Showing posts with label Seni. Show all posts
Showing posts with label Seni. Show all posts

Kaligrafer Aceh Selatan Ini Ternyata Alumni Darul Aitami


Siapa sih yang tak menyukai seni? Tentunya setiap kita pasti sangat menyukai seni karena seni identik dengan keindahan. Baik itu seni musik, seni tari, maupun seni lukis seperti kaligrafi misalnya. Di Indonesia, setiap daerah pasti mempunyai kaligrafernya tersendiri, yang mana para kaligrafer itu akan bertarung setiap kali ada ajang perlombaan kaligrafi baik tingkat kabupaten/kota hingga tingkat Provinsi maupun Nasional bahkan Internasional sekalipun. Seperti halnya Aceh Selatan, terdapat beberapa kaligrafer yang menjadi kebanggaan bagi kita semua, terkhusus bagi siapa saja yang mencintai seni kaligrafi.

Saya baru saja mewawancarai seorang kaligrafer Aceh Selatan via WhatsApp, dan kaligrafer ini ternyata adalah salah seorang Alumni Pesantren Darul Aitami Aceh Selatan dan sudah menjuarai beberapa kali ajang perlombaan. Dalam dunia seni kaligrafi terkhusus di Aceh Selatan, namanya sudah sangat tak asing lagi.

Penasaran siapa kaligrafer tersebut?
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai kaligrafer tersebut, alangkah baiknya kita tahu terlebih dahulu sedikit tidaknya tentang kaligrafi.

Beberapa dari kita pasti bertanya, “apa sih kaligrafi itu?”

Saya juga memiliki pertanyaan serupa sebelum akhirnya mengenal tentang kaligrafi meskipun belum sepenuhnya.

Saya sendiri pertama kali mengenal kaligrafi dan benar-benar tertarik untuk menekuninya yaitu sejak saya duduk di sekolah menengah pertama. Lalu, apa sih sebenarnya kaligrafi itu? Apakah sebatas tulsian arab yang dilukis dengan indah sudah bisa dikatakan kaligrafi?

Well sahabat Wahana Belajar, dari berbagai referensi yang saya kutip, kaligrafi merupakan seni menulis dengan indah menggunakan pena tertentu yang digunakan sebagai hiasan. Menurut wikipidia, kaligrafi berasal dari bahasa Yunani yang berarti “keindahan”.

Berikut ini juga beberapa defenisi lain tentang kaligrafi.
Pengertian Kaligrafi, "Kaligrafi adalah ilmu seni menulis indah, ia berasal dari bahasa asing, yaitu: Bahasa inggris:Caligraphy is (art) beautiful hand writing. Bahasa latin: Calios: indah; Graph: tulisan, jadi artinya adalah tulisan indah. Kaligrafi dalam bahasa Arab disebut al-khoth, yang berarti: guratan garis atau tulisan.

Bagaimana kaligrafi menurut para pakar?

Menurut Syaikh Syamsuddin Al-Ahfani
Pengertian khath (kaligrafi) adalah: "Ilmu yang mempelajari bermacam bentuk huruf tunggal, pisah dan tataletaknya serta metode cara merangkainya menjadi susunan kata atau cara penulisannya di atas kertas dan sebagainya" (Al-akfani -Irsyadul Qasid).

Menurut Yaqut Al-Musta'shimy 
Kaligrafi adalah seni arsitektur yang dieksoresikan lewat alat keterampilan".

Menurut Ubaid bin Ibad
Khat merupakan duta/utusan dari tangan, sedang pena adalah dutanya"

Baca juga : Mengenal Kaligrafi dan Cabangnya

Nah, itulah beberapa uraian mengenai kaligrafi. Seperti yang saya singgung di atas tadi, di Aceh Selatan ada beberapa kaligrafer yang sangat berbakat. Salah seorang kaligrafer yang saya wawancarai ini merupakan salah seorang alumni Pesantren Terpadu Darul Aitami Aceh Selatan.

Baca juga : Fakta Unik Darul Aitami, Sekolah Tanpa Tinggal Kelas
                   Mengenal Darul Aitami Aceh Selatan

Angga Sudrajat, itulah namanya. Panggilan akrabnya Angga. Pria kelahiran Ujung Batee, 26 Meret 1993 ini tergolong mahir dalam menekuni dunia seni kaligrafi. Hal itu dibuktikan dari beberapa prestasinya.

Prestasi Kaligrafi Angga Sudrajat :
Juara III hiasan mushaf pada MTQ Se-Aceh Barat Tahun 2013
Juara II hiasan mushaf pada MTQ se-Nagan Raya Tahun 2013
Juara II dekorasi pada MTQ se-Aceh Selatan Tahun 2014
Juara I hiasan mushaf pada MTQ se-Nagan Raya Tahun 2014
Juara I dekorasi pada MTQ se-Aceh Selatan Tahun 2015
Juara harapan III hiasan mushaf pada MTQ se-Aceh Tahun 2016

Itulah beberapa prestasi yang sudah diraihnya pada beberapa ajang perlombaan. Alasan Angga menyukai kaligrafi adalah “Kaligrafi melatih konsentrasi otak melahirkan ketenangan dan juga melatih kesabaran”. Memang, seni membutuhkan kesabaran untuk bisa melahirkan karya-karya luar biasa.

Berikut beberapa karya Angga Sudrajat yang sangat menakjubkan dan indah dipandang.




"Seni itu dari hati, keindahan seni ditentukan oleh ketenangan hati dan jiwa hingga melahirkan karya luar biasa" -Angga Sudrajat-
Nah, itulah sosok Angga Sudrajat. Kaligrafer Aceh Selatan yang ternyata Alumni Darul Aitami. Semoga artikel ini menambah wawasan, terima kasih telah berkunjung.

Mengenal Kaligrafi dan Cabang-Cabangnya


Pengertian Kaligrafi
Kaligrafi adalah ilmu seni menulis indah, ia berasal dari bahasa asing, yaitu: Bahasa inggris:Caligraphy is (art) beautiful hand writing. Bahasa latin: Calios: indah; Graph: tulisan, jadi artinya adalah tulisan indah. Kaligrafi dalam bahasa Arab disebutal-khoth, yang berarti: guratan garis atau tulisan.

Definis Kaligrafi dari beberapa pakar:

Menurut Syaikh Syamsuddin Al-Ahfani
Pengertian khath (kaligrafi) adalah: "Ilmu yang mempelajari bermacam bentuk huruf tunggal, pisah dan tataletaknya serta metode cara merangkainya menjadi susunan kata atau cara penulisannya di atas kertas dan sebagainya" (Al-akfani -Irsyadul Qasid).

Menurut Yaqut Al-Musta'shimy
"Kaligrafi adalah seni arsitektur yang dieksoresikan lewat alat keterampilan".

Menutut Ubaid bin Ibad
"Khat merupakan duta/utusan dari tangan, sedang pena adalah dutanya".

Jenis-jenis Khat:
Dalam perkembangannya muncul banyak jenis khat kaligrafi, tidak semua khath tersebut bertahan hingga saat ini. Terdapat 8 (delapan) jenis khat kaligrafi yang populer yang dikenal oleh para pecinta seni kaligrafi di Indonesia, yaitu;

1. Khat Naskhi
Kaligrafi gaya Naskhi ini merupakan aliran khat paling sering dipakai orang-orang islam, baik untuk menulis naskah keagamaan maupun untuk tulisan sehari-hari. Gaya Naskhi termasuk gaya penulisan kaligrafi tertua. Sejak kaidah penulisannya dirumuskan secara sistematis oleh Ibnu Muqlah pada abad ke-10, gaya kaligrafi ini sangat populer digunakan untuk menulis mushaf Alquran sampai sekarang. Karakter hurufnya sederhana, nyaris tanpa hiasan tambahan, sehingga mudah ditulis dan dibaca. [Didin Sirojuddin (2006)].

2. Khat Tsuluts 
Gaya Tsuluts - Kaligrafi ini merupakan seorang menteri  bahasa arabnya (wazir) di masa Kekhalifahan Abbasiyah. Tulisan kaligrafi gaya Tsuluts sangat ornamental, dengan banyak hiasan tambahan dan mudah dibentuk dalam komposisi tertentu untuk memenuhi ruang tulisan yang tersedia. Karya kaligrafi yang menggunakan gaya Tsuluts bisa ditulis dalam bentuk kurva, dengan kepala meruncing dan terkadang ditulis dengan gaya sambung dan interseksi yang kuat. Karena keindahan dan keluwesannya ini, gaya Tsuluts banyak digunakan sebagai ornamen arsitektur masjid, sampul buku, dan dekorasi interior, dan lain sebagainya.

3. Khat Farisi
Kaligrafi gaya Farisi - Seperti tampak dari namanya, kaligrafi gaya Farisi dikembangkan oleh orang Persia dan menjadi huruf resmi bangsa ini sejak masa Dinasti Safawi sampai sekarang. Kaligrafi Farisi sangat mengutamakan unsur garis, ditulis tanpa harakat, dan kepiawaian penulisnya ditentukan oleh kelincahannya mempermainkan tebal-tipis huruf dalam 'takaran' yang tepat. Gaya ini banyak digunakan sebagai dekorasi eksterior masjid di Iran, yang biasanya dipadu dengan warna-warni Arabes.

4. Khat Riq'ah
Gaya Riq’ah - Kaligrafi ini merupakan hasil pengembangan kaligrafi gaya Naskhi dan Tsuluts. Sebagaimana hal-nya dengan tulisan gaya Naskhi yang dipakai dalam tulisan sehari-hari. Riq’ah dikembangkan oleh kaligrafer Daulah Utsmaniyah, lazim pula digunakan untuk tulisan tangan biasa atau untuk kepentingan praktis lainnya. Karakter hurufnya sangat sederhana, tanpa harakat, sehingga memungkinkan untuk ditulis cepat.

5. Khat Ijazah
Gaya Ijazah (Raihani) - Tulisan kaligrafi gaya Ijazah (Raihani) merupakan perpaduan antara gaya Tsuluts dan Naskhi, yang dikembangkan oleh para pakar kaligrafer Daulah Usmani. Gaya ini lazim digunakan untuk penulisan ijazah dari seorang guru kaligrafi kepada muridnya. Karakter hurufnya seperti Tsuluts, tetapi lebih sederhana, sedikit hiasan tambahan, dan tidak lazim ditulis secara bertumpuk (murakkab).

6. Khat Diwani
Gaya kaligrafi Diwani - Kaligrafi ini dikembangkan oleh kaligrafer Ibrahim Munif. Kemudian, disempurnakan oleh Syaikh Hamdullah dan kaligrafer Daulah Usmani di Turki akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16.Gaya ini digunakan untuk menulis kepala surat resmi kerajaan. Karakter gaya ini bulat dan tidak berharakat. Keindahan tulisannya bergantung pada permainan garisnya yang kadang-kadang pada huruf tertentu neninggi atau menurun, jauh melebihi patokan garis horizontalnya. Model kaligrafi Diwani banyak digunakan untuk ornamen arsitektur dan sampul buku.

7. Khat Diwani Jali
Gaya Diwani Jali - Kaligrafi ini merupakan pengembangan gaya Diwani. Gaya penulisan kaligrafi ini diperkenalkan oleh Hafiz Usman, seorang kaligrafer terkemuka Daulah Usmani di Turki. Anatomi huruf Diwani Jali pada dasarnya mirip Diwani, namun jauh lebih ornamental, padat, dan terkadang bertumpuk-tumpuk. Berbeda dengan Diwani yang tidak berharakat, Diwani Jali sebaliknya sangat melimpah. Harakat yang melimpah ini lebih ditujukan untuk keperluan dekoratif dan tidak seluruhnya berfungsi sebagai tanda baca. Karenanya, gaya ini sulit dibaca secara selintas. Biasanya, model ini digunakan untuk aplikasi yang tidak fungsional, seperti dekorasi interior masjid atau benda hias.

8. Khat Kufi
Gaya Kufi - Kaligrafi gaya kufi, penulisannya banyak digunakan untuk penyalinan Alquran periode awal. Karena itu, gaya Kufi ini adalah model penulisan paling tua di antara semua gaya kaligrafi. Gaya ini pertama kali berkembang di Kota Kufah, Irak, yang merupakan salah satu kota terpenting dalam sejarah peradaban Islam sejak abad ke-7 M.

Demikian pengertian kaligrafi dan jenis-jenisnya, semoga membantu para  kaligrafer dalam mendalami kaligrafi dan khath. Terima kasih telah berkunjung.

Sumber : ahlibahasaarab