Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Wajib Tahu! Ini 8 Kiat Memotivasi Anak Supaya Rajin Belajar


Namanya juga anak-anak, dalam mendidiknya pastilah ada beberapa hal yang terbilang sulit dan  menguji kesabaran. Misalnya dalam hal belajar. Anak-anak di usia dini memang terkadang agak sulit jika untuk disuruh belajar. Hal itu memang sering terjadi karena mereka belum mengetahui dan memahami apa sebenarnya tujuan dan manfaat dari belajar itu sendiri.

Akan tetapi, jika kesulitan tersebut terjadi pada anak-anak yang seharusnya memang sudah mengerti manfaat dari belajar, maka di sinilah orang tua sangat berperan.

Orang tua mesti mempunyai berbagai cara agar dapat meningkatkan semangat belajar dalam diri anak.

Anak-anak yang sebelumnya sulit untuk mau belajar bisa berubah kalau orang tua dapat mendidiknya atau memotivasinya dengan baik dan benar.

Dibawah ini kami paparkan 8 kiat memotivasi anak supaya rajin belajar.

1. Berikan Anak Waktu dengan Hobinya
Memang, belajar sangatlah penting, namun melakukan suatu hal yang disukai juga tak kalah pentingnya. Sekolah, les, bimbel, dan PR memang menimbulkan tekanan dalam diri anak.

Jika kita terus-terusan memaksa anak untuk belajar dan belajar setiap harinya maka mereka bisa mengalami stres. Hal tersebut tentu sangat disayangkan karena usianya dia masih muda.

Jadi, salah satu upaya untuk memotivasi anak agar rajin belajar adalah dengan memberikan dia waktu untuk melakukan hobinya karena dengan adanya keseimbangan antara hobi dan studi dapat membuat keefektifan belajar semakin meningkat dan membawa dampak positif dalam dunia belajarnya.

Baca juga: Memahami Karakter Anak yang Tidak Patuh dan Suka Membantah

2. Buatlah Struktur Belajar
Anda juga dapat memberlakukan pola displin agar anak juga termotivasi dengan kedisiplinan tersebut. Misalnya dengan membuat jadwal belajar. Seperti yang kita ketahui bersama, untuk memulai kebiasaan baru yang baik kuncinya adalah disiplin.

Disaat memasuki waktu belajar Anda mesti membuat suatu kebiasaan bahwa tidak ada kegiatan lain selain belajar. Sebagai contoh, ketika jam belajar, Anda juga jangan bermain Handphone saja. Hal ini tentu membuat anak Anda akan semakin sulit termotivasi untuk belajar.

3. Berikan Pujian pada Anak
Pujian memiliki pengaruh positif bagi anak, maka agar anak Anda semakin semangat untuk belajar berilah mereka pujian atau suatu hadiah saat mereka meraih prestasi. Jangan sering memberikan hadiah pada anak tanpa adanya usaha untuk rajin dalam belajar. Karena dapat menjadikan anak Anda manja dan gampang merengek.

Anak yang mendapat penghargaan ketika berprestasi pasti akan lebih termotivasi dan akan lebih giat belajar ke depannya. Ketika belajar sudah menjadi kebiasaan tanpa disuruh, lambat laun dia juga akan menemukan apa arti dan manfaat belajar itu sendiri.

4. Tidak Ada Salahnya Untuk Melakukanlah Terapi
Pernah dengar yang namanya terapi hypnosleep? Hypnosleep mampu menghipnotis anak melalui kata-kata yang kita ucapkan ketika anak tidur. Kata-kata tersebut bisa saja berupa do'a, kata-kata bijak yang dapat memotivasi, atau pujian Anda terhadap anak Anda.

Untuk melakukan terapi hypnosleep ini, pastikan dulu anak Anda telah berada di fase tidur nyenyak. Alam bawah sadarnya akan menangkap kata-kata yang keluar dari mulut Anda.

Meskipun terapi ini masih diperdebatkan, tetapi tidak ada salahnya untuk mencobanya, bukan?

5. Jangan Fokus ke Nilai
Setiap anak itu memiliki keunikan dan perbedaan masing-masing. Mereka mempunyai kemampuan dan kecerdasan di bidang yang berbeda-beda pula. Oleh karena itu, jangan langsung memarahi atau menghakimi anak ketika nilai matematikanya buruk.

Mungkin saja dia memang memiliki kesulitan dalam berhitung tapi kecerdasannya tinggi di bidang ilmu sosial atau ilmu lainnya. Misalnya, dia lebih menyukai bahasa, geografi, IPA, ataupun ekonomi.

Baca juga: 3 Kiat Ampuh Untuk Mencerdaskan Anak

Jika Anda memarahi anak hanya dikarenakan salah satu mata pelajarannya bernilai buruk, maka hal ini dapat menjadikan anak merasa putus asa. Alih-alih, Anda sebagai orang tua harus turun tangan. Bantulah anak ketika dia memiliki kesulitan matematika dan pantaulah terus bagaimana perkembangannya.

Intinya, supaya memotivasi anak agar rajin belajar, jangan fokus pada nilai yang tinggi. Namun, fokuslah pada bagaimana perkembangan cara belajar anak Anda.

6. Masuklah  pada Kehidupannya
Ada beragam alasan kenapa anak Anda menjadi malas untuk belajar, bisa jadi mereka mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran. Maka, jangan langsung memarahi anak ketika dia merasa malas belajar.

Anda selaku orang tua harus bisa masuk ke dalam kehidupannya. Cari tahu apa penyebab dia tidak suka pelajaran A, B, dan C. Apakah ada masalah dengan gurunya atau karena adanya kesulitan tertentu? Jika ya, maka Anda dapat mencari solusinya agar masalah tersebut dapat teratasi dengan baik dan tepat.

7. Berikan Dukungan Pada Anak
Dukungan mungkin adalah merupakan hal yang sederhana. Walaupun demikian, dukungan memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan perkembangan anak. Oleh karena itu, berilah dukungan terhadap apapun yang dilakukan anak dalam meraih cita-citanya.

Jika Anda memberikan dukungan yang penuh pada anak, maka secara alamiah anak akan dengan sendirinya termotivasi untuk belajar atau mendalami hobinya dengan rajin dan terampil.

Mau baca artikel tentang kecantikan???

Selain itu, juga akan lahir rasa tanggung jawab dalam diri anak sehingga tanpa perlu Anda suruh pun dia akan belajar dengan sendirinya.

8. Jelaskan Manfaat Belajar Pada Anak
Jika anak Anda masih mengalami malas belajar, maka selaku orang tua Anda bisa menyampaikan kepada anak apa sebenarnya manfaat atau nilai positif dari belajar. Sampaikanlah dengan lembut, penuh pengertian, dan santai, jangan dengan bentakan.

Berbincang ringan bersama mengenai manfaat belajar dan fungsinya untuk masa depan juga bisa membuka pikiran anak Anda untuk lebih cemerlang dan kreatif. Informasikanlah bahwa dengan rajin belajar kita bisa meraih dan mendapatkan apa yang dicita-citakan.

Definisi Berita Menurut Para Pakar


Sampai sekarang, masih sulit untuk menguraikan secara jelas tentang defenisi berita. Para Sarjana Publisistik maupun Jurnalistik belum merumuskan defenisi secara pasti. Ilmuwan, penulis, dan pakar komunikasi memberikan defenisi berita yang beraneka ragam.

Berikut ini beberapa defenisi berita menurut para pakar:

Dean M. Lyle Spencer
Berita adalah suatu kenyataan atau ide yang benar yang dapat menarik perhatian sebagian besar dari pembaca.

Willard C. Bleyer
Berita adalah sesuatu yang termasa (baru) yang dipilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar. Karena itu dapat menarik atau mempunyai makna bagi pembaca surat kabar, atau karena ia dapat bmenarik pembaca-pembaca tersebut.

William S. Maulsby
Berita adalah suatu penuturan secara benar dan tidak memihak dari fakta yang mempunyai arti penting dan baru terjadi, yang dapat menarik perhatian pembaca surat kabar yang memuat berita tersebut.

Eric C. Hepwood
Berita adalah laporan pertama dari kejadian yang penting yang dapat menarik perhatian umum.

Dja’far H. Assegaff
Berita adalah laporan tentang fakta atau I de yang termasa (baru), yang dipilih oleh staf redaksi suatu harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca. Entah karena luar biasa, entah karena pentingnya, atau akibatnya, entah pula karena ia mencakup segi-segi human interest seperti humor, emosi dan ketegangan.

J.B Wahyudi
Berita adalah laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai yang penting, menarik bagi sebagian khalayak, masih baru dan dipublikasikan secara luas melalui media massa periodik. Peristiwa atau pendapat tidak akan menjadi berita bila tidak dipublikasikan melalui media massa periodik.

Amak Syariffudin
Berita adalah suatu laporan kejadian yang ditimbulkan sebagai bahan yang menarik perhatian public mass media.

Wow!!! Aktivitas Ustadz Maisar Akan Membuatmu Tercengang

Ustadz Maisar Bersama Keluarga
Siapa sih yang tak kenal dengan Maisar Setiawan Munaf? Seorang Trainer Nasional dengan ratusan jam terbang dalam mengadakan pelatihan out door/in door yang telah diikuti oleh ribuan peserta di berbagai daerah di Indonesia. Memberikan ceramah motivasi & spiritual, pelatihan kepribadian dan kepemimpinan di berbagai perusahaan, lembaga pemerintahan, sekolah dan kampus serta organisasi massa.


Ustadz Maisar Setiawan Munaf (Menjadi Narasumber TOT) & Rivan Dewana (CEO Wahana Belajar) saat mengetuai kegiatan Training of Trainer di STAI Imam Bonjol Padang Panjang tema Kepemimpinan & Membangun Manjemen Organisasi.
Beliau merintis karirnya sebagai sales dan marketing produk di perusahaan yang berbeda-beda produk (barang & jasa), kemudian meningkat sebagai fasilitator, co-trainer hingga sekarang menjadi independent trainer.



Sehingga dari pengalaman yang dimiliki tersebut menjadi pengalaman tersendiri yang dibagikannya dalam memberi motivasi, pencerahan & konsultasi baik di dunia pendidikan, pemerintahan hingga dunia bisnis dan spiritual.

Berikut adalah beberapa prestasi, pengalaman & aktivitasnya hingga sekarang:
1. Fasilitator Pelatihan Mental Building for Effective Teamwork dan Great Service Training di Bank BPD JATIM.
2. Co-Trainer pada program Training Motivasi di Bank  BPD DIY untuk Penyelia.
3. Co-Trainer pada program Spiritual Motivation Training di Bank BPD KALBAR.
4. Co-Trainer pada program Pelatihan Mental Buliding di BPD DKI.
5. Co-Trainer pada program Great Service Training di Bank BRI.
6. Trainer pada Mental Buliding Training di PT. SATAS Heavy Importer.
7. Co-Trainer di program Pelatihan ASBANDA (Asosiasi Bank Pembangunan Daerah).
8. Instruktur di pogram Bina Remaja MMBI (Manajemen Masjid Baitul Ihsan) Bank Indonesia Jakarta.
9. Instruktur Pelatihan Marketing Mental Buliding di Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) Kota Padang Panjang.
10. Event Organizer KODOMO Funtime-Jakarta & Peluncuran Promosi produk-produk Nasional.
11. Trainer/Motivator di lebih dari 40 sekolah di Sumatera Barat dan Jambi untuk Guru dan Murid.
12. Konsultan OSIS di beberapa sekolah di Sumatera Barat sejak tahun 2012 hingga sekarang.
13. Instruktur Pengembangan Diri dan Perilaku Sosial di Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Padang Panjang.
14. Instruktur Pelatihan MODIFIKASI PERILAKU di Kemenag Kota Padang Panjang.
15. Motivator Program PNPM Mandiri.
16. Konsultan Rekrutment Tenaga Pendidikan (Calon Guru) di beberapa sekolah.
17. Konsultan Pendidikan Karakter di Sekolah dan Perkantoran.
18. Konsultan Event Organizer (EO) acara Seminar & Festival, tingkat Nasional & Internasional.
19. Pengisi rutin di program radio RRI Pro 2 FM, Kolumnis Majalah, dll.

Selain aktivitas-aktivitas tersebut beliau juga seorang Ustadz yang sering mengisi ceramah agama-agama di berbagai masjid, baik di bulan ramadhan maupun hari-hari selain bulan ramadhan.

Baca juga: 
Kuliah Tidak MenentukanKesuksesan, Ini Penjelasannya
Wanita Wajib Tahu, Ini 9 Ciri Pria Sukses

Perbedaan Kecerdasan dan Ragam Gaya Belajar


Pada dasarnya setiap individu itu unik, karena diciptakan dengan kemampuan dan talenta yang berbeda-beda. Oleh karena itulah maka seorang pakar dari Harvard University memperkenalkan model spektrum tipe kecerdasan manusia. Dalam konsep “multiple intelligence” atau kecerdasan majemuk ini, dikenal ada 9 (sembilan) jenis kecerdasan manusia, yaitu:

1. Kecerdasan Logika Matematis – terkait dengan kemampuan berfikir secara runtut dan terstruktur dalam memecahkan suatu persoalan; 

2. Kecerdasan Verbal Linguistik – terkait dengan kemampuan berbahasa dan menggunakan bahasa sebagai alai komunikasi; 

3. Kecerdasan Ritme Musik – terkait dengan kemampuan dalam memahami keteraturan bunyi dan menciptakan keindahan darinya; 

4. Kecerdasan Kinestetik Otot – terkait dengan kemampuan menggerakkan dan memfungsikan berbagai anatomi fisik manusia untuk berbagai tujuan atau obyektif tertentu; 

5. Kecerdasan Intrapersonal – terkait dengan kemampuan dalam menggunakan kekuatan internal individu melalui proses pengendalian diri dan introspeksi ke dalam secara intensif;

6. Kecerdasan Interpersonal – terkait dengan kemampuan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak eksternal di luar diri sendiri untuk menciptakan jejaring relasi yang bermanfaat;

7. Kecerdasan Eksistensi – terkait dengan kemampuan menjawab pertanyaanpertanyaan mendasar mengenai asal usul suatu sebab dan menciptakan berbagai teori terkait dengannya; 

8. Kecerdasan Visual Spasial – terkait dengan kemampuan memahami keteraturan dan keindahan suatu gambar maupun tata ruang entitas dua atau tiga dimensi untuk berbagai keperluan nyata; dan 

9. Kecerdasan Naturalis – terkait dengan kemampuan memahami dan melaksanakan kegiatan yang ramah lingkungan dalam rangka menciptakan bumi yang lebih baik.

Mengingat bahwa pada dasarnya setiap manusia memilii kekuatan dan kecerdasan yang berbeda-beda, maka dapat diduga bahwa gaya belajar mereka pun pasti beraneka ragam. Dengan gaya belajar yang beranekaragam tersebut, sangat mustahil jika pendekatan proses belajar mengajar dilakukan secara homogen alias seragam (Beetham et al., 2007). Dalam kaitan ini, harus terjadi perubahan paradigma, pola pikir, dan perilaku dalam penyelenggaraan belajar mengajar di kelas seperti yang ditampilkan pada gambar berikut. Perubahan yang dimaksud antara lain: 

• Dari model belajar mengajar dimana guru menjadi pusat perhatian, menjadi pola pembelajaran dimana peserta didik menjadi subyek yang lebih aktif; 

• Dari pola interaksi yang hanya satu arah dimana guru berbicara dan siswa mendengar, menjadi suatu model interaksi yang melibatkan seluruh panca indera; 

• Dari perspektif pembelajaran dimana setiap siswa memperoleh ilmu dan pengalaman yang sama, menjadi terjadinya akuisisi terhadap pengetahuan yang bervariasi dan beragam; 

• Dari lingkungan belajar yang monoton, menjadi suatu lingkungan yang interaktif dengan menggunakan berbagai media dan fasilitas pendidikan;

• Dari lokasi pembelajaran yang terisolasi di kelas dan/atau laboratorium semata, menjadi tempat belajar mengajar yang bervariasi; 

• Dari alur penyampaian pengetahuan yang satu arah, menjadi pertukaran ilmu pengetahuan dan kompetensi yang multi arah; 

• Dari mekanisme pembelajaran yang pasif, menjadi sangat aktif karena terjadinya komunikasi multi arah antara seluruh peserta didik; 

• Dari mempelajari hal-hal yang bersifat faktual dan historis, menjadi aktivitas berfikir secara lateral; 

• Dari yang berbasis pengetahuan pasif untuk dihafalkan, menjadi latihan pengambilan keputusan berdasarkan ragam informasi yang diperoleh; 

• Dari pembahasan suatu materi ilmu yang bersifat reaktif, menjadi lebih terencana dan holistik; 

• Dari pembahasan kasus-kasus masa lalu yang telah terjadi dan bersifat historik serta tertutup, menjadi lebih otentik karena kontekstual; dan

 • Dari konteks kejadian yang artifisial, menjadi peristiwa yang kongkrit.

Keseluruhan perubahan model pembelajaran ini sangat mustahil untuk dilakukan tanpa kehadiran teknologi informasi dan komunikasi yang memadai.

Sumber: Ebook Buku TIK Perguruan Tinggi Hal. 16-17

Pentingnya Website Bagi Sekolah

Sekolah, seperti yang kita ketahui bersama merupakan wadah pembentukan karakter untuk mendidik generasi bangsa. Di sekolah siswa dididik untuk beretika, menghargai orang lain, selain diajarkan pelajara-pelajaran sekolah. Sama sekali kita tidak boleh melupakan peran penting sekolah tersebut.

Di era globalisasi ini dengan kian pesatnya kemajuan teknologi di dunia, tak terkecuali Indonesia. Keefektifan sebuah sekolah sebagai wadah pendidikan telah dipengaruhi oleh berbagai aspek-aspek teknologi. Misalnya internet yang berkaitan erat dengan media sosial.

Dalam dunia pendidikan, tidak bisa dipungkiri bahwa setiap sekolah bersaing menjadi sekolah yang unggul untuk menjadi sekolah favorit pilihan siswa. Namun, dalam prakteknya, sekolah yang menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologilah yang akan unggul.

Sekolah dulu mungkin sama sekali tidak mempelajari tentang media, pemanfaatan media, kuntungan yang bisa dihasilkan dari media (internet). Namun, sekolah-sekolah unggul sekarang ini tentu sudah sangat akrab dengan hal-hal sedemikian. Mereka menggunakan media berupa website untuk membuat sekolahnya semakin terkenal selain terus melejitkan prestasi siswa dan sekolanya.

Kenapa website dapat meningkatkan citra sekolah?

Sebenarnya bukan untuk peningkatan citra sekolah saja, memang ketika sebuah sekolah tidak memiliki sebuah website yang berguna untuk mengetahui informasi sebuah sekolah, maka sekolah tersebut akan dianggap tidak maju. Website sangat bermanfaat untuk tempat siswa berkreatifitas, selain Majalah Dinding/mading.

Website untuk mengenalkan sekolah dan sebagai wadah silaturrahmi.

Dulu silaturrahmi yang kita kenal adalah dengan berkunjung antara satu sama alin. Dalam duni online juga ada istilah silaturrahmi yaitu pemilik sebuah website mengunjungi website lain lalu memberi komentar positif untuk mendukung website tersebut. Selain itu juga sebagai sarana untuk berbagi informasi lebih mudah.

Website untuk mengenalkan sekolah. Misalnya, ketika sebuah sekolah membuka pendaftaran untuk siswa baru, atau membuka lowongan bagi guru yang ingin mengajar di sekolah tersebut, maka bisa melihat informasi tersebut melalui website.

Ketika sekolah tidak memiliki website, orang lain akan sangat sulit untuk mengetahui atau mencari informasi mengenai sekolah tersebut.

Fitri Anizar : “DA Adalah Rumah”


Darul Aitami adalah "rumah". Dimana rumah selalu diartikan sebagai pelopor pemberi ilmu pertama ketika melihat dunia. Jika rumah belum memberikan definisi yang jelas maka saya ganti dengan kata "Keluarga". Adakah tempat yang paling nyaman untuk kembali selain keluarga? Tidak. Maka Darul Aitami adalah tempat saya memulai segalanya. Tempat belajar, melatih mental, berani tampil dan lain sebagainya. 

Disini saya ditempa secara seimbang antara ilmu dunia dan akhirat. Jadi ketika kapal kehidupan yang saya arungi terasa berat sebelah maka Darul Aitami menyadarkan saya kembali tentang apa tujuan hidup ini.

"Hiduplah sesuai zaman mu! Namun jangan pernah lupakan 3 hal, ia adalah Aqidah, Ibadah dan Syari'ah"

Kita tak bisa pungkiri kalau zaman semakin berubah. Segalanya serba mudah, maka berhati2 lah dalam menghadapi zaman ini. 

Alhamdulillah petuah diatas memudahkan segala tantangan persoalan zaman yang saya hadapi. Saya hidup sesuai zaman, dan saya tetap mengedepankan 3 hal fundamental diatas.

Sebagai perempuan, saya berpesan kepada diri sendiri:
"Berprestasilah! Belajar yang giat! Berpendidikan setinggi mungkin! Namun jangan pernah lupakan kodratmu sebagai perempuan." 

"Thalabul ilmi walau Bishshin" dan "Man Jadda Wa Jada"
Dari Darul Aitami lah pemahaman dasar semua ini saya dapatkan.

Fitri, Duta Wisata Asel yang Ternyata Alumni DA


Apa kabar sobat wahana? Kali ini kita bertemu lagi pada pembahasan menarik mengenai Darul Aitami Aceh Selatan. Ada saja yang bisa dibahas mengenai DA, mulai dari sistem belajarnya yang menakjubkan, hingga siswa-siswanya yang dikenal sangat berprestasi. Kali ini, kita akan membahas tentang seorang Duta Wisata Aceh Selatan yang ternyata juga alumni DA.

Bagi sobat wahana yang mungkin adalah alumni DA pasti tidak sabar lagi ingin tahu siapa beliau, sebelum kita membahas lebih lanjut, alangkah bagusnya kita bahas dulu sedikit tidaknya mengenai Duta Wisata. Barangkali masih ada diantara kita yang belum tahu apa sih DW itu?

Ada banyak kata ''Duta'' yang seringkali kita dengar. Duta Bahasa, Duta Mahasiswa, Duta Pendidikan dan lain sebagainya hingga Duta Wisata.

Lalu apa sih Duta Wisata itu?

Dikutip dari laman Wikipedia, berikut defenisi mengenai Duta Wisata.

“Duta Wisata Indonesia adalah remaja berusia 16 hingga 26 tahun pemenang Pemilihan Duta Wisata yang diikuti oleh para peserta dari 33 provinsi di Indonesia. Mereka diharapkan menjadi citra teladan generasi muda Indonesia yang dinamis, kreatif dan cerdas, juga menjadi ujung tombak Dinas Pariwisata dalam mempromosikan kepariwisataan Indonesia secara nasional maupun internasional.

Nah, itu dia sobat defenisi dari Duta Wisata. Setiap Provinsi dan Kabupaten juga memiliki DW masing-masing untuk mempromosikan daerah itu sendiri. Menjadi DW itu bukan sembarang orang, harus cerdas, kreatif dan dinamis.

Well, kita akan obati rasa penasaran sobat tentang siapa sih Duta Wisata Aceh Selatan yang katanya adalah Alumni Darul Aitami?

Is it true??
Fitri Anizar, itulah namanya. Gadis kelahiran Kampong Baro, 24 Februari 1993 yang hoby Volunteering, Traveling and Singing.

Beberapa waktu lalu, tim Wahana Belajar sempat mewawancari beliau via Whatsapp. Ada begitu banyak hal menarik yang didapat dari perbincangan dengan Gadis Manis yang akrab di panggil Fitri ini.

Kabarnya, Kak Fitri merupakan salah satu lulusan Darul Aitami dengan kemampuan bahasa Inggrisnya yang mumpuni.

Ada banyak hal yang ditanya oleh tim wahanabelajar dari Kak Fitri dan Alhamdulillah direspon dengan ramah. Mulai dari alasannya tertarik dengan bahasa Inggris, pengalaman menjadi Duta Wisata, hingga pertanyaan mengenai “DA itu bagaimana” di padangan Kak Fitri.

Berikut perbincangan tim Wahana Belajar dengan Fitri Anizar via Whatsapp beberapa waktu lalu.

Kenapa Tertarik dengan Bahasa Inggris?

“Sejak kecil merasa keren aja melihat orang kalau bisa berbicara bahasa Inggris, jadi termotivasi untuk belajar sendiri.  Ketika memasuki usia sekolah menjadi lebih termotivasi lagi karena mendapatkan guru yang sangat paham betul seluk beluk bahasa ini dan menjadi inspirator sejati yaitu (Mr. Diman Asnawi)”.

Bagaimana Pengalaman Kakak Menjadi Duta Wisata?

“Menjadi sadar akan potensi wisata di daerah sendiri yang luar biasa. Dimana Aceh Selatan punya destinasi wisata yang "Complete Package", ada Laut, Gunung, Sungai, Air terjun, Danau, Pulau, Agro wisata, Wisata kuliner, sejarah dan seni budaya, terlebih lagi jarak antara satu destinasi dengan yang lainnya sangat berdekatan yang tidak dimiliki daerah lain. Ini yang menjadikan Aceh Selatan unik daripada yang lain”.

“Bijak dalam menggunakan sosial media. Dengan menjadi DW kita lebih mengerti dan paham akan tanggung jawab seorang duta dengan hanya memposting berita atau kabar yang bermanfaat apakah untuk promosi wisata atau pesan2 bernada positif lainnya”.

-“Cinta terhadap tanah kelahiran. Ketika sesuatu semakin kita pelajari dan pahami maka perasaan memiliki itu akan muncul. Mempelajari potensi wisata asel selama ini menambah kecintaan saya terhadap daerah saya sendiri. Benar memang kalau ada ungkapan "Tak kenal makanya tak sayang"

Wow! Luar biasa bukan?

Apa sih Motivasi Kak Fitri Untuk Menjadi Duta Wisata?

“Motivasi menjadi DW pada awalnya sebagai tantangan kepada diri sendiri. Banyak orang mengatakan kalau menjadi seorang duta harus anggun, feminin, kalem dan lain sebagainya, nah semua alumni DA juga tau siapa Fitri Anizar dimana sifatnya sangat jauh dari kriteria seorang duta di atas. Akan tetapi saya mencoba keluar dari zona nyaman "Comfort Zone" saya untuk mendobrak kriteria2 di atas, karena bagi saya tak ada kesuksesan jika bertahan di zona nyaman " There's no success on your comfort zone". Saya punya cara saya sendiri untuk menjadi seorang duta wisata tanpa menjadi orang lain. Yang terpenting adalah "Brain, Beauty and Behaviour" dan masing2 Duta punya definisi masing2 akan 3 hal ini, but for me "Sometime you don't have to be yourself but be someone better".

“Inilah yang selalu saya pegang ketika mengikuti event yang lainnya seperti duta bahasa, Ekspedisi Nusantara Jaya dan menjadi delegasi dalam forum nasional lainnya”.

Nah, itu dia sobat wahana,, Fitri Anizar, Duta Wisata Aceh Selatan yang ternyata alumni DA. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari pengalamannya. Salah satunya adalah “Keluar dari Zona Nyaman”.

Semoga artikel ini bermanfaat ya sobat, dan menambah kecintaan kita terhadap daerah sendiri. Dukung Wahana Belajar untuk terus berkarya dengan menshare konten-konten menarik yang ada di Wahan Belajar.

Baca juga: Teknik Jitu Menguasai Bahasa Inggris Ala Fitri Anizar

Berikut juga kami sertakan beberapa dokumentasi kegiatan Fitri Anizar sebagai Duta Wisata.

Ketika menjadi interpreter bagi tamu dari 19 Negara yang berkunjung ke Aceh
Menjadi Interpreter bagi Mahasiswa pertukaran "New Colombo Plan Participants" dari Australia
Undangan jamuan makan malam di kediaman Walikota Sabang pada acara Sail Sabang 2017
Bersama menteri pariwisata Indonesia, Bpk. Arief Yahya
Duta Bahasa 2015
Menjadi pembicara tentang pemuda peduli lingkungan di SMA favorit Sukma Bangsa Bireun
Malam Pembukaan Duta Wisata Aceh
Malam Penobatan Duta Wisata Aceh 2017
Juara Wakil III Duta Wisata Aceh 2017
Menghadiri undangan BNPT dalam acara Sarasehan pencegahan paham Radikalisme di Jogja
Berbincang dengan wali Nanggroe Malik Mahmud Alhaythar dalam perjalan pulang dari Jakarta-Aceh

Teknik Jitu Menguasai Bahasa Inggris Ala Fitri Anizar


Kenalkan dengan Fitri Anizar? Siapa lagi kalau bukan DW Aceh Selatan yang terpilih tahun 2017 lalu. Ternyata beliau ini sangat lihai dalam berbicara menggunakan bahasa asing yaitu bahasa Inggris.

Kami sempat bertanya bagaimana bisa ia begitu menguasai bahasa Inggris? Ternyata ini lho rahasianya, kami dapatkan setelah bincang-bincang dengan Kak Fitri Anizar.

Benarkah belajar bahasa Inggris itu susah?

Sebenarnya tak ada yang namanya sulit atau susah. Apapun tujuan kita yang ingin dicapai, hanya satu kuncinya. Belajar. Mau tidak kita belajar yang rajin, sungguh2 dengan tekad yang tinggi, kalau poin ini tidak ada maka tak ada gunanya.

Apakah ada teknik jitu untuk jago bahasa Inggris?

Mengenai teknik jitu jago bahasa Inggris, hanya ada satu juga kuncinya. Berbicara mengenai bahasa maka kita berbicara masalah praktek. "Because language is all about practicing" . Hafal selalu vocabulary minimal 5 kata setiap hari, tempel di lemari, di dinding kamar atau di cermin bagi yang cewe, jadi secara tidak langsung kosa kata itu akan terus terbaca oleh kita tanpa disadari, kemudian cari partner yang bisa di ajak bicara untuk mempraktekkan  semua kosa kata yg sudah d hafal. Dan akan lebih bagus lagi jika yg dihafal itu per-kalimat selain kosa kata, sehingga struktur bahasa Inggris lebih cepat dipahami.

Inilah yg saya lakukan dengan teman mulai semasa saya masih sekolah di Darul Aitami dulu sampai di bangku perkuliahan. Bahkan kami punya kelompok speaking club bernama "Fanda" yg terdiri dari 3 teman terdekat, dimana kami mewajibkan untuk berbicara full English ketika jumpa dimana saja, kecuali via telepon. Apabila kami melanggar maka kami harus membayar denda Rp.1.000 setiap per kata yang tanpa sengaja terucap dalam bahasa Indonesia. (Ya taulahkan, kalo mahasiswa 1000 saja sudah berat, apalagi kalau sampai lupa satu kalimat panjang di dalam bahasa Indonesia, langsung kere hari itu juga.

Tapi kami selalu mengedepankan komitmen. Dan peraturan itu berjalan dengan lancar sampai hari wisuda.
____

Nah, itu dia sobat wahana, teknik jitu agar menguasai bahasa inggris. Dipaparkan langsung oleh kak Fitri. Semoga bermanfaat ya sobat. Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan share agar teman-teman lain juga tahu dan mendapat manfaat yang sama.

Pendaftaran MUDI Mesra Dibuka Lagi, Ini Persyaratannya


Lembaga Pendidikan Islam Ma‘hadal Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) merupakan salah satu LPI ternama di Aceh yang sangat memiliki peran penting dalam menciptakan generasi islam yang paham agama. Juga tidak sedikit ulama-ulama Aceh yang pernah menuntut ilmu di MUDI Mesra. Pimpinan pertama LPI tersebut adalah Faqeh Abdul Ghani (dikutip dari laman resmi MUDI Mesra). LPI ini berlokasi di Desa Mideun Jok, Kemukiman Mesjid Raya, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Saat ini dipimpin oleh Tgk. H. Hasanoel Bashry bin H. Gadeng.

Saat ini MUDI Mesra kembali membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin menimba ilmu di sana, dengan syarat dan ketenteuan yang berlaku. Berikut informasi pendaftarannya.

I.  WAKTU PENDAFTARAN
1. Pendaftaran mulai tanggal 10 Syawal hingga 5 Dzulhijjah.
2. Jadwal Pendaftaran:         
a. Pagi     : Pukul 09.00 s/d 12.00 WIB
b. Siang   : Pukul 14.00 s/d 15.30 WIB
c. Sore     : Pukul 16.30 s/d 17.30 WIB

3. Pendaftaran dilakukan setelah lulus testing.

II. TEMPAT PENDAFTARAN
1. Putra
Kantor Sekretariat LPI Ma'hadal 'Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya Samalanga (Lt. I   No. 9 Mabna Al-Aziziyah) Jln. Mesjid Raya KM. 1,5 Desa Mideun Jok, Kec. Samalanga, Kab.   Bireuen, Prov. Aceh.

2. Putri
Kantor Sekretariat Putri LPI Ma'hadal 'Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya Samalanga (Lt. I No. 2 Mabna Baitusy Syifa) Jln. Mesjid Raya KM. 1,5 Desa Mideun Jok, Kec. Samalanga, Kab. Bireuen, Prov. Aceh.

III. SYARAT SYARAT PENDAFTARAN
1. Biaya formulir pendaftaran Rp. 50.000,-
2. Mengisi Formulir Pendaftaran.
3. Bersedia mengikuti segala peraturan yang telah ditetapkan LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga.
4. Foto copy ijazah terakhir satu lembar.
5. Pas photo warna berpeci bagi santriwan ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar dan berjilbab bagi santriwati ukuran 3x4 dan 2x3 masing-masing 3 lembar.
6. Menyediakan SKBD atau SKCK untuk melanjutkan pendidikan yang dikeluarkan oleh Polsek atau Polres.
7. Foto copy KK 1 lembar.
8. Foto copy KTP mahram bagi santriwati (orang yang haram menikah dengan santriwati) minimal 4 mahram bagi santriwati yang mempunyai 4 mahram atau lebih.
9. Melunasi biaya administrasi sebesar Rp. 1.300.000,-
    Biaya tersebut meliputi:
    - Uang Pendaftaran
    - Uang Pembangunan
    - Uang Asrama 
    - Uang Yasin
    - Uang Simbol
    - Uang Surban

IV. MATERI TESTING
1.  Al-Qur'an (Tajwid, Makhrajil Huruf, Fashahah)
2.  Kitab Matan Ghayah Wat-Taqrib (Baca)
3.  Nahwu    : Kitab Matan al-'Awamil dan Matan Ajurumiyah (Lisan)
4.  Saraf      : Kitab Dhammun dan Matan Bina wal Asas (Lisan)

V.   JADWAL TESTING
      Testing dilakukan pada saat mendaftar

VI. KEDISIPLINAN/PERATURAN SETELAH TERDAFTAR SEBAGAI SANTRI
1. Mengikuti  pelajaran setiap jam belajar (pagi,siang, dan malam)
     Pagi
     Jam 07. 45 s/d 10. 30 WIB
     Siang
     Jam 14. 00 s/d 15. 45 WIB
     Malam
     Jam 19. 30 s/d 21.00 WIB, dan Jam  22.00 s/d  23. 30 WIB        
2. Memakai busana muslim/ah dan seragam putih yang bersih pada waktu belajar.
3. Mengikuti shalat berjamaah setiap waktu.
4. Mengikuti wirid Yasin menjelang shalat Magrib.
5. Mengikuti Dalail Khairat dan Muhadzarah setiap malam Jum’at.
6. Tidak dibolehkan merokok baik di dalam maupun di luar komplek.
7. Tidak boleh memasak dengan santriwan/wati yang bukan mahram.
8. Tidak boleh keluar komplek tanpa izin.
9. Tidak dibolehkan memakai handphone dan alat elektronik lainnya.
10. Santriwati harus diantar dan dijemput oleh mahram.
11. Santriwan yang terlambat kembali ke dayah baik pada waktu libur ataupun izin pulang harus diantar oleh wali.
12. Kuliah diizinkan setelah menguasai kitab I'annatut Thalibin.

Download Formulir Pendaftaran KLIK DI SINI
Untuk info lebih lanjut mengenai Mudi MESRA silahkan menuju website resmi mudimesra.

Kaligrafer Aceh Selatan Ini Ternyata Alumni Darul Aitami


Siapa sih yang tak menyukai seni? Tentunya setiap kita pasti sangat menyukai seni karena seni identik dengan keindahan. Baik itu seni musik, seni tari, maupun seni lukis seperti kaligrafi misalnya. Di Indonesia, setiap daerah pasti mempunyai kaligrafernya tersendiri, yang mana para kaligrafer itu akan bertarung setiap kali ada ajang perlombaan kaligrafi baik tingkat kabupaten/kota hingga tingkat Provinsi maupun Nasional bahkan Internasional sekalipun. Seperti halnya Aceh Selatan, terdapat beberapa kaligrafer yang menjadi kebanggaan bagi kita semua, terkhusus bagi siapa saja yang mencintai seni kaligrafi.

Saya baru saja mewawancarai seorang kaligrafer Aceh Selatan via WhatsApp, dan kaligrafer ini ternyata adalah salah seorang Alumni Pesantren Darul Aitami Aceh Selatan dan sudah menjuarai beberapa kali ajang perlombaan. Dalam dunia seni kaligrafi terkhusus di Aceh Selatan, namanya sudah sangat tak asing lagi.

Penasaran siapa kaligrafer tersebut?
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai kaligrafer tersebut, alangkah baiknya kita tahu terlebih dahulu sedikit tidaknya tentang kaligrafi.

Beberapa dari kita pasti bertanya, “apa sih kaligrafi itu?”

Saya juga memiliki pertanyaan serupa sebelum akhirnya mengenal tentang kaligrafi meskipun belum sepenuhnya.

Saya sendiri pertama kali mengenal kaligrafi dan benar-benar tertarik untuk menekuninya yaitu sejak saya duduk di sekolah menengah pertama. Lalu, apa sih sebenarnya kaligrafi itu? Apakah sebatas tulsian arab yang dilukis dengan indah sudah bisa dikatakan kaligrafi?

Well sahabat Wahana Belajar, dari berbagai referensi yang saya kutip, kaligrafi merupakan seni menulis dengan indah menggunakan pena tertentu yang digunakan sebagai hiasan. Menurut wikipidia, kaligrafi berasal dari bahasa Yunani yang berarti “keindahan”.

Berikut ini juga beberapa defenisi lain tentang kaligrafi.
Pengertian Kaligrafi, "Kaligrafi adalah ilmu seni menulis indah, ia berasal dari bahasa asing, yaitu: Bahasa inggris:Caligraphy is (art) beautiful hand writing. Bahasa latin: Calios: indah; Graph: tulisan, jadi artinya adalah tulisan indah. Kaligrafi dalam bahasa Arab disebut al-khoth, yang berarti: guratan garis atau tulisan.

Bagaimana kaligrafi menurut para pakar?

Menurut Syaikh Syamsuddin Al-Ahfani
Pengertian khath (kaligrafi) adalah: "Ilmu yang mempelajari bermacam bentuk huruf tunggal, pisah dan tataletaknya serta metode cara merangkainya menjadi susunan kata atau cara penulisannya di atas kertas dan sebagainya" (Al-akfani -Irsyadul Qasid).

Menurut Yaqut Al-Musta'shimy 
Kaligrafi adalah seni arsitektur yang dieksoresikan lewat alat keterampilan".

Menurut Ubaid bin Ibad
Khat merupakan duta/utusan dari tangan, sedang pena adalah dutanya"

Baca juga : Mengenal Kaligrafi dan Cabangnya

Nah, itulah beberapa uraian mengenai kaligrafi. Seperti yang saya singgung di atas tadi, di Aceh Selatan ada beberapa kaligrafer yang sangat berbakat. Salah seorang kaligrafer yang saya wawancarai ini merupakan salah seorang alumni Pesantren Terpadu Darul Aitami Aceh Selatan.

Baca juga : Fakta Unik Darul Aitami, Sekolah Tanpa Tinggal Kelas
                   Mengenal Darul Aitami Aceh Selatan

Angga Sudrajat, itulah namanya. Panggilan akrabnya Angga. Pria kelahiran Ujung Batee, 26 Meret 1993 ini tergolong mahir dalam menekuni dunia seni kaligrafi. Hal itu dibuktikan dari beberapa prestasinya.

Prestasi Kaligrafi Angga Sudrajat :
Juara III hiasan mushaf pada MTQ Se-Aceh Barat Tahun 2013
Juara II hiasan mushaf pada MTQ se-Nagan Raya Tahun 2013
Juara II dekorasi pada MTQ se-Aceh Selatan Tahun 2014
Juara I hiasan mushaf pada MTQ se-Nagan Raya Tahun 2014
Juara I dekorasi pada MTQ se-Aceh Selatan Tahun 2015
Juara harapan III hiasan mushaf pada MTQ se-Aceh Tahun 2016

Itulah beberapa prestasi yang sudah diraihnya pada beberapa ajang perlombaan. Alasan Angga menyukai kaligrafi adalah “Kaligrafi melatih konsentrasi otak melahirkan ketenangan dan juga melatih kesabaran”. Memang, seni membutuhkan kesabaran untuk bisa melahirkan karya-karya luar biasa.

Berikut beberapa karya Angga Sudrajat yang sangat menakjubkan dan indah dipandang.




"Seni itu dari hati, keindahan seni ditentukan oleh ketenangan hati dan jiwa hingga melahirkan karya luar biasa" -Angga Sudrajat-
Nah, itulah sosok Angga Sudrajat. Kaligrafer Aceh Selatan yang ternyata Alumni Darul Aitami. Semoga artikel ini menambah wawasan, terima kasih telah berkunjung.