Mengenal Rencong “Senjata Mematikan Khas Aceh”


Beberapa sumber ada yang mengatakan senjata ini dikenal sejak Sultan Ali Muqhayat Syah pada kurun 1514-1528 untuk mengusir Portugis disaat itu dan masih dipergunakan hingga saat ini. Sedang hikayat-nya masih banyak menyimpan misteri.

Bagian-bagian pada rencong

1. Hulu
Hulu disebut juga gagang, yaitu tempat untuk menggenggam senjata tersebut. Dalam bahasa Aceh, hulu disebut goo. Bagian ini sangat diperhatikan oleh pengguna, terutama pada keindahan dan kekuatannya, sehingga bahan yang kuat pun diperlukan untuk membuat hulunya, misalnya tanduk atau gading. Hulu biasanya terbuat dari gading dan tanduk kerbau atau sapi yang sudah cukup tua.

Meskipun kuat, kayu tidak pernah dipakai untuk membuat hulu senjata ini karena justru akan menurunkan kredibilitas pemiliknya. Kalau menggunakan hulu dari kayu, maka senjata ini tidak berbeda dengan senjata tajam biasa.

Tingkatan masyarakat atas (kaum bangsawan) umumnya memakai rencong meupucok, yakni yang dibungkus dengan perhiasan emas pada gagangnya. Pada zaman dahulu, kaum bangsawan Aceh sering menggunakan rencong meucugeek. Senjata ini gagangnya terbuat dari gading gajah dan kadang-kadang dihiasi dengan perhiasan pada sumbunya. Sedangkan masyarakat umum menggunakan gagangnya dibuat dari tanduk yang sudah diulas licin, sehingga mutunya tidak kalah dengan rencong yang sumbunya terbuat dari gading atau bergagang pucok.

2. Ukiran
Hulu dan batang umumnya diukir dengan bentuk-bentuk hiasan tertentu, namun tidak ada syarat tertentu pada macam jenis ukiran. Pemilik bebas memilih bentuk ukiran yang mereka sukai karena ukiran-ukiran ini tidak mempunyai makna tertentu. Beberapa bentuk ukiran di antaranya adalah kalimat syahadat, bentuk daun, bunga, bintang, bulan, atau matahari. Bentuk-bentuk ini hanya menonjolkan estetika semata dan tidak mengandung unsur magis.


3. Perut
Perut adalah bagian rencong yang terdapat di bagian tengah mata. Perut merupakan bagian mata rencong yang lebih lebar dibanding ujung dan pangkalnya. Fungsi perut senjata ini adalah untuk membelah. Lengkungnya ini memberi batas tertentu yang berfungsi sebagai pengendali gagang atau sebagai alat untuk menekan.

Bagian perut  yang digunakan dalam perang akan digosok dengan racun. Selain bagian perut, bagian lain yang digosok dengan racun adalah bagian mata atau ujung senjata ini.

4. Ujung
Ujung merupakan bagian rencong yang tajam. Bagian ini menentukan keampuhan sebuah rencong: senjata ini akan semakin ampuh kalau ujungnya semakin tajam. Bagian ujungnya bukan hanya bagian ujung senjata ini saja, namun termasuk juga bagian pangkal perutnya.

5. Batang
Batang (bak rincong) adalah mata rencong yang pertama setelah tenggorokan atau leher senjata ini. Batangnya merupakan tumpuan kekuatan. Bagian ini lebih tebal dan kuat dibandingkan dengan perut dan ujungnya karena ini adalah senjata tikam. Jika dibandingkan dengan jenis senjata tikam lain, misalnya keris Jawa, maka akan terdapat beberapa perbedaan. Misalnya, bentuk keris Jawa berkelok-kelok dan membentuk lekukan-lekukan dengan jumlah tertentu, sedangkan rencong mempunyai bentuk tertentu yang kombinasi bentuk tersebut dapat dibayangkan membentuk kalimat basmalah.Hal tersebut tampaknya sesuai dengan budaya masyarakat Aceh yang kental dengan nuansa Islam.

Baca juga: Menakjubkan! Desain Rencong Aceh Terinspirasi dari Bismillah.

Referensi: asyraafahmadi.com

0 Response to "Mengenal Rencong “Senjata Mematikan Khas Aceh”"

Post a Comment