokus bekerja keras melakukan hal-hal yang bisa mewujudkan mimpinya.

8. Memiliki Relasi yang Banyak


Seorang pria yang memiliki potensi sukses biasanya memiliki link dimana-mana. Tidak hanya teman sekampus, atau teman sekantor, dia juga memiliki teman di komunitas atau organisasi lain dan jaringan yang lebih luas lebih dari yang kamu duga.

Tentunya pria yang memiliki banyak relasi atu link dimana-mana dan cukup banyak akan membuatnya bisa mempertahankan kehidupan dengan baik.

9. Sifat yang Dermawan


Belum tentu orang yang hemat dan tidak mudah mengeluarkan adalah orang yang kaya atau mudah menjadi kaya. Justru pria yang hatinya sangat nudah tergerak untuk berbagi dan menolong orang lain adalah seorang yang sangat berbakat menjadi orang kaya dan sukses.

Bukankah Tuhan akan berjanji menggantikan harta yang kita sedekahkan dengan berlipat ganda. Jika kamu memiliki pasangan seperti ini, itu tak usah takut, karena dia tidak akan kseulitan dalam keuangan dan semua urusannya pasti dimudahkan.

Wajib Tahu ! Ini 5 Fakta Menarik UIN Ar-Raniry Banda Aceh.


Selepas Sekolah Menengah Pertama setiap kita pasti akan berpencar menuju kehendak masing-masing dalam tujuan menempuh perkuliahan. Untuk itu pilihan terhadap Universitas favorit pun beragam dan berbeda menurut keinginan masing-masing.

Baca juga : 4 Persiapan Penting Sebelum Menempuh Perkuliahan

Nah, bagi Anda yang berada di Aceh dan tidak berencana untuk kuliah di luar daerah, di Aceh sendiri juga terdapat beberapa Universitas favorit yang banyak diminati dan juga cocok untuk melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Salah satunya adalah UIN Ar-Raniry.

Di UIN Ar-Raniry sendiri terdapat beberapa falkutas dengan masing-masing program study yang berbeda dan tentunya bagus.

Pada sesi ini saya akan mengupas tentang fakta-fakta yang dimiliki oleh UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Tujuan utama penulisan artikel ini adalah supaya calon-calon mahasiswa yang sedang mencari Universitas, mendapat sebuah gambaran tentang  Universitas UIN Ar-Raniry. Mana tahu dengan adanya informasi ini menambah minat untuk menempuh perkuliahan di UIN Ar-Raniry. Selanjutnya tujuan lain dari penulisan artikel ini adalah untuk berbagi informasi kepada sobat pembaca. Barangkali masih ada mahasiswa-mahasiswa dari kampus itu sendiri yang belum tahu atau mengenal kampusnya sendiri.

Oke, langsung saja kita bahas tentang 5 fakta menarik yang dimiliki UIN Ar-Raniry.

1. UIN Ar-Araniry atau yang disingkat dengan UNIAR tersebut ternyata didirikan pada tahun 1960.

2. Alamat Universitas tersebut terletak di JL. Ibnu Sina, No. 2, Darussalam, Syiah Kuala, Kopelma Darussalam, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Bagi anda yang tinggal di daerah ibukota Aceh tentunya sudah tahu letak keberadaan Universitas tersebut.

3. Menurut referensi yang saya kuti langsung dari wikipedia, ternyata nama dari Kampus UIN Ar-Raniry sendiri ternyata diadobsi dari nama salah seorang Ulama besar Aceh yang sangat berpengaruh pada masa Kerajaan Sultan Iskandar Tsani ( yang memerintah tahun 1637-1641).

Baca juga : 7 Fakta Unik Mahasiswa di Hari Libur

4. Jumlah Fakultas yang terdapat pada UIN Ar-Raniry ada sembilan fakultas yaitu Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Raebiyah dan Keguruan, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Sosial dan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Psikologi dan juga Program PascaSarjana.

5. Sejak diresmikannya Universitas tersebut sampai sekarang sudah tercatat 11 Rektor yang mendampingi UIN Ar-Raniry, di antaranya adalah A. Hasjmy, alm. (1963-1965), Drs. H. Ismuha, alm. (1965-1972), Ahmad Daudy, MA (1972-1976) sekarang Prof. Dr. H. Ahmad Daudy, MA, Prof. A. Hasjmy, alm. (1976-1982), Prof. H. Ibrahim Husein, MA (1982-1987 dan 1987-1990), Drs. H. Abd. Fattah, alm. (1990-1995), Prof. Dr. H. Safwan Idris, MA, alm(1995-2000), Prof. Dr. H. Al Yasa Abubakar, MA (Plh) (2000-2001), Prof. Dr. H. Rusjdi Ali Muhammad, SH (2001 s/d 2005), Prof. Drs. H. Yusny Saby, MA., Ph. D (2005 s/d 2009) dan yang terakhir adalah Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA (Agustus 2009 s/d sekarang.)

Itu dia 5 fakta menarik tentang UIN Ar-Raniry yang dapat saya share kali ini. Semoga bermanfaat dan menjadi referensi.

Baca juga : Kenapa IPK Cuma 1-4,00 ? Ini Jawabannya

7 Fakta Unik Mahasiswa di Hari Libur


Sobat, kemana biasanya sobat menghabiskan hari libur semester? Ke pulau? atau mendaki gunung? Pastinya sobat punya jawaban tersendiri untuk itu. Ada yang memilih berlibur ke pulau bersama teman-teman, ada yang mendaki gunung, ada yang berkunjung ke situs bersejarah, bahkan pasti ada yang tidak menikmati hari libur sama sekali, melainkan menghabiskan hari libur sambil nonton TV di rumah.

Berbicara hari libur mungkin memang identik dengan bepergian ke suatu tempat. Tetapi di kalangan mahasiswa banyak sekali fakta unik yang dialami di waktu libur semester. Kalau saya sendiri sih libur semester itu terutama memang saya sambut dengan berlibur untuk merefresh otak agar segar kembali. Karena tugas-tugas kuliah bikin kepala pusing, so tentulah butuh refreshing. Namun sobat dan saya pasti punya cara berbeda dalam menyikapi itu. Dalam hal ini maka saya rangkum dalam sebuah artikel dengan judul fakta unik mahasiswa di hari libur.

Apa saja fakta unik tersebut? Berikut ulasannya.

1. Memikirkan tentang IP
Ternyata tidak semua mahasiswa yang langsung memikirkan atau merencanakan liburan setelah datangnya msuim libur semester, tetapi ada juga yang memikirkan IP terlebih dahulu. Ini biasanya dirasakan oleh mahasiswa-mahasiswa yang penggemar nilai, dia akan sangat takut kalau mendapat IP rendah, sehingga terus menerus berpikir tentang IP. Kalau saya sendiri sih sangat anti dengan hal sedemikian. Setiap orang kan beda-beda. So tidak perlu dimasalahkan.

2. Menikmati Hari Libur
Siapa sih yang tidak senang dengan hari libur? Semua orang sudah pasti suka, Begitu pun mahasiswa. Mahasiswa biasanya ketika hari libur pasti merencanakan liburan bersama misalnya seperti ke Pulau, atau mendaki gunung seperti yang saya singgung di atas tadi. Wah,, seru ya? Saaya sendiri kadang juga memanfaatkan waktu libur untuk bepergian ke  suatu tempat wisata atau tempat yang belum pernah saya kunjungi, misalnya seperti situs bersejarah sembari menambah pengetahuan dan wawasan.

3. Pulang Kampung
Ini biasanya dirasakan oleh mahasiswa rantau. Tapi tidak semuanya kok mahasiswa tantau memilih pulang kampung ketika libur semester, ada juga yang suka menghabiskan waktu bersama-temannnya untuk berlibur, atau yang sudah terikat kerja sehingga tidak berkesempatan untuk pulang. Bagi yang pulang kampung barangkali sudah terlalu lama tidak pulang, atau kangen berat. So, wajar aja kalau memilih untuk pulang kampung.

4. Rajin Ke Perpustakaan
Nah, bagi mahasiswa yang hoby membaca ini sudah pasti dialaminya, apa lagi kalau hobi  mencari pengetahuan dan ide baru.  Membaca merupakan kebiasaan yang sangat positif. Tidak ada salahnya jika sobat mempraktekkan hal ini di saat libur semester, sambilan mempersiapkan diri untuk m enghadapi semester yang selanjutnya. Perpustakaan daerah merupakan pilihan yang bagus untuk hal ini, karena gratis.

5. Sering ke Rumah Teman
Sendiri memang membosankan, apa lagi di musim libur. Masa-masa kuliah yang hanya diliburkan sebentar rasanya terlalu lama dan ingin berkumpul kembali bersama teman-teman. Nah, karena rasa rindu ingin ngumpul lagi, ternyata juga ada mahasiswa yang memanfaatkan hari libur untuk bermain atau silaturrahmi ke rumah teman.

6. Mencari Lawan Diskusi
Ini biasanya hanya dilakukan oleh mahasiswa tertentu yang memang begitu berambisi terhadap pengetahuan sehingga hari libur dimanfaatkan untuk berdiskusi. Untuk itu dia akan mencari lawan berdiskusi entah itu teman, kenalan baru atau bahkan dosen. Berdiskusi memang memberi manfaat besar untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

7. Memancing Ikan
Mahasiswa yang punya hobi ini tentu saja tidak akan menyia-nyiakan libur semester sehingga berlalu begitu saja. Pastinya memancing menjadi pilihan yang tepat di hari libur, selain tidak ada kegiatan kampus, juga tidak dijerat oleh tugas-tugas yang membuat tak bebas.

Nah, itulah 7 fakta unik mahasiswa di hari libur yang mungkin salah satunya sobat alami. Sebenarnya masih banyak fakta unik yang dialami mahasiswa ketika menjelang atau sedang libur semester yang sobat temukan sehari-hari. Apapun aktivitas atau pilihan sobat dihari libur, nikmatilah hari libur tersebut dengan hal-hal yang bermanfaat.

Kenapa IPK Cuma 1-4,00 ? Ini Jawabannya


Salam hangat sobat Wahana Belajar di manapun berada. IPK merupakan hasil akhir pada kelulusan di perguruan tinggi, sangat banyak orang yang berpacu untuk mendapat IPK tertinggi dengan alasan dan tujuan beragam, ada yang katanya ingin mendaftar beasiswa dan lain sebagainya. Saya yakin, judul di atas tadi pasti membuat sobat penasaran, benar kan? apalagi buat sobat-sobat yang berperan sebagai mahasiswa. Kenapa IPK cuma 1-4.00? Kalau sudah tahu saya ucapkan selamat dan Alhamdulillah.

Ini saya dapat dari pengalaman pribadi saya dan teman-teman saya di kampus. Jawabannya sangat simpel dan mudah dan sangat masuk akal. But.. Sebelumya mari baca dulu cerita ini.

Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman di BEM STAI Imam Bonjol berinisiatif menggelar sebuah acara yaitu Training Of Trainer untuk pelajar dan Mahasiswa. Dengan penuh rasa syukur dan bangga kami berhasil meyukseskan acara tersebut. Acara Training Of Trainer atau TOT yang bertema Kepemimpinan dan Membangun Manajemen Organisasi itu, kami hadirkan pemateri atau narasumber yang berpengalaman di bidangnya dan memiliki kelebihan serta keunikan masing-masing dalam berbagi ilmu dan pengalamannya.

Ada tujuh materi yang disuguhkan, adapun judul-judul materi dalam kegiatan TOT tersebut yaitu :

1. Peranan Pemimpin Dalam Menggerakkan Organisasi
2. Membangun Integritas Pemimpin
3. Lahirkan Pemimpin Melalui Dongeng
4. Kepemimpinan Dalam Islam
5. Membangun "Bradn" yang Kuat, Sukses Berorganisasi
6. Pemimpin Berkarakter dan Berakhlak Mulia
7. Pemimpin dan Tanggung Jawab Kepemimpinan


Sobat pasti bertanya-tanya apa hubungannya judul Artikel tadi dengan cerita ini? hehe,, tenang sobat. Hubungannya ada, karena pengetahuan tentang kenapa IPK cuma 1-4.00 saya ketahui dari seorang Pemateri yang sebelumnya bertanya kepada seluruh peserta dan mahasiswa yang hadir mendampingi acara TOT Tersebut.

Pada saat kelangsungan TOT dengan salah seorang narasumber, suasana dibuat bingung oleh pertanyaan "Kenapa IPK cuma 1-4,00?" Saya sendiri kaget dan bingung dengan pertanyaan tersebut. Pasalnya, sudah 2 tahun saya kuliah baru kali itu saya temui pertanyaan yang tak terjamah oleh pikiran kritis saya. Peserta dan teman-teman yang lain juga ikut bingung. Ada yang coba-coba nebak dengan nalar masing-masing, tapi satu pun tidak ada jawaban yang sesuai.

Jawaban dari pertanyaan tersebut ternyata sangat simpel dan masuk akal. Jawabannya apa? Ini nih sobat.. Ternyata IPK terTinggi cuma 4.00 dikarenakan 4+96 = 100. 4 itu adalah nilai akademik atau indeks prestasi di perguruan tinggi, dan 96 itu adalah kerja nyata dalam kehidupan. Paham kan sobat? itu menunjukkan bahwa IPK hanya memiliki pengaruh kecil dalam kehidupan. Bercuma IPK tinggi tapi tidak memiliki manfaat dalam kehidupan dan masyarakat. Bukankah manusia yang baik itu yang bermanfaat bagi orang lain? jadi jangan bangga mendapat IPK tinggi, itu semua tidak ada artinya dibanding angka 94. Apalagi mendewakan IPK.


Sobat tau tidak? mendengar jawaban tersebut saya sangat senang saat itu. Kerena saya sendiri salah satu makhluk Tuhan. Maksud saya salah satu Mahasiswa yang anti mendewakan IP atau IPK. Nah, bagi sobat Wahana, mulai sekarang jangan fokus untuk mendapat angka 4.00 tersebut, tetapi barengi juga untuk mendapat yang 96. Caranya bagaimana? yaitu dengan mengikuti organisasi baik itu organisasi pendidikan yang bersifat internal atau external kampus maupun organisasi yang bersifat kemasyarakatan dan kepemudaan. Karena pada wadah tersebutlah kita akan belajar dan berlatih secara langsung menghadapi kehidupan. Menghendel kegiatan, meloby rekan, mempengaruhi orang lain, memecahkan masalah hingga kepemimpinan dan lain sebagainya. itu sebabnya tak heran jika banyak orang sukses yang lahir dari organisasi. Dan tak heran juga pemilik IPK tinggi dikalahkan oleh mereka yang mendapat angka 96 dalam kehidupan  nyata.

Sobat juga mesti ingat, mendapat IPK tinggi juga sangat bagus, apalagi kalau ingin mendaftar beasiswa. Tetapi cara mendapatkan itu yang harus sobat make be good. Jangan gara-gara ngejar IPK jadi buta  organisasi atau kehidupan bermasyarakat.

Nah, itu dia sobat jawaban dari kenapa IPK Cuma sampai 4. Semoga artikel ini bermanfaat atau menjadi motivasi bagi kita semua. Mari berikan komentar atau ide-ide sobat di kolom komentar yang tertera di bawah agar kiranya Wahana Belajar terus maju dan berkembang. Dan saya juga berterima kasih bagi sobat yang membagikan artikel ini pada teman-teman yang lain.

                     Inilah 7 Penyebab Sarjana Pengangguran

Memahami Maksud dari Sikap Agresif dan Khawatir


Apa kabar sobat Wahana? Semoga selalu sehat dan sukses dalam segala aktivitas ya sobat. Bagi pendatang baru selamat datang di blog ini dan semoga betah membaca artikel-artikel di Wahana Belajar. Kali ini kita akan membahas topik tentang sikap agresif dan khawatir.

Sobat pasti pernah mendengar orang berkata “kamu itu agresif” atau “jadi orang jangan agresif” dan kata lain yang juga mengandung kata agresif. Tapi sobat tahu nggak sih apa defenisi atau maksud dari kata agresif tersebut?  Jika kita membuka KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata agresif artinya bersifat atau bernafsu menyerang. Nah jika berbicara menyerang nih sobat, menyerang itu bukan selalu berarti menyerang menggunakan senjata atau benda-benda, menyerang itu bisa berarti menyerang dengan perasaan, menyerang dengan kata-kata, menyerang dengan sindiran, menyerang dengan jabatan dan lain sebagainya. Karena sifat agresif itu sendiri juga berarti tingkah laku individu yang bertujuan melukai atau mencelakai. Untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan berikut.

Menurut prabowo, sikap agresif adalah tingkah laku individu dengan tujuan melukai atau mencelakai orang lain atau terhadap objek tertentu dengan tujuan tertentu, baik fisik maupun verbal.

Nah, tentunya sobat juga tak boleh lupa bahwa segala sesuatu itu tak terlepas dari sebab akibat. Artinya terjadinya sesuatu itu karena ada faktor atau sebab yang mendorong untuk terjadinya sesuatu itu. Begitu juga dengan topik yang sedang kita bahas ini. Sikap agresif juga dipicu oleh beberapa hal.

Hal-hal yang mendorong sikap agresip adalah :

1. Faktor Psikologis 
Setiap orang mempunyai sikap agresif dalam dirinya masing-masng yang mana sikap tersebut ditujukan pada orang lain.

2. Faktor sosial atau lingkungan 
Lingkungan juga mmpempengaruhi seseorang dalam sikap agresif tersebut.

3. Faktor boilogis
Keturunan bisa mempengaruhi bersikap dalam sikap agresif. 
Dri uraian diatas, tahu bahwa faktor tersebut sangat mempengaruhi sikap agresif tersebut baik individu maupun sosial.

Nah itu dia sobat, faktor atau pemicu yang mendorong adanya sikap agresif. Dan sikap agresif juga digolongkan menjadi tiga bentuk :

1. Bentuk  emosional verbal
2. Bentuk fisik bersifat sosial
3. Bentuk sifat berbentuk anti soaia

Dari uraian diatas sikap agresif termasuk dalam kategori gangguan prilaku yang menjadi sikap abnormal.

Prilaku agresif tentunya menyebabkan stress dan dapat meinmbulkan gangguan kesehatan. Tetapi sobat tak perlu bingung “segala  soal pasti ada jawaban” begitu kata pepatah. Begitu juga dengan penyakit pasti ada obatnya. Dan agresif juga sedemikian, berikut ini cara mengatasi persoalan tersebut.

1. Konseling 
Dengan konseling kemungkinan akan mendapatkan solusi untuk mengubah sikap agresif tersebut. Karena dalam proses ini seorang yang mengalaminya akan curhat ata menceritakan segala masalahnya kapada seorang konselor yang tentunya profesional. Sehingga disitulah dapat ditemukan jawaban atau sokusi.

2. Bergaul dengan lingkungan yang baik
Tidak bisa dipungkiri bahwa lingkungan memiliki pengaruh yang cuku signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Jika bergaul dengan orang ceria dan penuh kesenangan kita pasti akan tertular keceriaan tersebut. begitu juga jika bergaul dengan orang dan suasana yang penuh masalah, kacau dan tidak jelas. Tentunya kita akan terjerumus juga untuk kacau.

3. Diperingati secara lembut dan penuh kasih
Sikap agresif tidak harus mendapatkan perlakuan yang kasar. Sebab hal tersebut akan memicu sikap agresif kian menjadi-jadi atau overdosis.

4. Melakukan pendekatan dan pemahaman
Seseorang yang agresif, jika kita dekati dengan pemahanam yang baik, sedikt-demi sedikit akan berkurang. Apanya yang berkurang? Bukan orangnya, tapi sikap agresifnya itu yang akan berkurang.


Selalu merasa khawatir

Selaku manusia yang memiliki aspek psikologis, sikap atau sifat merasa khawatir sudah pasti kita miliki. Misalnya khawatir kehilangan harta benda, khawatir tidak diterima kerja, atau khawatir cintanya akan ditolak, dan lain sebagainya. Apalagi kalau tidak sesuai dengan apa yang ditargetkan atau sesuai planning. Khawatir adalah salah satu sikapa yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Khawatir termasuk perasaan yang berubah-ubah menjadi sikap diri seseorang. Perlu sobat ketahui bahwa jika sikap khawatir ini terjadi terus menerus akan menyebabkan kondisi fisik dan kejiwaan yang menurun. Waduh.. bisa-bisa gangguan jiwa nih sobat. Ketika seseorang merasa khawatir terhadap sesuatu, ia akan bertanya-tanya dan terjadi hipoteses dalam benaknya. Hipotesis yang bersifat negatif.

Dampak selau khawatir.

Khawatir itu memiliki dampak. Jelas saja, karena khawatir menyentuh aspek psikologis atau kejiwaan manusia. Jika seseorang merasa khawatir, akan menjadi beban untuk dirinya sendiri. Penyakit dapat bersifat fisikis, yaitu: kecemasan dan ketakutan, sulit fokus dan konsentrasi dan lain sebagainya.

Cara mengatasi sikap khawatir tersebut adalah:

1. Mengetahui penyebab khawatir
2. Meyakinkan diri sendiri bahwa tidak ada yang dikhawatirkan.
3. Menyadari dampaknya
4. Menyelesaikan kekhawatiran
5. Menyusun strategi
6. Menenangkan hati dan fikiran

Nah, itulah penjelasan singkat tentang Agresif dan Khawatir. Semoga bermanfaat dan berguna. Silahkan dishare agar orang lain dapat pengetahuan yang serupa.

Author : Nur Halimah

                     Ada Makna Yang Menjadi Misteri Dibalik Nama

Kiat-Kiat Menjadi Pembicara Yang Menarik

Menjadi pembicara yang menarik untuk berbicara di depan umum memang bukanlah hal yang mudah, banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan disesuaikan dengan suasana dan kondisi saat berbicara. Misalnya berbicara di depan ratusan orang dengan suasana riuh tentunya harus menggunakan pengeras suara, atau berbicara di depan pendengar yang mayoritas jauh dari pendidikan tentunya harus menjauhkan kosa kata bicara dari istilah-istilah yang tidak dimengerti.

Berbicara di depan umum haruslah memiliki mental yang kuat alias tidak gerogi. Karena beberapa pembicara merasa gerogi atau gugup ketika berhadapan dengan ratusan pendengar sehingga dari kegugupan tersebut menyebabkan tidak konsentrasi saat berbicara hasilnya pun yyang dibicarakan tidak terarah. Pendegar pasti sangat anti dengan pembicara seperti itu, alih-alih membuat pendengar mengerti, pembicara sendiri saja kadang tidak mengerti apa yang disampaikan.

Nah, melihat memang adanya fakta sedemikian di lapangan, saya mencoba berbagi pengetahuan atau kiat-kiat seputar cara agar menjadi pembicara yang menarik. Maksudnya adalah menjadi pembicara yang disenangi dan tidak membosankan. Baik itu berbicara sebagai guru di depan kelas, atau berbicara sebagai narasumber pada sebuah acara.

1. Menentukan Topik
Menjadi pembicara haruslah menentukan topik terlebih dahulu terkait apa yang akan disampaikan. Dan topik terus harus sudah dirangkum dalam sebuah buku atau dalam bentuk slide power point. Karena apa jadinya jika seorang pembicara tidak tahu sama sekali apa yang ingin dia bicarakan.

2. Menguasai Bahan
Sesudah menentukan topik atau pembahasan, maka pembacara harus pula menguasai bahan atau topik pembicaraan tersebut. Jika seorang pembicara tidak menguasai bahan makan akan sulit untuk membuat audien atau para pendegar mengerti dari apa yang disampaikan. Dan jika seandainya audien mengajukan pertanyaan tentulah akan sulit atau bahkan tidak mampu dijawab karena tidak menguasai bahan.

3. Harus Kreatif
Kreatif memang mesti ada dalam setiap hal. Begitu juga dalam menjadi seorang pembicara. Seorang pembicara haruslah kreatif, misalnya dengan menyajikan humor sebelum memulai sebuah topik pembahasan agar pendegarnya tidak mengantuk atau bosan. Sehingga dengan adanya humor mereka akan tertawa dan seakan kembali segar. Atau ketika pembahasan sedang berlangsung seskali selingi dengan teka-teki agar mereka tidak bosan dan merasa terlibat dalam pembicaraan.

4. Memiliki Retorika yang Bagus
Retorika memang tidak bisa kita lepaskan dari konteks berbicara. Karena retorika sendiri adalah seni dalam berbicara, atau bisa kita katakan keindahan dalam berbicara. Berbicara juga harus memiliki seni agar indah, seperti mengatur nada bicara. Ketika pembicaraan tentang kesedihan maka nada bicara juga harus sedih agar pendegar terbawa suasana bicara dan target pemahaman pun tercapai. Begitu juga sebaliknya ketika isi pembicaraan tentang kemarahan atau semangat maka nada bicara pun harus disesuaikan. Apa jadinya jika berbicara tentang semangat tetapi nada bicara loyo dan terlihat sangat tidak semangat. Tentu saja pendengar merasa jengkel dan tidak suka atau bahkan meninggalkan pembicara. Dan kesemua itu tidak terlepas dari tatakrama atau kesopanan dalam berbicara.

5. Menguasai Media
Seiring semakin canggihnya teknologi, kian banyak media-media baru bermunculan. Dulunya seorang pembicara mungkin hanya menggunakan papan tulis hitam atau white board, sekaran sudah menggunakan proyektor yang menampilkan gambar dari komputer atau laptop menjadi ukuran besar. Atau bisa disebut layar tancap. Nah, seorang pembicara harus tau mengoperasikan alat tersebut. karena jika sewaktu-waktu pembicara dihadapkan dengan alat-alat tersebut, maka menjadi canggung jika seorang pembicara sama sekali tiadk mampu mengoperasikan alat atau media tersebut.

6. Penyesuaian
Maksud dari penyesuaian disini adalah penyesuan antara cara bicara dengan pendegar. Seperti yang sedikit saya singgung di atas tadi. Jika pembicara dihadapkan dengan masyarakat desa maka gaya bicara, bahasa, dan tutur haruslah disesuaikan dengan adat atau budaya di desa tersebut. misalnya mereka rata-rata jauh dari pendidikan, tentu bukan ide yang baik jika pembicara menggunakan istilah-istilah seperti asimilisas, komoditas, efesiensi dan lainnya yang mereka tidak mengerti. Begitu juga jika misalnya berbicara di hadapan orang-orang intelektual seperti mahasiswa atau pejabat-pejabat, tidak masalah menggunakan istilah-istilah tersebut bahkan istilah bahasa inggris sekalipun.

Inilah 7 Penyebab Sarjana Pengangguran



Di Indonesia tak terhitung banyaknya jumlah Universitas baik itu Universitas negeri maupun non-negeri atau swasta. Sehingga begitu banyak sarjana yang diluluskan dari berbagai perguruan tinggi tersebut setiap periodenya. Berbagai lulusan yang telah menjadi sarjana pun bertebaran dimana-mana. Sarjana baik itu sarjana pendidikan ataupun ilmu murni. Yang menarik perhatian kebanyakan masyarakat adalah apa yang para sarjana itu lakukan seteah menyandang gelar, apakah bekerja atau jadi penggangguran setelah tamat kuliah.

Jika kita lakukan survey atau perbandingan antara jumlah lowongan kerja di Iindonesia dengan jumlah lulusan sarjana yang dilahirkan setiap periodenya, sungguh bisa dikatakan bahwa besar kemungkian banyak dari lulusan sarjana itu akan menjadi pengangguran selain mereka yang membuka lowongan kerja atau usaha sendiri. Inilah yang acap kali dibicarakan masyarakat yaitu sarjana yang pengangguran. Sehingga masyarakat itu sendiri beranggapan bahawa “tidak ada gunanya kuliah jika akhirnya menjadi pengangguran”. Jika kita salah satu di antara sarjana yang masih penganguran pastinya kita akan tidak nyaman dengan kata-kata sedemikian yang keluar dari masyarakat. Kalau begitu kenapa menjadi pengangguran?

Sebenarnya apa sih tujuan kuliah itu dan apa yang menyebabkan banyaknya sarjana yang pengangguran. Dalam perspektif masing-masing setiap orang memiliki maksud atau tujuan yang berbeda-beda tentang kuliah. Ada yang berpendapat kuliah itu untuk mencari ilmu dan supaya bisa jadi orang yang berpendidikan, ada yang mengatakan bahwa kuliah itu untuk mempermudah mendapat pekerjaan yang layak, ada lagi yang juga berpendapat bahwa kuliah untuk menggapai citaa-cita tertentu misalnya seorang dokter, bahkan ada yang berperspektif bahwasanya kuliah itu hanya untuk merubah pola pikir, toh orang yang hanya lulusan SD, SMP, atau SMA juga bisa jadi Profesor, jadi Bupati, atau orang-orang hebat lainnya. Kita tidak perlu mempermasalahkan perbedaan pemikiran tersebut. Yang akan kita perbincangkan adalah kenapa dari mereka yang kuliah itu, ketika sudah lulus hanya menjadi pengangguran. Sehingga seolah bahwa hari wisuda adalah hari pengangguran.

Untuk itu pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang beberapa penyebab terjadinya penggangguran terutama di kalangan sarjana.

1. Kecilnya Jumlah Lowongan Kerja
Tidak bisa kita pungkiri bahwa di Indonesia sangat sedikit lowongan kerja yang dapat menampung para lulusan sarjana yang tak terhitung jumlahnya, hal tersebut dapat kita lihat dari banyaknya mereka yang memilih kerja di luar Negeri dan bahkan menjadi pekerja kasar di Negeri luar. Hal itu jelas sekali menyulitkan para sarjana untuk medapat pekerjaan, lihat saja ketika ada sebuah lowongan pekerjaan seperti yang dibuka oleh BUMN, berapa banyak orang yang mendaftar yang tentunya tidak semua lulus. Itu membuktikan bahwa masih banyak orang yang belum mendapat pekerjaan kecuali yang ingin mengganti pekerjaan.

2. Tidak Ada Upaya Dari Pemerintah
Hal ini juga menjadi salah satu mimpi buruk bagi kalangan sarjana di Indonesia, jika kita lihat tempat-tempat kerja seperti kantor-kantor  yang berbasis perusahaan besar, tidak jarang yang bekerja disana adalah orang-orang dari luar Indonesia. Seperti kasus yang pernah terjadi di Banten, 1 Agustus 2016 lalu. Polisi menangkap 70 buruh China ilegal yang terlibat dalam pembangunan pabrik semen di Pulo Ampel, Serang. Komposisi pekerja proyek tersebut adalah 30 persen dari lokal dan 70 persen asing. (Dirilis oleh harianhaluan.com). Jelas sekali bukan? Hal itu menjadi salah satu sebab tidak adanya kesempatan bagi sarjana Indonesia untuk mendapat pekerjaan.

3. Tidak Adanya Potensi di Suatu Bidang Pekerjaan
Potensi atau kemampuan seseorang pada suatu bidang pekerjaan haruslah sesuai agar tercapainya hasil yang maksimal pada sebuah pekerjaan tersebut. Yang sering terjadi adalah orang-orang yang bekerja tidak sesuai dengan kemampuan atau potensi yang dimiliki. Jadi ketika setiap perusahaan atau penyedia lowongan kerja melakukan seleksi terhadap para calon karyawan atau pekerja sangat banyak yang tidak lulus karena pekerjaan tidak sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Jikapun ingin bekerja pada pekerjaan yang sesuai tetapi tidak ada lowongan terhadap pekerjaan tersebut. Ini menjadi salah satu faktor banyaknya sarjana yang pengangguran, tidak ada potensi.

4. Sarjana Yang Pengangguran Karena Kuliah Asal-Asalan
Sangat banyak diantara para mahasiswa yang kuliah adalah karena keterpaksaan dari orang tua, atau karena ikut-ikutan teman saja, sehingga ia kuliah tanpa tujuan. Ha itu kan berpengaruh pada apa yag akan ia alami setelah tamat kuliah yaitu tidak mendapat pekerjaan. Penyebab tersebut karena tidak adanya kualitas bagi dirinya sendiri karena kuliah asal-asalan.

5. Tidak Punya Relasi
Saat kuliah seharusnya mahasiswa belajar membangun relasi atau jaringan pertemanan. Nah, inilah yang sering sekali terjadi. Ketika lulus kuliah dan melamar pekerjaan sangat kecil kemungkinan untuk lulus. Hal itu karena tidak adanya relasi sehingga tidak ada orang yang menjamin kulaitas seseorang itu dalam bekerja, atau tidak punya rekomendasi. Tentu saja di beberapa perusahaan atau penyedia lowongan kerja akan meragukan seseorang yang tidak begitu dikenalnya.

6. Ingin Membuka Lapangan Pekerjaan Sendiri
Hal yang sati ini adalah hal yang mungkin sangat jarang terjadi tetapi ada. Di antara para sarjana yang pengangguran bukan karena tidak mendapat lowongan kerja akan tetapi ia ingin membuka lapangan kerja sendiri, bisa jadi tidak bekerjanya dia karena sedang merancang suatu pekerjaan yang akan diciptakan.

7. Tidak Memiliki Keberuntungan
Kita sering sekali melihat orang yang kadang memiliki nilai yang bagus saat kuliah, atau memiliki kemampuan yang dapat diperhitungkan akan tetapi tidak lolos ketika mendaftar dan seleksi pada sebuah bidang pekerjaan. Hal itu bisa jadi kerena faktor ketidakberuntungya seseorang itu, bisa jadi ketika pengisian data, datanya tertukar atau salah isi oleh pihak peyeleksi sehingga yang seharusnya tidak lebih mampu dari orang tersebut malah lolos pada pekerjaan itu.

Itulah beberapa factor yang menjadi penyebab sarjana menjadi pengangguran. Semoga dengan mengetahui hal itu kita akan bisa mengatasi atau mencegah terjadinya hal tersebut. Siapa sih yang ingin menjadi pengangguran? Tentunya tidak ada. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.

Baca juga: 4 Kiat Agar Tidak Menjadi Sarjana Pengangguran

6 Manfaat Mengikuti Seminar Kepenulisan


Kata Seminar bukanlah hal yang asing lagi didengar, terlebih lagi dikalangan pelajar, mahasiswa dan kalangan pendidikan lainnya. Apa sih seminar itu? Sejatinya seminar adalah sebuah bentuk pelajaran yang bersifat akademis yang diadakan oleh sebuah universitas, institute, atau lembaga-lembaga organisasi komersial dengan membahasa suatu topik tertentu atau khusus. Sangat banyak manfaat yang bisa didapat dari mengikuti seminar-seminar tersebut. Diantaranya seperti mengikuti seminar kepenulisan. Nah, pada artikel ini saya akan mengulas apa saja manfaat yang bisa didapat dengan megikuti atau menjadi peserta seminar kepenulisan.

1. Bertemu Penulis Idola
Bagi kamu yang hobi atau gemar membaca karya-karya sastra baik fiksi maupun nonfiksi, pasti memiliki bacaan-bacaan favorit dari karya-karya yang ditulis oleh penulis tertentu yang kamu idolakan. Dengan mengikuti seminar kepenulisan, besar kemungkinan untuk dapat bertemu dangan para penulis-penulis terkenal yang kamu idolakan. Karena biasanya mereka pasti akan hadir pada kegiatan tersebut. Jadi kesempatan buat kamu untuk bertanya atau meminta ilmu-ilmu tentang menulis dari mereka.

2. Bertambah Teman
Sudah pasti, seminar kepenulisan biasanya diikuti oleh banyak peserta hingga ratusan. Disitu kesempatan buat kamu untuk menambah jaringan pertemanan dan bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman juga bisa saling memotivasi semangat untuk menulis.

3. Mendapat Sertifikat
Bagi seorang pelajar atau mahasiswa, sertifikat atau piagam adalah suatu yang sangat berguna yang angkan menunjang bukti prestasi akademik. Misalnya ketika mendaftar beasiswa pasti akan diminta untuk mencantumkan sertifikat yang ada. Jadi, dengan mengikuti seminar kepenulisan kamu juga akan mendapat sertifikat yang ditanda tangani oleh penulis terkenal atau idolamu. Keren bukan?

4. Mendapat Bimbingan Menulis
Namanya juga seminar kepenulisan, sudah pasti kamu akan dibimbing dalam menulis misalnya menulis kreatif. Padahal sebenarnya bisa saja belajar di internet secara otodidak, tapi dibimbing langsung oleh penulis yang sangat berpengalaman akan memudahkanmu untuk lebih terarah dalam menulis.

5. Wawasan Akan Bertambah
Mengikuti semniar kepenulisan tentunya juga akan menambah wawasan kamu terutama dalam tulis menulis. Mana tau dari wawasan yang kamu dapat dari suatu seminar tersebut akan membuat kamu lebih terinspirasi dan termotivasi untuk menulis. Tentu saja itu adalah hal uang bagus.

6. Doorprize Special
Dalam acara-acara seminar biasanya ada disediakan doorprize atau hadiah jika peserta yang ditunjuk atau yang mengajukan diri  berhasil menjawab kuis yang disediakan oleh panitia. Hali ini bertujuan untuk menambah minat dan semangat bagi para peserta dalam mengikuti seminar. Mana tahu ketika mengikuti seminar tersebut kamu beruntung mendapat doorprize atau hadiah special yang disediakan seperti uang, atau buku-buku edisi terbaru dan lain sebagainya.

Itulah 6 Manfaat mengikuti semniar kepenulisan yang dapat kami sajikan. Semoga bermanfaat. Silahkan like dan mengomentari artikel ini, like dan komentar anda sangat berpengaruh terhadap kemajuan blog ini. Terima kasih.

9 Fakta Unik Setelah Wisuda, Anda Pasti Mengalaminya!


Saya awali dengan ucapan terima kasih kepada anda yang telah meluangkan waktu untuk membaca artiel ini. Kali ini saya akan bahas sesuatu tentang mahasiswa, lebih tepatnya  mahasiswa yang sudah wisuda. Sebelumnya untuk menambah pengantar artikel ini, alangkah baiknya saya katakan dulu apa definisi mahasiswa, meskipun anda sebenarnya sudah tahu. Mahasiswa dalah orang yang menempuh pendidikan atau belajar di perguruan tinggi, baik itu di universitas, institut maupun akademi. Mereka yang telah terdaftar sebagai seorang yang belajar di perguruan tinggi dapat disebut Mahasiswa.

Dalam menjalani perkuliahan, setelah menyelesaikan semua proses hingga penelitian, skripsi dan seminar, ada satu yang menjadi target besar yang harus didapat, yaitu wisuda dan menjadi sarjana. Lalu, sesudah sarjana apa yang selanjutnya terjadi? Nah itulah yang akan saya bahas. Pada artikel ini saya akan mengulas beberapa fakta unik tentang Mahasiswa yang sudah wisuda. anda pasti mengalaminya. OK, let’s read it!

1. Tidak Dapat Nongkrong Bareng Teman
Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika masa-masa kuliah selaku mahasiswa anda pasti sangat sering nongkrong bareng teman-teman atau sahabat, entah itu mengerjakan tugas kuliah, atau berdiskusi tentang edukasi, atau juga hanya sekedar refresing penghilang penat karnah capek kuliah. Terlebih lagi jika anda ikut serta dalam sebuah organisasi kampus entah itu intra maupun extra, pasti sangat sering berkumpul. Tapi sayang, setelah selesai kuliah dan diwisuda masa-masa itu memang sangat sulit bahkan tidak punya kemungkinan untuk terjadi lagi. Salah satu alasannya adalah anda sendiri sudah tidak sering ke kampus karena tidak berkepentingan terkait kuliah, sehingga secara otomatis anda juga akan jarang bertemu teman anda, apa lagi untuk nongkrong.

2. Dapat Banyak Pertanyaan
Mahasiswa-mahasiswa yang akan diwisuda saja biasanya banyak mendapat pertanyaan apalagi yang sudah wisuda. Seperti wisudanya dimana, berapa biaya wisuda dan lain sebagainya. Pertanyaan tersebut jika kita tanya pada kebanyakan mereka yang akan diwisuda adalah pertanyaan yang ringan dan biasa. Lalu bagaimana dengan yang sudah wisuda? wih, bikin baper. Emang kenapa? Hal itu semua karena pertanyaan yang datang begitu berat bahkan ada yang sadis untuk dijadikan pertanyaan, misalnya ada yang nanya nanti kerja dimana? Membuat bingung untuk menjawab, yang lebih extrem adalah ketika ada yang bertanya kapan menikah, biasanya pertanyaan ini sering diterima perempuan. Deuh… Nasib para wisuda.

3. Bingung Bekerja Dulu Atau Menikah
Fakta yang ke tiga ini terkait perasaan. Hal ini dialami bukan oleh wanita saja. Yaitu bingung untuk bekerja dulu atau menikah saja dan setelah itu baru kerja sambilan cari nafkah? Bagi perempuan yang merasakan hal ini biasanya karena mendapat lamaran dari seseorang, atau bisa jadi ditawarkan oleh orangtuanya sendiri karena sudah dianggap begitu dewasa atau pantas untuk menikah. Lalu bagaimana dengan lelaki? Juga sama. Mahasiswa-mahasiswa yang baru wisuda itu tidak semua muda lho! ada yang sudah berusia pantas menikah, tetapi belum menikah atau belum ketemu jodoh. Bisa juga bingungnya itu adalah pingin menikah tapi belum punya penghasilan, jika ditunda nanti semakin tua… Hadeuhh… nasiblah nasib. Yang sabar ya Boss.

4. Suka Browsing Lowongan Kerja
Mahasiswa yang sudah diwisuda pasti akan mulai mencari-cari lowongan kerja. Dan berhubung zaman now itu sudah canggih, so pastinya browsing di internet salah satu cara terbaik untuk mencari lowongan kerja. Dikit-dikit buka google “Lowongan Kerja S1” atau lainnya itulah yang mereka lakukan. Anda pasti mengalaminya.

5. Teringat Masa-Masa Kuliah
Kalau mahasiswa biasanya pas ngeliat anak sekolahan, katakan sajalah anak SMA, kadang pasti suka bilang begini “Jadi teringat masa-masa SMA”. Ternyata sobat pembaca, perlu anda ketahui bahwa itu juga dialami oleh orang-orang yang baru diwisuda atau sudah lulus kuliah. Cuma beda versi doang, “Masa-masa mahasiswa memang Indah” begitulah kata mereka Gimana nggak Indah, semasa kuliahnya suka ngutang di kantin. Jadi, ketika sudah tidak lagi bertitel sebagai mahasiswa karena sudah tamat, memang akan membuat teringat akan masa-masa kuliah. Masa nongkrong bersama teman, ngerjain tugas sama-sama, atau ketika sama-sama kompak buat alasan jika tak buat tugas, dan banyak lagi yang lainnya. So, ceritanya Nostalgia.

6. Jauh Dari Sahabat
Fakta yang satu ini bikin perasaan jadi gimana gitu, yaitu jauh dari sahabat. Sewaktu kuliah Anda pasti punya teman atau sahabat dekat yang berasal dari daerah yang tak sama dengan Anda. Seseudah kuliah mereka pasti ada yang pulang kampung, atau ada yang langsung bekerja di luar daerah. Sehingga membuat kita jauh dari mereka. Duhh… Andaiku Punya Sayap.

7. Memilih Pulang Kampung Atau Tidak
Kampung halaman, siapa sih yang tak ingat kampung halaman sebagai tanah kelahirannya sendiri? Tentunya semua kita Ingat. Nah, biasanya orang-rang yang sudah wisuda pasti akan sangat teringat akan kampung halaman dan akan timbul dua pilihan, pulang atau tidak. Kadang, jika pulang bingung mau kerja apa di kampung, nggak pulang rindu keluarga, teman-teman lama, atau merindukan pujaan hati, so sweet.

8. Mendapat Gelar Sarjana
Yang ini nih memang sudah pasti. Setalah wisuda pasti aka ada sesuatu yang bertambah diujung nama, yaitu gelar. Sudah susah payah kuliah kan rugi kalau nggak dapat gelar. Tentunya gelar itu sesuai dengan prodi masing-masing. Misalnya ST untuk Sarjana Teknik, S. Pd untuk Pendidikan, SH jika kuliah hukum, atau Sarjana Sosial misalnya seperti saya nanti kalau sudah wisuda, Rivan Dewana, S.sos. Hehe.. sekedar contoh. Masih lama kok do’ain aja tercapai.

9. Membuat Orang Tua Bangga
Fakta yang ini ada kaitannya dengan salah satu alasan mengapa mahasiswa kuliah habis-habisan memeras otak, yaitu untuk membuat orangtua bangga supaya memiliki anak yang berpendidikan. Dan itu akan terbukti setelah anda wisuda. Lihat saja, orang tua anda pasti akan berkemas rapi menghadiri acara wisuda yang spesial itu . Bahkan ketika tetangga bertanya mau kemana, pasti ia akan dengan bangga menjawab bahwa ia akan menghadiri wisuda anaknya. So, selamat deh karena sudah membuat orang tua bangga. Meskipun setelah beberapa bulan selesai wisuda, orangtua bangga atau tidak itu lain urusan, misalnya setelah wisuda nganggur, mana  mungkin orang tua bangga, yang ada malu. Haha.. Tapi saya yakin sekali semoga yang baca artikel ini tidak akan tergolong kaum-kaum yang pengangguran, Ops , tadi saya ngebahas soal orangtua, maaf jika ada yang merasa tersinggung karena sudah tidak punya orang tua, saya juga sama kok, Cuma punya Ibu. Ayah saya meninggal dunia saat usia saya masih 3 tahun, mengingat itu bikin saya jadi sedih, Ehh kok saya malah curhat, sorry. Kita lanjut. Bagi yang sudah tak punya orang tua tentunya tetap juga akan membuat orangtua bangga diakhirat kelak karena memiliki anak yang berguna. Orang-orang terdekat anda yang perannya sebagai orangtua misalnya paman atau bibi anda juga akan bangga dengan apa yang anda capai.

Itulah beberapa fakta unik tentang mahasiswa yang sudah wisuda, spesial Wahana Belajar sajikan untuk anda. Sebetulnya banyak lagi fakta-fakta unik lainnya, saya akan tuliskan pada artikel lain nantinya dengan versi yang berbeda. Terima kasih telah berkunjung ke Wahana Belajar. Like, share dan komentar anda sangat berarti bagi kami untuk mendukung kemajuan blog ini kedepannya. Semoga bermanfaat, sampai ketemu di artikel lainnya.