4 Kiat Agar Tidak Menjadi Sarjana Pengangguran


Mendengar kata sarjana kita mungkin membayangkan seorang yang telah sukses dengan meraih gelar di jenjang perguruan tinggi. Dan kita berpikir bahwa sarjana adalah orang yang memiliki kehidupan berkelayakan dan mapan. Belum tentu. Jika kita melihat jumlah lulusan sarjana tiap periodenya di Indonesia, ada ribuan sarjana yang diluluskan di tiap periodenya. Jika kita bandingkan degan lowongan kerja yang ada di Indonesia sendiri, sungguh memiliki perbedaan yang sangat jauh. Akibatnya hadirlah sebuah sebutan yaitu Pengangguran terdidik atau sarjana pengangguran karena tidak mendapat pekerjaan sesudah kuliah. Ada yang bahkan serta merta menyalahkan pemerintah karena kecil lowongan kerja yang ada di lingkungan masing-masing. Sebenarnya apa sih tujuan kuliah? Apakah untuk mendapat gelar dan mencari kerja semata? Menurut saya kuliah bukan terpaku pada mencari pekerjaan saja. Jika itu menjadi tujuan kuliah, sungguh sangat disayangkan. Seharusnya lulusan-lulusan yang sudah sarjana, menutup atau mengurangi angka pengangguran yang melonjak dengan menciptakan lapangan kerja baru menurut kreatifitas masing-masing.

Artikel ini sengaja saya tulis yang sebenarnya untuk saya sendiri dan juga agar bermanfaat bagi orang lain. Supaya nantinya setelah kuliah tahu mesti ngapain dan tidak menjadi pengangguran. Saya akan membahas bagaimana agar tidak menganggur sesudah kuliah. Berbicara tentang mencari pekerjaan, sebenarnya tidak begitu erat kaitannya dengan titel sarjana. Karena buktinya mereka yang di luar sana yang bahkan tidak memiliki titel tersebut mampu mempekerjakan orang lain. Itu semua tergantung persepsi dan cara masing-masing selama menempuh perkuliahan. Beberapa waktu lalu saya sudah pernah menuliskan artikel tentang penyebab terjadinya pengangguran di kalangan sarjana. Untuk menindak lanjuti artikel tersebut maka saya berinisiatif menulis solusinya. Lalu bagaimana caranya agar tidak menjadi sarjana pengangguran? Berikut kiat-kiatnya.


Sebenarnya ini hanya teori yang sudah dipraktekkan orang-orang sukses, terkait teknik mereka dalam lingkungannya. Saya sendiri tidak menjamin jika sobat mempraktekkan kiat-kiat ini nanti sobat akan jauh dari kata nganggur sesudah kuliah. Semua itu kembali pada diri sendiri dan tujuan kuliah. Baiklah langsung saja kita masuk ke topik inti.

1. Menjalin Relasi Pertemanan
Di dunia perkuliahan atau di kampus, kita tentunya memiliki banyak kenalan baru atau teman baru yang berasal dari berbagai daerah yang berbeda. Apa lagi jika kita mengikuti organisasi baik itu di dalam maupun di luar kampus, tentu angka pertemanan kita akan meningkat. Lalu apa hubungannya hal tersebut dengan agar tidak menjadi sarjana pengangguran? Tentu saja ada kaitannya. Jika kita menjalin hubungan atau komunikasi yang baik di antara teman-teman tersebut, mana tau salah satu dari mereka punya saudara atau link untuk menuju sebuah pekerjaan. Tentulah dia akan memilih kita karena dia percaya kita selaku teman.

2. Rutin Mencari Informasi
Hal yang pasti ada pada setiap kita adalah malas membaca. Nah untuk itu sobat tidak boleh malas membaca selama kuliah dan seterusnya. Bacalah info-info penting yang ada di media cetak berupa koran, majalah, brosur dan maupun media eletronik seperti media sosial facebook, twitter, istagram dan lain sebagainya. Semakin kita sering membaca maka semakin kita banyak mendapat informasi. Mana tau dalam bacaan-bacaan tersebut kita mendapat peluang lebih dulu. Atau kita tau persiapan apa yang harus disiapkan.

3. Berpikir dan Bertindak Kreatif
Kreatif sudah mesti ada pada setiap orang, karena tanpa adanya kekreatifan segala sesuatu pasti akan terlihat monoton dan membosankan. Jadi, sobat haruslah kreatif, jangan saja memikirkan harus kerja kemana sesudah kuliah, tetapi pikrikan apa yang dapat diciptakan sesudah kuliah, pekerjaan apa yang mampu mendorong ekonomi. Tetapi bukan hanya berpikir tanpa melakukannya. Dan untuk mendapat ide-ide tersebut pastilah dari cara yang ke dua tadi yaitu membaca.

4. Meningkatkan Potensi Diri
Setiap kita dilahirkan dengan kekurangan, kelebihan dan keunikan masing-masing. Namun kebanyakan orang gagal adalah sejatinya mereka yang tidak mengenal diri sendiri. untuk itu sobat mesti mengenal diri sendiri, mengenal potensi diri. Apa yang bisa dilakukan, kemampuan apa yang dapat diandalkan. Jika kita sudah tahu potensi diri maka teruslah meningkatkan potensi tersebut. Karena seperti yang pernah saya sebutkan sebelumnya, salah satu penyebab pengangguran adalah kurang atau tidak adanya potensi sehingga tidak mendapat pekerjaan. Jika kita memang punya potensi dan kemampuan khusus, tidak mustahil pekerjaan itu sendiri yang menghampiri.

Nah, itulah 4 kiat agar tidak menjadi sarjana pengangguran. Sebenarnya masih banyak lagi cara yang lain yang tidak mesti saya sebutkan karena saya yakin sobat sendiri pasti menemukannya. Semoga artikel ini bermanfaat.

5 Responses to "4 Kiat Agar Tidak Menjadi Sarjana Pengangguran"

  1. Good job bro,,
    Bravo .
    Kata kata bisa mengubah menset , dan dari menset itu orang bisa berkembang..

    ReplyDelete
  2. Gagasannya bagus, karena bagaimana pun pengalaman menjadi dampak besar untuk memperkuat ilmu yang didapat

    ReplyDelete
    Replies
    1. yepp.. that's right brother. Saya sendiri menceritakan pengelaman pribadi dan yang saya lihat disekeliling saya.
      thanks udah berkunjung. semoga lain waktu bisa mampir kmebali..

      Delete
  3. Mantap, deretan sajak kata ini yang akan menggugah para calon sarjana muda untuk terus berbekal diri dengan ilmu dan pengalaman hidupnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali brother, jangan kuliah kalo nggak sukses. Kuliah empat tahun apa gunanya jika ujung-ujungnya menjadi pengangguran. So, mari meningkatkan kualitas diri agar menjadi layak dan pantas.

      Delete