Perang NKRI dan GAM Menyisakan Luka Mendalam


Perang antara NKRI dan GAM yang pernah terjadi, menyisakan banyak luka dan kesedihan mendalam yang abadi terpendam. Orang-orang tercinta hilang tanpa alamat, nyawa-nyawa tak berdosa ikut disiksa, dihujani timah panas, dan dibunuh dengan ganas. Mereka yang sama sekali tak bersalah juga ikut tenggelam dalam darah, padahal usianya masih prasekolah. Traumatis atas perlakuan yang sadis sering sekali dialami para gadis. Saat itu, perang menyala bukan saja karena ingin merdeka, tapi juga karena dendam di dalam dada melihat rakyat tak berdosa yang disiksa.

Lalu, ketika damai menjelma asa, setelah tsunami membunuh mimpi. Kita bersama seolah senadi untuk menggapai kemakmuran dan kesejahteraan yang abadi. Tapi faktanya itu ilusi.

Saya pernah berusaha mencari dokumen-dokumen atau rekaman konflik dengan harapan ada potret ketiga paman saya di dalamnya. Sejak saya kenal youtube di kelas 3 SMP, saya obrak abrik video yang berkaitan dengan GAM, namun tak kunjung mendapat hasil. Searching di google ratusan kali berharap menemukan beberapa data yang mungkin mencantumkan nama ketiga paman saya namun yang saya dapat juga kecewa. Saya yakin di luar sana juga ada yang melakukan hal serupa, mencari data, mencari fakta.

Bukankah mereka yang berjuang dengan kibaran bulan bintang disebut pejuang? Bahkan sampai sekarang masih terdengar bersahut-sahut di media tentang sejarah lampau dari keinginan untuk merdeka. Namun, faktanya keinginan untuk merdeka hanya terlihat seperti memperkaya beberapa kelompok saja. Dokumen untuk menghargai mereka yang benar-benar berjuang sepertinya tidak terdata dengan merata.

Anak-anak yang dulu Ayahnya seorang GAM juga masih ada yang tak tersentuh perhatian selain dari masyarakat dan orang-orang dekat.

0 Response to "Perang NKRI dan GAM Menyisakan Luka Mendalam"

Post a Comment