Memahami Karakter Anak yang Tidak Patuh dan Suka Membantah


Jika kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, terbilang tidak sedikit orang tua yang mengalami kebingungan serta kehabisan akal dalam hal bagaimana cara mendidik anaknya sendiri. 

Yang lebih memilukan adalah ketika komunikasi antara anak dan orang tua mulai renggang yang bahkan membuat anak tidak menyukai orang tuanya lagi. Padahal siapalah yang mencukupi kenbutuhan anak mulai dari ia lahir sampai bisa berjalan kalau bukan orang tuanya sendiri.

Tentunlah sangat disesalkan jika kita menyaksikan sangat banyak anak yang justru tidak menyukai orang tuanya. Padahal orang tuanyalah yang telah bekerja keras membanting tulang demi terpenuhi kebutuhan sang anak. Jika dikatakan anak yang salah, tidak bisa begitu juga karena anak adalah didikan orang tua. Jadi apakah orang tua yang salah? Juga bukan.

Hal yang mesti dilakukan adalah melakukan pengusutan terlebih dahulu secara perlahan benang yang kusut tersebut. Nah, disinilah selaku orang tua harus berbepran aktif dalam hal memahami perilaku dan karakter anak dengan tepat.

Untuk langkah awal mari kita usut terlebih dahulu masalah tentang anak yang sangat sulit untuk mengerti nasihat yang diberi orang tuanya. 

Tidak sedikit orang tua yang bertanya-tanya tentang kenapa anaknya tidak peduli dengan masa depannya sendiri, padahal itu adalah kebaikan untuk dirinya sendiri. 

Sangat banyak orang tua yang hatinya merasa teriris karena melihat kelakuan dari anaknya.

Anak janganlah disalahkan secara mutlak karena cara pikir anak tentunya belum bisa sematang cara pikir orang yang sudah dewasa. Justru dalam hal ini, Orang tua yang mesti pro-akif untuk dapat memahami bentuk pola pemikiran yang dimiliki oleh anak serta mepelajari sikap dan perilaku anak. 

Perlu diketahu sebagai informasi yang penting bahwa pada umumnya tindakan-tindakan yang dilakukan oleh anak dan usia remaja hanyalah berdasarkan emosi semata. Bisa kita katakana kebanyakannya adalah 90% dari mereka. 

Dari sini dapat kita ambil sebuah kesimpulan bahwa setiap tindakan atau perilaku yang dikerjakan sang anak kebanyakan adalah didorong oleh perasaannya. Tentunya hal itu terjadinya karena kemampuan mereka untuk berpikir jernih belum matang. 

Hal itulah yang menyebabkan upaya yang dilakukan orang tua dalah memberi nasehat kepada anak sering mengalamai kegagalan. Jangankan untuk patuh, kadang ada anak yang bahkan tidak memperdulikan sama sekali apa yang dikatakan oleh orang tuanya.

Bahkan orang tua yang menasehati anak bak motivator sekalipun tidak jarang juga bahwa nasehatnya tidak sukses. Malah hanya membuat anak kesal pada orang tuanya akibat terlalu sering memberi ceramah.Suasana emosi negative yang dialami oleh anak, menjadikannya nyaris tidak akan bisa menerima masukan yang positif.

Kondisi sedemikian itu muncul karena rendahnya tingkat rasa percaya anak terhadap orang tuanya. Hal itu menjadikan anak malah tertutup pada orang tuanya dan tidak mau mengadukan keluh kesah apalagi untuk memberitahu rahasianya kepada orang tua. 

Anak berpikiran bahwa menceritakan hal yang dialaminya kepada orang tua merupakan hal yang tak ada gunanya. Yang lebih ironisnya lagi banyaknya anak yang berpikir bahwa menceritakan pengalaman kepada orang tua nantinya hanya akan mendapat respon negative seperti cemoohan atau dimarahi dan semacamnya. 

Nah, berarti dari aspek itu kita bisa mengetahui bahwa orang tualah yang menduduki perang paling penting dan bertanggung jawab atas gangguan tingkah laku anak yang tergolong buruk dan sangat susah untuk dinasehati. Itu artinya sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui dan memahami kondisi psikologis pada anak. Orang tua mesti menjaga hati anak supaya tidak tersakiti. 

Anak yang hatinya tersakiti oleh tindakan atau perkataan orang tua yang tidak disadari sering membuat  anak mengalami penurunan tingkat kepercayaan diri pada orang tuanya. Hingga, saat rendahnya kepercayaan diri tersebut semakin parah terhadap aorang tuanya, Segala nasehat yang diberi oleh orang tuanya pun besar kemungkinan tidak akan dipatuhi oleh anak. 

Adalah hal baik jika orang tua bisa mengenali prinsip atau tingkah laku dan perasaan anak. Agar mudah dalam hal menyikapinya. 

Jika antara orang tua dan anak telah ada yang namanya penyatuan hati atau seide makan nantinya anak bisa lebih terbuka terhadap orang tua dan anak pun akan mudah menerima nasehat yang diberikan oleh irang tuanya.

0 Response to "Memahami Karakter Anak yang Tidak Patuh dan Suka Membantah"

Post a Comment