Kenapa IPK Cuma 1-4,00 ? Ini Jawabannya


Salam hangat sobat Wahana Belajar di manapun berada. IPK merupakan hasil akhir pada kelulusan di perguruan tinggi, sangat banyak orang yang berpacu untuk mendapat IPK tertinggi dengan alasan dan tujuan beragam, ada yang katanya ingin mendaftar beasiswa dan lain sebagainya. Saya yakin, judul di atas tadi pasti membuat sobat penasaran, benar kan? apalagi buat sobat-sobat yang berperan sebagai mahasiswa. Kenapa IPK cuma 1-4.00? Kalau sudah tahu saya ucapkan selamat dan Alhamdulillah.

Ini saya dapat dari pengalaman pribadi saya dan teman-teman saya di kampus. Jawabannya sangat simpel dan mudah dan sangat masuk akal. But.. Sebelumya mari baca dulu cerita ini.

Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman di BEM STAI Imam Bonjol berinisiatif menggelar sebuah acara yaitu Training Of Trainer untuk pelajar dan Mahasiswa. Dengan penuh rasa syukur dan bangga kami berhasil meyukseskan acara tersebut. Acara Training Of Trainer atau TOT yang bertema Kepemimpinan dan Membangun Manajemen Organisasi itu, kami hadirkan pemateri atau narasumber yang berpengalaman di bidangnya dan memiliki kelebihan serta keunikan masing-masing dalam berbagi ilmu dan pengalamannya.

Ada tujuh materi yang disuguhkan, adapun judul-judul materi dalam kegiatan TOT tersebut yaitu :

1. Peranan Pemimpin Dalam Menggerakkan Organisasi
2. Membangun Integritas Pemimpin
3. Lahirkan Pemimpin Melalui Dongeng
4. Kepemimpinan Dalam Islam
5. Membangun "Bradn" yang Kuat, Sukses Berorganisasi
6. Pemimpin Berkarakter dan Berakhlak Mulia
7. Pemimpin dan Tanggung Jawab Kepemimpinan


Sobat pasti bertanya-tanya apa hubungannya judul Artikel tadi dengan cerita ini? hehe,, tenang sobat. Hubungannya ada, karena pengetahuan tentang kenapa IPK cuma 1-4.00 saya ketahui dari seorang Pemateri yang sebelumnya bertanya kepada seluruh peserta dan mahasiswa yang hadir mendampingi acara TOT Tersebut.

Pada saat kelangsungan TOT dengan salah seorang narasumber, suasana dibuat bingung oleh pertanyaan "Kenapa IPK cuma 1-4,00?" Saya sendiri kaget dan bingung dengan pertanyaan tersebut. Pasalnya, sudah 2 tahun saya kuliah baru kali itu saya temui pertanyaan yang tak terjamah oleh pikiran kritis saya. Peserta dan teman-teman yang lain juga ikut bingung. Ada yang coba-coba nebak dengan nalar masing-masing, tapi satu pun tidak ada jawaban yang sesuai.

Jawaban dari pertanyaan tersebut ternyata sangat simpel dan masuk akal. Jawabannya apa? Ini nih sobat.. Ternyata IPK terTinggi cuma 4.00 dikarenakan 4+96 = 100. 4 itu adalah nilai akademik atau indeks prestasi di perguruan tinggi, dan 96 itu adalah kerja nyata dalam kehidupan. Paham kan sobat? itu menunjukkan bahwa IPK hanya memiliki pengaruh kecil dalam kehidupan. Bercuma IPK tinggi tapi tidak memiliki manfaat dalam kehidupan dan masyarakat. Bukankah manusia yang baik itu yang bermanfaat bagi orang lain? jadi jangan bangga mendapat IPK tinggi, itu semua tidak ada artinya dibanding angka 94. Apalagi mendewakan IPK.


Sobat tau tidak? mendengar jawaban tersebut saya sangat senang saat itu. Kerena saya sendiri salah satu makhluk Tuhan. Maksud saya salah satu Mahasiswa yang anti mendewakan IP atau IPK. Nah, bagi sobat Wahana, mulai sekarang jangan fokus untuk mendapat angka 4.00 tersebut, tetapi barengi juga untuk mendapat yang 96. Caranya bagaimana? yaitu dengan mengikuti organisasi baik itu organisasi pendidikan yang bersifat internal atau external kampus maupun organisasi yang bersifat kemasyarakatan dan kepemudaan. Karena pada wadah tersebutlah kita akan belajar dan berlatih secara langsung menghadapi kehidupan. Menghendel kegiatan, meloby rekan, mempengaruhi orang lain, memecahkan masalah hingga kepemimpinan dan lain sebagainya. itu sebabnya tak heran jika banyak orang sukses yang lahir dari organisasi. Dan tak heran juga pemilik IPK tinggi dikalahkan oleh mereka yang mendapat angka 96 dalam kehidupan  nyata.

Sobat juga mesti ingat, mendapat IPK tinggi juga sangat bagus, apalagi kalau ingin mendaftar beasiswa. Tetapi cara mendapatkan itu yang harus sobat make be good. Jangan gara-gara ngejar IPK jadi buta  organisasi atau kehidupan bermasyarakat.

Nah, itu dia sobat jawaban dari kenapa IPK Cuma sampai 4. Semoga artikel ini bermanfaat atau menjadi motivasi bagi kita semua. Mari berikan komentar atau ide-ide sobat di kolom komentar yang tertera di bawah agar kiranya Wahana Belajar terus maju dan berkembang. Dan saya juga berterima kasih bagi sobat yang membagikan artikel ini pada teman-teman yang lain.

                     Inilah 7 Penyebab Sarjana Pengangguran

0 Response to "Kenapa IPK Cuma 1-4,00 ? Ini Jawabannya"

Post a Comment