Menakjubkan! Desain Rencong Aceh Terinspirasi dari Bismillah.


Berbicara tentang Aceh atau Nanggroe Aceh Darussalam, selain dikenal dengan gelar Serambi Mekkah-nya, Rencong juga merupakan sesuatu yang sangat lekat jika kita membahas mengenai Aceh, itulah sebabnya Aceh juga disebut sebagai Tanoh Rencong, di samping hasil alamnya yang juga melimpah ruah.

Rencong adalah senjata khas Aceh yang juga dianut menjadi simbol dan lambang Aceh. Pada masa silam, para pejuang Aceh menggunakan Rencong sebagai senjata untuk melawan dan mengusir penjajah yang ingin menguasai Negeri Seribu Sultan tersebut. Rencong tidak saja digunakan oleh para pejuang melainkan juga dipakai oleh Raja-raja Aceh dan para bangsawan. Rencong diselipkan di sisi pinggan bagian depan yang memaknai kesiapan untuk bertempur sampai titik darah penghabisan.


Dalam catatan sejarah Aceh, mengenai asal usul rencong senjata mematikan khas Aceh ini tidak tertulis secara pasti, tetapi jika ditelusuri lebih jauh, terdapat suatu legenda yang mengisahkan bahwa dahulu di Aceh ada burung sejenis elang, pada masa itu orang-orang menyebutnya "geureuda" jika diartikan ke bahasa Indonesia adalah "rakus". Burung ini dikatakan rakus karena selalu meneror kehidupan masyarakat serta melahap tanaman, buah-buahan, serta ternak yang menjadi sumber kehidupan saat itu. Kendati sudah dicoba untuk menangkap burung tersebut dengan berbagai upaya, tetap saja tidak berhasil dan burung itu semakin leluasa dan gencar melakukan aksi terornya.

Histori Aceh, Asal Usul Rencong Senjata Mematikan Khas Aceh
Raja juga mengambil aksi dengan memerintahkan seorang pandai besi yang memiliki pengetahuan maqfirat besi untuk membuat senjata ampuh dan mematikan yang dapat membunuh burung geureuda tersebut. Sesudah melakukan puasa, shalat sunat, dan berdo'a kehadhirat Allah SWT. agar diberi petunjuk tentang jenis besi serta logam mana yang diambil dan senjata apa yang akan Ia buat nantinya.

Pada akhirnya sang pandai besi itu membuat sebilah rencong yang mirip tulisan bismillah dalam aksara Arab. Jika dilihat, memang rencong tersebut sangat mirip dengan bentuk lafadz bismillah yang mana gagangnya menyerupai “ba” awal pada kalimat bismillah, bentuk lancip yang menurun kebawah pada pangkal besi dekat dengan gagangnya merupakan aksara “Mim“, lajur besi dari pangkal gagang hingga dekat ujungnya merupakan aksara “Lam“, ujung yang meruncing dengan dataran sebelah atas mendatar dan bagian bawah yang sedikit keatas merupakan aksara “Ha“.

Atas dasar itulah rencong hanya digunakan untuk jihat fisabilillah dalam memerangi penjajah serta kezaliman di negeri ini.

Tingkatan-tingkatan Rencong
1. Rencong yang dipakai oleh raja atau sultan.
Rencong ini pada umumnya terbuat dari gading (sarung rencong) serta emas murni (sisi belatinya).

2.Rencong yang sarungnya umum terbuat dari tanduk kerbau atau kayu, sedang belatinya dari kuningan atau besi putih. 
Dalam catatan histori Aceh, seorang pejuang Aceh pernah menewaskan segerombolan serdadu Belanda yang bersenjata lengkap hanya dengan sebilah rencong. Peristiwa inilah yang membuat penjajah Belanda sangatlah terpukul bahkan juga stress memikirkan peristiwa yang aneh tersebut. Hal itu juga yang menyebabkan Belanda menyebut orang Aceh dengan sebutan “Aceh Pungo” yang jika diartikan ke bahasa Indonesia adalah “Aceh Gila. Itu pula yang menjadikan rencong sebagai senjata mematikan khas Aceh yang menyisakan ribuan kuburan Belanda di Aceh.

Baca juga: Mengenal Rencong “Senjata Mematikan Khas Aceh”

Referensi:
duniapusakagallerykeris.blogspot.com
asyraafahmadi.com

0 Response to "Menakjubkan! Desain Rencong Aceh Terinspirasi dari Bismillah."

Post a Comment