Memahami Secara Jelas Pengertian Kurikulum

Ada tiga variabel utama yang saling berkaitan dalam strategi pelaksanaan pendidikan di sekolah. Ketiga variabel tersebut adalah kurikulum, guru, dan pengajaran atau proses belajar dan mengajar.

Guru menduduki kedudukan sentral sebab peranananya sangat menentukan. Ia harus mampu menerjemahkan dan menjabarkan nilai-nilai tersebut kepada siswa melalui proses pengajaran di sekolah. Guru tidak membuat/menyusun kurikulum, tetapi ia menggunakan kurikulum, menjabarkannya, serta melaknsanakannya melalui suatu proses pengajaran.

Kurikulum diperuntukkan bagi siswa, melalui guru yang secara nyata memberikan pengaruh kepada siswa pada saat terjadinya proses pengajaran.


Proses sampainya kurikulum ke siswa.

Diagram diatas menjelaskan bahwa sebelum kurikulum sampai kepada siswa, kurikulum itu, menempuh suatu proses, yakni penjabaran kurikulum dalam bentuk proses pengajaran. Ini berarti proses pengajaran pada hakikatnya adalah pelaksanaan kurikulum oleh guru dalam ruang lingkup yang lebih khusus dan terbatas.

Pengertian Kurikulum
Kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata curir yang berarti pelari. Kata curere artinya tempat berpacu. Curriculum diartikan jarak yang ditempuh oleh seorang pelari.

Pada saat itu, kurikulum diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa/murid untuk mencapai ijazah.

Rumusan kurikulum tersebut mengandung makna bahwa isi kurikulum tidak lain adalah sejumlah mata pelajaran (subject matter) yang harus dikuasai oleh siswa untuk dapat memperoleh ijazah. Itulah mengapa kurikulum sering dipandang sebagai rencana pelajaran untuk siswa.

Ilmu pengetahuan selalu berubah dan berkembang, demikian juga dengan bidang pendidikan. Perubahan dalam bidang pendidikan membawa pengaruh terhadap perubahan pandangan mengenai kurikulum. Kurikulum yang semula dipandang sebagai sejumlah mata pelajaran, kemudian beralih makna menjadi semua kegiatan atau semua pengalaman belajar, yang diberikan kepada siswa di bawah tanggung jawab sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan.

Konsep ini mengandung makna, bahwa isi kurikulum bukan hanya sejumlah mata pelajaran, tetapi juga semua kegiatan dan pengalaman belajar siswa di sekolah yang mempengaruhi pribadi siswa sepanjang menjadi tanggung jawab sekolah.

Itulah sebabnya tidak ada pemisahan antara kegiatan intrakurikuler dengan kegiatan ekstrakurikuler, keduanya tarmasuk kurikulum.

Baca juga: Memahami Tujuan Program dalam Pembelajaran

Pengertian kurikulum di atas menunjukkan pengertian/makna yang lebih luas sebab kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran saja, tetapi semua aspek yang mempengaruhi pribadi siswa. Dalam pengertian ini, menunjukkan adanya fungsi kurikulum sebagai alat mengubah pribadi siswa. Dengan kata lain, kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Walaupun demikian, kurikulum dalam pengerian ini pun masih belum memberikan arah secara operasional, serta belum ada batasan yang jelas mengenai apa yang dimaksud “semua kegiatan”, apa isinya dan bagaimana bentuknya.

Oleh sebab itu akhirnya disepakati bahwa kurikulum dipandang atau diartikan sebagai program belajar bagi siswa (plan for learning) yang disusun secara sistematik, dan diberikan oleh lembaga pendidikan tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan.

Baca juga: Strategi Pelaksanaan Kurikulum

Sebagai program, kurikulum adalah niat atau harapan. Atas dasar itu, ada pandangan yang menyatakan bahwa kurikulum tidak lain adalah hasil belajar yang diniati/diharapkan atau intended learning out come.

Dikatakan hasil belajar yang diniati sebab program belajar itu baru merupakan rencana, patokan, gagasan, itikad, rambu-rambu, yang nantinya harus dicapai atau dimiliki oleh para siswa melalui proses pengajaran. Program belajar belum tentu dapat mempengaruhi siswa jika tidak dilaksanakan. Itulah sebabnya, kurikulum sebagai program belajar tidak dapat dipisahkan dengan pengajaran.

Kurikulum adalah niat, pedoman, rencana, sedangkan pengajaran adalah pelaksanaan untuk mecapai niat atau rencana tersebut. Menurut Beauchamp, kurikulum adalah dokumen yang disusun untuk digunakan sebagai dasar dalam merencanakan pengajaran.

Dari rumusan diatas juga dapat kita simpulkan bahwa kurikulum adalah program belajar atau document yang berisikan hasil belajar yang diniati (diharapkan dimiliki siswa) di bawah tanggung jawab sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Program belajar masih bersifat umum yang memerlukan penjabaran lebih lanjut oleh guru sebelum diberikan kepada siswa melalui proses pengajaran.

Kurikulum sebagai program belajar bagi siswa harus memiliki tujuan program yang ingin dicapai, isi program yang harus diberikan. Dan stretegi/cara bagaimana melaksanakan program tersebut.

Baca juga:
Wajib Tahu! Ini 8 Kiat Memotivasi Anak Supaya Rajin Belajar
Perbedaan Kecerdasan dan Ragam Gaya Belajar

0 Response to "Memahami Secara Jelas Pengertian Kurikulum"

Post a Comment