Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

5 Kiat Agar Produk Mudah Diterima


Dalam dunia bisnis, kesulitan dalam menawarkan produk kepada konsumen biasanya dirasakan oleh orang-orang yang baru saja membangun bisnis. Jika kesulitan tersebut tidak segera diatasi maka akan menjadi penyebab awal dari tutupnya sebuah bisnis tersebut dalam jangka waktu yang dekat 2-3 bulan bisnis atau produk tersebut diluncurkan, karena tidak mencapai angka penjualan yang tinggi yang menyebabkan biaya produksi tidak mampu tertutupi.

Untuk mengatasi hal tersebut, perlu berbagai strategi penjualan yang andal untuk dijalankan. Salah satu strategi penjualan yang bisa ditempuh untuk meningkatkan penjualan adalah melalui penawaran produk yang baik.

Walaupun harga dan kualitas produk tentunya sangat berpengaruh pada daya tarik konsumen, namun tanpa cara menawarkan yang baik, tetap akan berpengaruh pada kemampuan produk untuk diterima masyarakat. Ingin tahu cara menawarkan produk yang baik agar mudah diterima? Simak tipsnya berikut ini!

1. Percaya Diri
Sebelum melakukan trik menawarkan produk, pastikan terlebih dahulu bahwa Anda telah memiliki rasa percaya diri yang besar.

Dengan rasa percaya diri, Anda akan mampu menawarkan produk dengan tenang dan jelas, sehingga calon konsumen dapat memahami dan mempercayai apa yang Anda katakan.

Untuk memaksimalkan tips ini, cobalah untuk menggunakan produk yang Anda tawarkan terlebih dahulu sehingga memiliki pengalaman pribadi dan pengetahuan yang cukup tentang produk tersebut.

2. Tunjukkan Keunggulan Produk
Agar produk mudah diterima calon pelanggan, Anda harus menjelaskan keunggulan produk ketika menawarkannya. Tunjukkan detail-detail keunggulan produk tersebut dengan benar dan natural. Biasanya seorang calon konsumen akan mudah curiga jika Anda menawarkan sebuah produk dengan penjelasan yang terlalu berlebihan dan dengan nada provokatif. 

Tidak masalah jika produk Anda memiliki sedikit kekurangan, sampaikan secara baik dan yakinkan bahwa kekurangan tersebut tidak menjadi masalah karena manfaatnya yang besar.

3. Jangan Merendahkan Produk Lain
Dalam berbisnis, pastinya Anda memiliki kompetitor yang memiliki produk serupa atau mirip. Ketika Anda menawarkan produk yang Anda jual, jangan sampai merendahkan produk lain.

Meskipun pada kenyataannya produk tersebut memang memiliki kualitas di bawah produk Anda, jangan pernah menyinggungnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga hubungan bisnis Anda bagi semua pihak, termasuk pelanggan dan klien bisnis.

Di samping itu, perilaku merendahkan produk lain ini juga akan dinilai oleh masyarakat yang berperan sebagai calon pembeli. Banyak pembeli yang pada akhirnya tidak terlalu yakin dengan keunggulan sebuah produk justru karena sales market produk tersebut terlalu merendahkan kompetitornya sehingga terkesan kurang objektif.

4. Memberikan Kesan Pertama yang Baik
Kesan pertama yang baik di mata konsumen ketika menawarkan barang akan menimbulkan respon positif untuk percaya dan membeli produk yang ditawarkan dan membuat produk Anda sedikit sulit dilupakan.

Hal ini tentunya bisa menjadi pencitraan yang efektif. Anda bisa memberikan kesan pertama yang baik dengan menggunakan cara yang persuasif atau merayu namun tidak terkesan memaksa, memberikan penjelasan dengan detail dan sopan sehingga konsumen merasa senang dan memahami semua kelebihan produk Anda tanpa takut terintimidasi.

5. Memberikan Pelayanan Terbaik
Pelayanan terhadap konsumen menjadi kunci utama dalam menawarkan produk baru. Berikan pelayanan terbaik bagi semua konsumen Anda. Baik konsumen lama ataupun baru. Layanilah setiap konsumen dengan sopan, sepenuh hati dan penuh keikhlasan. Biasanya konsumen baru yang merasa puas dan nyaman akan datang kembali dengan membawa teman-teman mereka. Jadi berlakukah adil pada semua konsumen dan layani dengan tenang.

Jika kelima tips menawarkan produk di atas telah berhasil Anda jalankan dan mendatangkan angka penjualan yang tinggi, jangan lupa untuk mulai pengelolaan keuangan yang baik. Biasakan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin dan analisa catatan keuangan tersebut untuk mengetahui langkah bisnis yang tepat selanjutnya.

Baca juga: Memahami Aplikasi Marketing

Memahami Fungsi Buyer Persona untuk Bisnis


Seperti yang kita ketahui bersama bahwa dunia bisnis semakin maju dan berkembang pesat. Hal itu membuat persaingan yang terjadi dan harus dihadapi oleh para pengusaha dalam dunia bisnis semakin besar pula. Di antara mereka banyak yang berlomba-lomba melakukan berbagai strategi marketing untuk mendapatkan simpati dari konsumen. Dari menggunakan social media untuk iklan sampai membayar orang untuk promosi, ada juga yang menggunakan buyer persona untuk menjalankan strategi marketing. Tahukah Anda apa itu buyer persona?

Baca juga: 5 Kiat Agar Produk Mudah Diterima

Pengertian Buyer Persona
Buyer persona adalah orang fiktif yang sengaja diciptakan dengan karakteristik tertentu sebagai target konsumen. Buyer persona ini mewujudkan siapa konsumen terbaik dalam bisnis Anda, seperti apa wajahnya, bagaimana sifatnya, dan bagaimana ia mengambil suatu keputusan. Orang yang dapat menciptakan konsumen bayangan ini adalah Anda sendiri sebagai pengusaha karena Anda lah yang mengerti detail produk dan jasa yang dijual. Untuk membuatnya, Anda perlu menggunakan imajinasi pikiran untuk mengkhayal dan kemudian menulisnya. Meskipun terlihat mudah, banyak yang perlu Anda pikirkan untuk menciptakannya.

Detail Buyer Persona
Untuk menentukan buyer persona, ada beberapa hal yang harus Anda tentukan dan pikirkan seperti:

a. Data Pribadi
Untuk mengetahui data pribadi buyer persona, dalam bayangan Anda harus mampu menjawab pertanyaan berikut untuk menggambarkan orang tersebut.
- Siapa nama konsumen?
- Apa jenis kelaminnya?
- Berapa umurnya?
- Apa pendidikannya?
- Apakah sudah bekerja dan apa pekerjaannya?
- Berapa penghasilan yang dia peroleh?
- Bagaimana statusnya, apakah sudah menikah atau belum?
- Sudah memiliki anak, jika sudah umur berapa?

b. Tingkah Laku
Gambarkan konsumen terbaik Anda dengan membayangkan sesuai pertanyaan berikut.
- Apa hobinya?
- Makanan dan minuman apa yang paling ia sukai?
- Apa yang ia sukai?
- Social media apa saja yang ia gunakan?
- Berapa forum online yang ia ikuti dan apa saja?

c. Kebiasaan Berbelanja
Anda juga perlu membayangkan kebiasaan buyer persona mengenai cara berbelanjanya dengan menjawab pertanyaan di bawah ini.

- Bagaimana kebiasaan ia berkomunikasi, melalui telepon, email, atau secara langsung?
- Bagaimana cara ia mengetahui suatu produk? Melalui iklan, saran dari teman, ataukah melalui internet.
- Jika melalui internet, bagaimana cara ia mencari informasi tersebut?
- Apa cara berbelanja yang lebih disukai, secara offline atau online?

Cara menentukan detail dari buyer persona adalah dengan menjawab beberapa pertanyaan di atas. Jika Anda merasa masih kurang detail, Anda bisa menambahkan sebanyak mungkin informasi yang diketahui karena semakin banyak informasi semakin dekat pula Anda dengan pembeli.

Fungsi Buyer Persona
Telah disebutkan di atas bahwa buyer persona sangat penting dalam strategi marketing, lalu apa saja fungsinya? Berikut adalah keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika memiliki konsumen khayalan tersebut.

a. Anda dapat mengidentifikasi kebutuhan serta keinginan konsumen terhadap produk yang dijual.
b. Memahami bagaimana konsumen Anda membuat keputusan pembelian sehingga Anda dapat menargetkan pemasaran dan membuat penjualan yang lebih baik.
c. Mengembangkan atau membuat produk atau layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga Anda dan mereka sama-sama untung.
d. Menentukan strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat mendatangkan banyak konsumen baru.
e. Membuat usaha pemasaran Anda menjadi lebih efektif dan efisien.

Setelah mengetahui apa itu buyer persona dan fungsinya, tentu Anda tahu bagaimana kelanjutan bisnis yang Anda jalani. Anda bisa langsung mulai membuat konsumen khayalan untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat. Strategi yang Anda gunakan juga bisa lebih efektif dan efisien dengan adanya konsumen fiktif tersebut.

Jika keberadaan buyer persona bisa diciptakan hanya secara imajinatif, berbeda halnya dengan strategi pemasaran. Strategi pemasaran adalah sebuah tindakan real yang membutuhkan proses, waktu, tenaga, dan biaya. Perusahaan harus menganggarkan pembiayaan yang tepat untuk strategi pemasaran yang dipilih. Jurnal software akuntansi online, akan membantu bisnis Anda memiliki pengelolaan keuangan yang baik. Melalui Jurnal, dapatkan kemudahan menentukan biaya untuk semua keperluan strategi pemasaran, pengecekan stok barang, laporan keuangan maupun pembuatan faktur, dan proses rekonsiliasi bank dengan fitur Cash Link.

Sumber: jurnal.id

Mini Market Adalah Bisnis yang Tahan Krisis


Masyarakat Indonesia sejak lama sudah mengenal toko tradisional yang menjual kebutuhan hidup sehari-hari, yang lazim disebut toko kelontong. Pada perkembangannya, toko kelontong memasuki tahap baru, dengan desain modern dan manajemen toko terkomputerisasi, yang dikenal dengan nama mini market.

Pada umumnya mini market mempunyai ciri luas toko tidak terlalu besar (antara 80 m2-120 m2), menyediakan barang-barang kebutuhan hidup sehari-hari (termasuk the, gula, kopi, mi instan, dan lain-lain) dan barang-barang sekunder seperti Koran dan majalah.

Saat ini masyarakat mempunyai pilihan untuk membuka mini market dengan merek sendiri atau membeli franchise dari jaringan mini market yang sudah lama beroperasi, misalnya Indomaret dan Alfamart. Masing-masing pilihan mempunyai nilai plus dan minus. Jika ingin membangun mini market sendiri, risikonya adalah perlu waktu lama agar merek toko itu dikenal oleh masyarakat, selain itu negoisasi harga dengan supplier juga relatif lebih sulit, misalnya dalam meminta kelonggaran termin (lamanya waktu) pembayaran piutang. Nilai plusnya, bila membuka mini market sendiri, tidak dikenakan royalty fee yang jumlahnya cukup besar.

Sebaliknya jika membeli franchise (waralaba) dari jaraingan mini market yang sudah ada, nilai plusnya adalah merek toko sudah terkenal, mendapat kepastian suplai barang secara teratur dari pewaralaba, sistem komputerisasi toko yang sudah teruji keandalannya, lamanya BEP (Break Even Point) bisa diukur, dan lain-lain. Omzet penjualan di gerai Indomaret dan Alfamart juga cukup tinggi, bisa mencapai Rp.8.000.000 sehari (Kontan, Edisi Khusus Februari 2008). Nilai minusnya adalah pembeli franchise harus membayar franchise fee dan royalty fee dan tidak bebas mengatur desain toko atau menentukan jenis barang yang akan dijual.

Terlepas dari plus dan minusnya kedua alternatif di atas, bisnis mini market sebenarnya cukup prospektif meskipun dibuka pada masa krisis ekonomi terburuk sekali pun, masyarakat tidak akan menghentikan kebutuhan konsumsi atau kebutuhan belanja sehari-hari, bahkan adanya anggapan (image) masyarakat bahwa harga di mini market relatif lebih murah dari super market atau toko tradisional, bisa menjadi pendorong pertumbuhan bisnis ini.

Untuk mengembangkan mini market di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, diperlukan strategi marketing yang kreatif, tidak cukup dengan mencetak brosur saja. Ada banyak cara yang bisa ditempuh, misalnya membagikan makanan/minuman gratis (seperti snack atau es krim) untuk pembelian dengan jumlah tertentu, program cash back (semacam diskon dengan bentuk uang tunai), dan lain-lain. Di Bali, sebuah jaringan mini market bekerja sama dengan beberapa penerbit free magazine, membagikan majalah secara gratis kepada para pengunjung. Sebuah taktik simbiosis mutualisme marketing yang kreatif, dan layak diterapkan.

Analisis BEP (Break Even Point)
Investasi Awal

Biaya renovasi gedung
Rp.15.000.000
Biaya pengadaan barang jadi
Rp.60.000.000
Total Investasi Awal
Rp.75.000.000

Biaya Operasional per bulan

Biaya gaji karyawan 3 org x Rp.1.500.000
Rp.4.500.000
Biaya listrik, air dan lain-lain
Rp.2.000.000
Biaya pembelian stok barang jadi
Rp.10.000.000
Total Biaya Operasional per bulan
Rp.16.500.000

Pendapatan per bulan

Omzet 25 transaksi x Rp.30.000 x 30 hari
Rp.22.500.000
Total Biaya Operasional per bulan
Rp.16.500.000
Laba per bulan
Rp.16.500.000

Pay Back Period (BEP)
= (Investas Awal : Laba per bulan) x 1 bulan
= (Rp.75.000.000 : Rp.6.000.000) x 1 bulan
= 12,5 bulan

Inovasi, Kunci Sukses Kebab Turki Baba Rafi


Rasanya tidak berlebihan jika menyebut bisnis makanan cepat saji Kebab Turki Baba Rafi adalah salah satu bisnis yang paling hot saat ini. betapa tidak, bisnis yang didirikan oleh Hendy Setiono pada awal tahun 2003, saat ini telah berkembang pesat dengan cara franchise, mencapai lebih dari 400 outlet di seluruh wilayah Indonesia, bahkan dalam waktu dekat akan membuka cabang di Negara jiran Malaysia.

Menurut Hendy, bisnis ini dipilih karena pada saat itu belum banyak orang yang melirik produk makanan bercita rasa Timur Tengah, sehingga Hendy menangkapnya sebagai peluang. Lebih lanjut, keunggulan produk Kebab Turki Baba Rafi (KTBR) terletak di bidang rasa, penampilan, dan pelayanan.

Dari segi rasa, KTBR memiliki rasa yang unik dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia, tanpa menghilangkan cita rasa khas Timur Tengah. Dari segi penampilan, desain packing, outlet, maupun seragam operatornya terlihat sangat inovatif dan menarik karena menggunakan perpaduan warna yang mencolok. Terakhir, dari segi pelayanan, KTBR mengutamakan keramahan dan kenyamanan untuk customer.

Kiat sukses dalam menjalankan bisnis ini, menurut Hendy adalah jangan ragu untuk memulai usaha saat ini juga; selalu optimis, inovatif, dan open minded terhadap segala perubahan; dan selalu menanamkan sugesti “saya akan sukses dan berhasil” pada diri sendiri.

Berikut Analisis BEP (Break Even Point)
Total Investasi Awal
Rp. 55.000.000

Total Biaya Operasional per bulan
Biaya Tetap : Biaya penyusutan (2% x omzet 30 hari) 2% x Rp. 14.100.000
Rp. 282.000
Pembayaran royalty 5%
Rp. 705.000
Total Biaya Keseluruhan
Rp. 987.000

Biaya variable
Bahan baku (30 hari)
Rp. 7.050.000
Komisi dan gaji pegawai
Rp. 1.410.000
Sewa tempat dan operasional
Rp. 1.128.000
Total biaya variabel
Rp. 9.588.000
Total biaya operasional per bulan
Rp. 10.575.000

Pendapatan per bulan
Perkiraan per bulan
Rp. 14.100.000
Total biaya operasional per bulan
Rp. 10.575.000
Laba per bulan
Rp. 3.525.000

Pay Back Period (BEP)
= (Investasi Awal : Laba per bulan) x 1 bulan
= (Rp.55.000.000 : Rp.3.525.000) x 1 bulan
= 15,6 bulan

Bisnis Bimbingan Belajar yang Wajib Kamu Coba


Bagi saebagian besar orangtua, menjadi kebanggaan tersendiri bila dapat menyaksikan puta-putrinya berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tidak mengeharankan bila setiap tahun seleksi masuk PTN selalu diikuti oleh ratusan ribu peserta, yang sebagian besar adalah lulusan SMA. Sayangnya, kapasitas kursi yang tersedia di PTN sangat terbatas, sehingga tidak jarang rasio mahasiswa yang diterima dengan jumlah pendaftar bisa mencapai 1: 100 untuk PTN favorit misalnya yang ada di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

Kenyataan itu membuat banyak orang tua rela mengeluarkan biaya ekstra bagi putra-putrinya untuk mengikuti bimbingan belajar menjelang kelulusan SMA, Sebagai tambahan bekal untuk mengikuti seleksi PTN. Kendati sudah banyak pemain lama di bisnis ini, namun selalu masih ada peluang untuk membuka bisnis bimbingan belajar baru. Yang perlu diperhatikan, bisnis ini sifatnya musiman, artinya hanya dapat efektif dijalankan sekitar 3 atau 4 bulan sebelum seleksi masuk PTN dilaksanakan. Selebihnya Anda tidak akan memperoleh siswa dan harus menunggu sampai satu tahun lagi.

Untuk memulai bisnis ini, tidak selalu diperlukan biaya yang besar. Yang pertama-tama Anda lakukan adalah merekrut tenaga instruktur atau tutor, yang bisa diperoleh dari para mahasiswa yang hampir lulus atau para sarjana yang baru lulus. Pertimbangannya, mereka tidak menuntut gaji yang terlalu besar. Akan lebih baik jika para instruktur atau tutor adalah para kenalan Anda sehingga masalah gaji bisa lebih mudah dinegoisasikan.

Setelah itu, Anda dan tim instruktur yang sudah Anda rekrut dapat mulai membuat diktat berisi kumpulan materi soal yang mirip dengan materi seleksi masuk PTN. Hal ini bisa dilakukan dengan membentuk “bank soal” berupa kumpulan soal yang diambil dari seleksi masuk PTN beberapa tahun sebelumnya, yang umumnya dijual bebas di pasaran. Sambil menyusun diktat, Anda dan tim pemasaran Anda dapat mulai menyebarkan brosur ke target market Anda, yaitu para siswa SMA di kota Anda.

Untuk membedakan bimbingan belajar Anda dengan bisnis sejenis, Anda dapat mengembangkan beberapa kita, misalnya mengadakan simulasi ujian seleksi masuk PTN bagi semua siswa SMA di kota Anda secara gratis, membagikan kupon door prize bagi para calon siswa Anda sampai (bilal diperlukan) memberikan paket beasiswa selama satu tahun bagi siswa Anda yang paling berprestasi dan berhasil diterima di PTN favorit. Tentunya Anda harus memperhitungkan cost adn benefit ratio (perbandingan keuntungan dan kerugian) sebelum mulai menerapkannya.

Berikut Analisis BEP (Break Even Point)

Investasi Awal

Sewa rumah/ruko untuk tempat bimbingan belajar
Rp. 20.000.000,00
Diktat kumpulan soal
Rp. 3.000.000,00
Total Biaya Investasi Awal
Rp. 23.000.000,00

Biaya Operasional per bulan
Biaya Transport
Rp. 100.000,00
Biaya Operasional per bulan (gaji instruktur, listrik dll)
Rp. 2500.000,00
Biaya Promosi
Rp. 400.000,00
Total Biaya Operasional per bulan
Rp. 3.000.000,00

Pendapatan per bulan
20 siswa x Rp. 1.000.000,00 (20 sesi per bulan)
Rp. 20.000.000,00
Total Biaya Operasional per bulan
Rp. 3.000.000,00
Laba per bulan
Rp. 17.000.000,00

Pay Back Perio (BEP)
= (Investasi Awal : Laba per bulan) x 1 bulan
= (Rp. 23.000.000,00 : Rp. 17.000.000,00) x 1bulan
= 1,4 bulan

5 Tantangan Bisnis Bagi Pengusaha dan Kiat Mengatasinya

Jika Anda sedang berpikir untuk memulai sebuah usaha atau bisnis, selamat! Memulai sebuah bisnis adalah pencapaian yang besar bagi para pengusaha, akan tetapi mempertahankan bisnis tersebut agar tetap beroperasi merupakan bagian dari tantangan paling sulit dalam dunia bisnis.

Tidak sedikit orang yang berasumsi bahwa dengan hanya ada ide yang cemerlang yang didorong oleh kerja keras saja akan memberi hasil yang besar dalam berbisnis. Namun, dalam dunia bisnis apapun bisa terjadi. Gelombang perekonomian atau terbaru dapat saja mengguncang beberapa bisnis yang sebelumnya lancar dan sukses.


Selaku pengusaha atau pemiliki sebuah bisnis tentunya harus selalu siap dengan berbagai tantangan yang ada, hal tersebut sudah menjadi suatu yang wajib untuk membantu anda dalam berbisnis.

Pada artikel ini akan mengulas beberapa langkah awal untuk menghadapi tantangan tersebut.

1. Moral dan Integritas


Dalam setiap prakteknya, dunia bisnis dan kerja acapkali memunculkan dilema moral. Begitu banyak kesempatan dalam meraup keuntungan yang besar dari klien, kompromi dengan kualitas produk, serta tidak terbuka dengan kekurangan yang ada. Kebiasaan yang seperti ini biasanya turut menumbuhkan ketidakpercayaan yang padahal sifatnya sangat penting dalam berbisnis.

Seperti kasus perjalanan umroh yang pernah menghebohkan netizan dan kalangan bisnis. Harga murah dengan paket dan fasilitas lengkap yang diberikan ternyata hanyalah sebuah skenario dari penipuan. Dapat dibayangkan apa yang kasus ini lakukan dengan bisnis umroh tersebut serta keinginan masyarakat menengah ke bawah untuk dapat bepergian ke tanah suci.


Nah, bagaimana caranya agar dapat menciptakan sebuah bisnis yang memiliki integritas tinggi yang mengedapankan kejujuran?

Sebagai pelaku bisnis, Anda bukan hanya penting menerapkan kejujuran dan integritas pada klien dan turut menjadi contoh untuk para pegawai, namun juga menyadari dampak yang akan memicu tindakan ketidakjujuran.

2. Saingan dan Seleksi yang Ketat


Sangat penting untuk diingat, bahwa Anda bukan saja memiliki kemudahan untuk berbisnis. Kemudahan untuk memulai bisnis melahirkan suatu tantangan berupa kompetisi atau saingan bisnis yang ketat. Dengan beragamnya jenis produk dan jasa yang diciptakan oleh para pemilik bisnis, konsumen atau klien akan menjadi semakin selektif dalam hal memilih apa yang mereka inginkan.

Lalu, cara apa yang mesti dilakukan agar tetap bertahan dalam saingan bisnis saat sekarang ini? Anda tidak perlu menjadi yang terdepan atau nomor satu dalam bisnis jika Anda masih berada pada garis early stage. Fokus saja pada pengembangan nilai penjualan bisnis Anda dan menentukan target pasar yang tepat untuk bisnis tersebut dengan melalui berbagai proses (segmentation, targeting, positioning). Loyalitas pasar bukan merupakan hal terpenting, tapi justru bagaimana pelanggan atau calon pelanggan bisa dan mau membincangkan bisnis yang Anda miliki.

3. Ketidakpastian Kondisi Ekonomi


Terjadinya perubahan permintaan pasar yang sangat cepat dalam iklim bisnis, harga bahan pokok, kurs mata uang yang naik turun, dan sebagainya adalah sesuatu yang tidak mudah untuk diprediksi. Namun, dapat memberi dampak yang besar pada bisnis yang dijalankan. Karena adanya ketidakpastian inilah para pebisnis lebih mementingkan planing jangka pendek, lalu melupakan begitu saja planing jangka panjang. Hal sedemkian dapat merusak esensi utama dari sebuah model bisnis.

Sebagai pelaku bisnis saat berhadapan dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil hendaklah tetap selalu berpikir untuk jangka panjang. Situasi dan kondisi yang berubah dengan cepat menuntut pengambilan keputusan yang cepat pula namun bukan berarti terburu-buru. Hal tersebut merupakan tantangan dalam dunia bsinis yang mesti dipelajari secara terus menerus. Meskipun tergantung pada kasus dan konteks semua setuju bahwa memikirkan suatu rencana untuk pertahanan jangka panjang pada sebuah bisnis sangatlah penting dalam segala situasi dan kondisi.

4. Pemilihan Karyawan Haruslah Tepat


Setiap pelaku bisnis tentunya pernah megalami kesulitan dalam memilih karyawan yang tepat untuk bisnisnya untuk menduduki posisi penting pada bisnis tersebut. Banyak para pelamar yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, namun kesesuaian terhadap budaya bisnis yang dikembangkan adalah yang perlu dipertimbangkan.

Sebuah bisnis yang kecil dapat dianalogikan sebagai sebuah keluarga, jika mampu bekerja sama dengan baik dan akur, tujuan juga akan dengan mudah dapat tercapai dan berjalan dengan bahagia meskipun sesekali diterjang oleh bermacam permasalahan. Jika tidak, terdapat kemungkinan akan terjadi perpecahan. Kepribadian dan skill seseorang menjadi prioritas utama dalam memilih karyawan untuk sebuah bisnis.

Setiap orang menduduki peranan yang penting jika Anda bekerja pada sebuah bisnis meskipun kecil. Jika satu orang saja tidak dapat bekerja dengan baik dan maksimal, maka akan memberi efek pada bagian-bagian lain dalam bisnis tersebut.

Solusi dalam mengatasi permasalahan ini yaitu dengan mempelajari bagaimana berhadapan dengan kepribadian orang yang beragam.

5. Pemecahan Masalah


JJika sebuah bisnis tidak mengalami sebuah problem, maka penting untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan bisnis tersebut. Pada tahap pegembangan, problem memang selalu menjadi “sarapan” bagi setiap pebisnis. Merupakan sedikit perubahan akan tetapi justru cara pemecahan masalah menjadi priortitas dalam menghadapi tantangan lainnya. Sebuah problem akan menjadi masalah yang lebih besar jika pemiliki bisnis tidak paham bagaimanba mengatasinya. Sebuah solusi bisa saja bukan memadamkan api tapi sebaliknya malah menjadi minya yang menjadikan api menjadi besar.


Nah. Hal yang penting untuk Anda lakukan sebelum pengambilan keputusan terhadap tindakan penyelesaian masalah adalah dengan belajar untuk menganalisis masalah hingga ke akarnya. Anda juga perlu memikirkan keuntungan bagi setiap pihak dari mitra hingga karyawan kecil sekalipun. Jika Anda sendiri tidak mengenali dan tidak paham terhadap masalah yang Anda hapai, lalu bagaimana mungkin permasalahan tersebut dapat terpecahkan.

3 Ide Bisnis Yang Sangat Cocok Untuk Mahasiswa

Di zaman era modern ini mahasiswa tentunya memang dituntut untuk menjadi lebih kreatif. Jika hanya kuliah dan belajar serta berorganisasi saja rasanya itu tidaklah cukup. Selain daripada melakukan persiapan untuk dunia karir atau masa depan, tidak salahnya juga jika mahasiswa mulai belajar untuk berbisnis. Siapa tahu profesi tersebutlah yang nantinya akan menjadi karir di masa mendatang. Bukanlah hal yang salah menjalankan bisnis ketika masih kuliah,  Jika kita amati perkembangan dunia dan teknologi yang kian canggih dan cemerlang, kita akan menemukan bermacam-macam bisnis yang bisa dilakukan oleh mahasiswa, terlebih lagi bisnis yang berbasis online.

Baca juga : Memahami Aplikasi Marketing

Seorang mahasiswa memang harus kreatif dan inovatif agar bisa dan terbiasa hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang tua saja. Masa-masa kuliah bisa jadi merupakan waktu yang paling tepat untuk mahasiswa memulai sebuah bisnis. Dapat dikatakan bahwa bisnis di kalangan mahasiswa bukan saja menjadi bisnis sampingan lagi atau hanya untuk menambah uang saku saja, akan tetapi juga menjadi modal dan pengalaman yang akan sangat berguna setelah lulus kuliah tentunya.

Untuk melakukan sebuah bisnis tentunya akan banyajk tantangan yang menjadi penghalang terhadap kesuksesan sebuah bisnis tersebut, pun demikian dengan bisnis online. Nah, supaya bisnis online dapat berjalan denga lancar, pastinya seorang mahasiswa harus jeli menemukan peluang dan tidak takut mengambil resiko dalam bisnis tersebut. Ada begitu banyak bisnis yang bisa dijalankan bagi mahasiswa, hal tersebut tentunya juga akan disesuaikan dengan bakat atau keterampilan yang dimiliki oleh seorang mahasiswa. Dan perlu diingat juga bahwa ada beberapa bisnis yang memang tidak membutuhkan modal  sekalipun atau jika pun ada hanya modal kecil saja, dan tentunya itu akan menjadi peluang besar bagi mahaiswa. Nah, berikut ini ada beberapa bisnis yang dapat dijalankan oleh mahasiswa.

1. Jualan Barang Secara Online


Berjualan barang secara online tentunya merupakan hal yang mudah untuk dilakukan, terlebih lagi setiap orang memang sudah tidak asing dengan dunia maya/online. Jadi, peluang bisnis toko online sangat bagus untuk dilakukan. Misalnya seperti menjual baju, ATK, sepatu, peralatan olahraga, makanan, dan sebagainya yang berbasis online.

Toko online pastinya tidak hanya menargetkan teman-teman di kampus saja, akan tetapi juga kepada pelanggan lain yang cakupannya lebih luas. Dalam hal ini tentunya sobat harus memanfaatkan fitur yang ada pada media sosial secara maksimal.
Jika kesulitan tentang modal untuk memiliki barang yang akan dijual, tenang saja. Sobat bisa saja menjual barang-barang secara reseller atau dropship sehingga modal yang diperlukan akan kecil, tapi keuntungan yang akan diperoleh sangat memuaskan. Keuntungan tentunya tidak terlepas dari seberapa besar usaha dan kegigihan yang sobat lakukan dalam menjalankan bisnis tersebut.

2. Menjual Jasa Secara Online


Terkadang seseorang merasa tidak memiliki peluang untuk mendapat pekerjaan yang menghasilkan uang secara mudah dan melupakan bahwa dia sebenarnya memiliki banyak kesempatan. Misalnya seseorang yang memiliki kemampuan desain banner sudah melamar pekerjaan pada beberapa percetakan tapi tidak ada peluang padahal dia bisa memulia bisnis sendiri dari kemampuan tersebut. Salah satunya adalah dengan menyediakan jasa secara online. Dalam hal ini, selain jasa desain seperti yang saya sebutkan tadi, ada banyak jasa yang bisa dijadikan basis online yaitu seperti jasa pembuatan website, menerjemahkan film, marketing dan lain sebagainya. Tentunya itu sangat cocok bagi sobat yang sedang beraktivitas sebagai mahasiswa karena tidak memungut biaya besar melainkan kemampuan saja.

3. Menekuni Profesi Sebagai Blogger


Penghasilan para blogger yang benar-benar serius dalam mengelola blog/website yang dimilikinya sudah tidak diragukan lagi. Bahkan sobat bisa cek sendiri di google tentang berapa penghasilan para blogger Indonesia. So, bagi sobat yang sedang beraktivitas sebagai mahasiswa tidak ada salahnya jika mencoba profesi yang satu ini, toh hanya bermodal computer dan internet, jika tidak memiliki fasilitas tersebut sobat bisa saja memanfaatkan warnet terdekat. Dalam hal ini, sobat harus menentukan topik apa yang akan sobat bahas pada blog/website yang akan dikelola. Ada banyak topik yang dapat dibahas seperti traveling, kuliner, teknologi, olahraga, atau review produk dan sebagainya.

Untuk menekuni dunia profesi blogger, tentunya ada beberapa kemampuan yang harus sobat miliki atau pelajari. Yang terpenting adalah kemampuan menulis artikel untuk diposting ke blog sobat nantinya. Karena jika tulisan yang sobat posting tidak bagus dan tidak enak dibaca pastinya tidak akan ada pembaca yang sudi berkunjung ke blog yang sobat punya. Selain kemampuan menulis, sobat juga harus memiliki kemampuan photography dasar, bahasa pemograman dasar dan sebagainya yang mendukung kelancaran untuk blogging.

Sebelum sobat akan mendapt penghasilan melalui blog, tentunya blog yang sobat kelola harus terdaftar dulu sebagai publisher dan memiliki akun adsense.

Nah, itulah 3 ide bisnis yang sangat cocok untuk sobat mahasiswa selamat mencobat dan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca.

Baca juga : Memahami Pengertian Marketing
                   Memahami Perencanaan Dalam Marketing
                   4 Kiat Sukses Mengelola Cabang Usaha/Bisnis

4 Kiat Sukses Mengelola Cabang Usaha/Bisnis


Bagi para pemeran bisnis yang sudah memiliki sebuah usaha atau sedang berencana membuka cabang usaha, pengelolaan terhadapat usaha tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan agar bisnis atau usaha tersebut tidak menjadi sia-sia. Tujuan melakukan pengelolaan tentunya agar terhindar dari resiko bisnis yang bisa merugikan lajunya sebuah bisnis sehingga pengelolaan mampu memaksimalkan hasil kinerja bisnis yang dikerjakan. Terutama ketika cabang usaha yang dimiliki oleh seorang pebisnis adalah lebih dari satu, para pelaku bisnis haruslah lebih ekstra dalam upaya mengelola segala aspek dalam bisnisnya mulai dari produksi, penjualan dan sebagainya. 

Selain itu, ketika mempunyai cabang baru  juga banyak yang harus benar-benar diperhatikan seperti ketersediaan modal bisnis, sumber daya manusia, manajemen kontrol, persediaan bahan dan lain sebagainya. Sehingga hal itu mampu menjadi dorongan bagi para pelaku atau pemeran bisnis agar mampu mengelola cabang usaha yang ia miliki dengan baik supaya terciptanya kesuksesan dalam berbisnis.

Nah, apa saja sih yang perlu diperhatikan agar sukses dalam mengelola cabang usaha atau bisnis? Berikut ulasannya.

1. Stock/Bahan Baku Harus Diperhatikan


Dalam membuka cabang usaha, bahan baku tentunya merupakan pokok penting, sehingga stock/bahan baku haruslah benar-benar diperhatikan oleh para pemeran bisnis dalam mengelola cabang usaha yang ia miliki.

Pada kasus ini, pemeran bisnis bukan saja penting mengetahui kecukupan stock untuk  kebutuhan produksi pada setiap harinya, namun juga harus memperhatikan kualitas dari bahan tersebut atau dengan kata lain harus meprioritaskan bahan baku yang memiliki kualitas layak dikonsumsi atau mempertahankan kualitas yang sebelumnya. Jika ada pertanyaan mengapa kualitas harus tetap terjaga, hal itu tentunya karena lancarnya proses sebuah bisnis dan agar tetap mendapat mitra yang baik dari para konsumen juga ditentukan oleh kualitas bahan atau produk. Terlebih apabila bisnis yang dikelola lebih dari satu atau dua cabang.


2. Aspek Keuangan Harus Dikontrol


Keuangan sudah pasti menduduki peran penting dalam merintis sebuah bisnis atau menjaga kelancaran bisnis itu sendiri. Semakin besar cakupan sebuah bisnis atau usaha yang dijalankan maka semakin besar pula modal yang mesti dianggarkan. Pun demikian dengan bisnis yang mempunya beberapa cabang yang tentunya pemeran bisnis sangat penting dalam memperhatikan aspek keuangan pada setiap cabang usaha tersebut supaya kelancaran bisnis atau usaha itu dapat dipertahankan atau semakin meningkat.

Dalam mengelola cabang usaha para pemeran bisnis juga harus melakukan pembukuan yang mencakup beberapa aspek seperti catatan pendapatan dan pengeluaran, kas keuangan, catatan stock barang dan catatan lainnya yang menyangkut kefesienan bisnis yang dijalankan. Hal itu bukan saja mampu menjaga kemulusan sebuah bisnis tapi juga mampu menunjukkan perkembangan sebuah bisnis dan menyusun sebuah strategi.


3. Memberi Pelayanan Terbaik


Tujuan dasar membuka cabang suaha adalah untuk meraih kesuksesan dan meraup keuntungang yang lebih dari usaha tersebut. Namun jika hanya membuka tanpa adanya pengelolaan dengan baik terhadap cabang usaha tersebut tentu saja kesuksesan akan sulit didapat apalagi untuk mendapat keuntungan yang lebih besar. Nah, dalam melakukan pengelolaan terhadap usaha, memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumen merupakan penentu untuk mendapat hasil maksimal atau keuntungan sebuah usaha tersebut.

Teruslah berikan pelayanan terbaik dan meningkatkan pelayanan tersebut karena hal itu akan menciptakan kepuasan bagi para konsumen bahkan bisa jadi konsumen akan menjadi pelanggan setia terhadap usaha atau bisnis yang kita kelola. Tidak mustahil juga bahwa konsumen akan mempromosikan usaha kita kepada orang lain hanya karena ia puas. Pelayanan yang dimaksud disini meliputi kebersihan, kualitas produk atau bahan, ramah terhadap konsumen, penyesuaian harga dan sebagainya. Percayalah, jika hal tersebut dapat dilakukan secara maksimal maka siap-siap meraih kesuksesan dan keuntungan yang optimal.

4. Upaya Promosi Yang Terkontrol


Hal yang paling sering membuat kebanyakan pebisnis kalah saing dengan yang lain adalah tidak adanya upaya promosi yang terkontrol. Sehingga sebagus apapun usaha yang dimiliki kalau orang lain tidak tahu tentunya konsumen tidak akan ada. Jadi, melakukan upaya promosi merupakan hal yang penting yang pasti dan harus dilakukan oleh para pebisnis atau pemiliki usaha dalam bidang apapun itu. Karena dengan adanya promosi berdampak pada pengaruh dan perkembangan bisnis dalam mendapatkan konsumen dan keuntungan. Promosi juga menentukan keunggulan brand bisnis yang yang dimiliki oleh pengusaha di pandangan konsumen.

                   Memahami Pengertian Marketing

Itulah 4 kiat agar sukses dalam negelola bidang usaha, semoga artikel ini dapat membantu anda dalam meningkatkan kesuksesan dan kuntungan usaha yang anda jalani. Terima kasih.