Ternyata Ini Faktor Yang Mempengaruhi Minat


Berbicara tentang minat bukanlah hal yang asing lagi dibicarakan apalagi dikalangan pendidikan, minat adalah rasa ingin melakukan sesuatu yang ada dalam diri seseorang tanpa adanya keterpaksaan dalam dari pihak manapun. Pengertian tentang minat para ahli memiliki perspektif bermacam-macam seperti menurut Kamisa (1997) dalam buku Pikologi Belajar karya Drs. H. Makmun Khairani, M.Pd. Psikolog, minat diartikan sebagai kehendak atau keinginan atau kesukaan. Minat pada hakekatnya merupakan sebab akibat dari pengalaman yang terjadi. Minat berkembang sebagai hasil daripada suatu kegiatan dan akan menjadi sebab akan dipakai lagi dalam kegiatan yang sama. (Crow and Crow, 1973)

Sekarang para pembaca sudah tahu arti minat, maka patut juga mengetahui faktor yang mempengaruhi minat tersebut. karena segala sesuatu hampir tidak ada yang tidak memiliki faktor yang mempengaruhi, pun demikian dengan minat. dari beberapa buku yang saya baca ternyata ini dia faktor-faktor yang mempengaruhi minat yang saya sajikan kepada para pembaca wahana belajar. Sebelum saya paparkan apa-apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi minat tersebut saya ucapakan beribu terima kasih kepada para pembaca yang telah sudi dan setia berkunjung ke wahana belajar, berbagai ide atau pendapat dari pembaca sangatlah kami harapkan untuk kemajuan website wahana belajar juga untuk menunjang kualitas dari artikel-artikel yang wahana belajar upload untuk para pembaca. Oke, inilah beberapa faktor yang mempengaruhi minat.

1. The Factor Inner Urge
Fakto yang pertama yang mempengaruhi minat adalah inner urge atau rangsangan yang datang dari lingkungan atau ruang lingkup seseorang. Karena rangsangan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan ataupun kebutuhan seseorang akan dengan mudah menimbulkan minat. misalnya saja kecenderungab terhadap belajar, dalam hal ini seseorang mempunyai hasrat ingin tahu terhadap suatu ilmu pengetahuan.

2. The Factor Social Motive
Jika tadi dipengaruhi oleh rangsangan dari ruang lingkup, maka faktor yang kedua yang mempengaruhi minat seseorang terhadapp obyek atau sesuatu hal adalah faktor yang datang dari dalam diri manusia itu sendiri dan motif sosial. Misalnya seseorang sangat berminat untuk mendapatkan suatu prstasi yang tinggi agar mendapat status sosial yang tinggi pula.

3. Emotional Factor
Faktor perasaan dan emosi ini mempunyai pengaruh terhadap obyek misalnya perjalanan sukses yang dipakai individu dalam suatu kegiatan tertentu dapat pula membangkitkan perasaan senang dan juga dapat menambah semangat atau kuatnya minat dalam kegiatan tersebut. begitu juga sebaliknya kegagalan yang dialami akan menyebabkan minat seseorang berkembang.

Lakukan 4 Hal Ini Dijamin Anda Akan Memiliki Wawasan Luas


Memiliki wawasan yang luas adalah salah satu ciri seseorang mempunyai kualitas intelektual yang tinggi. Orang yang memiliki wawasan yang luas biasanya pasti akan memiliki daya berpikir yang kritis, teoritis, dan aktif juga. Bahkan dalam kenyataannya orang-orang yang sukses jika kita lihat adalah orang-orang yang memilki wawasan luas. Dengan memilki wawasan luas seseorang juga akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat atau orang lain, sehingga mereka mudah diterima dimana saja.

Sebab itu sangat banyak orang yang ingin memiliki wawasan luas tetapi tidak bisa mewujudkannya atau hanya bertanya-tanya bagaimana agar memiliki wawasan luas, banyak juga yang menyadari caranya tetapi malas dalam prakteknya atau belum mendapat cara yang mudah dikerjakan.

Disini wahana belajar akan berbagi pengetahuan seputar cara agar seseorang memiliki wawasan yang luas.

Anda hanya perlu melakukan 4 kiat berikut ini agar bisa memiliki wawasan yang luas.

1. Rajin Membaca
Membaca yang saya maksud disini bukanlah terpaku pada rajin membaca buku-buku tertentu saja tetapi selain dari itu. Mungkin anda sering mendengar kata-kata bijak “membaca adalah jendela dunia”. Memang benar bahwa membaca adalah diibaratkan dengan jendela dunia karena dengan membaca kita bisa melihat dunia luar. Misal jika kita tidak pernah ke Amerika kita bisa tahu tentang amerika dengan membaca buku tentang amerika, kehebatan amerika dan lain sebagainya.

Nah, seperti yang saya katakan tadi membaca disini bukanlah membaca buku tertentu saja tetapi selain dari itu seperti membaca surat kabar, majalah, dan sejenisnya. Anda tidak akan tahu apa yang terjadi di negara atau daerah lain jika tidak membaca surat kabar tentang itu. So, rajinlah membaca.

2. Tidak Malu Bertanya
Seperti kata pepatah “malu bertanya sesat di jalan”. Maksudnya adalah jika kita malu untuk bertanya kita tidak akan sampai pada tujuan yang kita maksud. Rajin-rajinlah bertanya tentang apa yang tidak anda ketahui kecuali soal jodoh, karena jodoh hanya Tuhan yang tahu. Hehe...

Oke, bertanya disini adalah bertanya hal-hal penting kepada orang-orang tertentu yang dianggap penting utnuk ditanya seperti menanyakan tentang perkembangan pendidikan kepada pakar pendidikan, atau bertanya soal kejadian yang terjadi disuatu negara kepada orang yang baru berkunjung ke negara tersebut dan lain sebagainya.

3.  Berdiskusi
Membaca dan rajin bertanya saja rasanya masih belum cukup jika anda memang benar-benar ingin melejitkan wawasan. Iringinlah dengan sering-sering berdiskusi bersama orang-orang yang anda kenal atau juga tidak sempit kemungkinan untuk berdiskusi dengan orang-orang baru yang mungkin baru anda kenal atau temui pada acara-acara tertentu seperti pada seminar, penyuluhan, maupun pelatihan-pelatihan tertentu yang anda ikuti. Dengan sering berdiskusi anda bisa bertukar ide atau pendapat dari orang lain tentang pengetahuan yang mesti anda ketahui.

4. Browsing
Browsing adalah istilah dari mencari sesuatu di internet, selain istilah browsing juga ada istilah lain seperti ngegoogling atau berselancar di dunia maya yang tujuannya adalah mencari pengetahuan tertentu. Nah, jika anda ingin memperluas wawasan brwosing juga salah satu alternatif yang tidak salah untuk dijadikan pilihan. Karena di internet bisa dikatakan semuanya ada, tentang bisnis, ekonomi, perkembangan dunia, hiburan dan lain sebagainya yang juga tak terkecuali tentang keagamaan.

Namun, dalam browsing di internet anda mestilah melakukannya dengan bijak dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak mesti dilakukan seperti mengarah pada unsur pornografi. Karena di internet juga ada hal-hal negatif selain daripada positif, itulah sebabnya anak-anak dilarang keras menggunakan internet tanpa pengawasan.

4 Hal Ini Menyebabkan Guru Tidak Disukai Siswa


Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang mulia karena sejatinya guru itu adalah orang yang akan mencetus generasi-generasi yang terpelajar dan berpendidikan. Itulah sebabnya salah satu orang yang patut dipatuhi selain orang tua adalah guru.

Bagi seorang guru, menjadi guru janganlah karena hal-hal tertentu misalnya menjadi guru hanya karena tidak diterima bekerja di tempat lain daripada nganggur atau mondar-mandir nggak jelas lebih baik menjadi guru di sekolah. Kejadian tersebut sangat banyak kita jumpai dan banyak pengakuan sendiri saat melalukan kenalan dengan para siswa di kelas atau saat pertama sekali pertemuan pelajaran. “sebenarnya bapak tidak bercita-cita jadi guru”, sebetulnya cita-cita ibu adalah menjadi dokter” dan lain sebagainya ungkapan yang serupa banyak dijumpai. Padahal hal tersebut tidaklah baik.

Jika memang menjadi guru haruslah memang minat atau keinginan sendiri bagi guru tersebut kerena jika tidak pastilah tidak akan memberikan pengajaran yang efektif bagi siswa atau tidak serius. Sehingga banyak siswa yang mengeluh atau tidak menyukai guru tersebut bahkan ada yang mungkin bisa terang-terangan mengkritik guru tersebut. Kenapa itu bisa terjadi tentunya karena ada faktor-faktor tertentu pada guru sedemikian yang membuat siswa tidak suka, antara lain :

1. Tidak Ramah
Ramah tamah adalah hal yang sangat penting dimiliki bagi seorang guru. Apa jadinya jika seorang guru tidak mampu ramah terhadap siswanya, tidak mau menyapa siswa, enggan tersenyum ketika berpas-pasan sehingga siswa menjadi tidaki menyukainya. Siswa tentu akan sangat senang terhadap guru yang ramah dan mereka akan merasa nyaman dan membuat mereka juga akan mengikuti pelajaran dengan suka. Tapi, jika seorang guru yang menjadi guru tidak didasari kemauan sudah barang pasti ia juga sulit atau bahkan tidak tau caranya beramah-tamah dengan siswa.

2. Tidak Kreatif
Kreatif mestilah dimiliki oleh siapapun begitu juga dengan guru. Maksud kreatif disini yaitu tidak monoton dalam melakukan proses belajar mengajar terhadap siswa yang misalnya guru hanya mendikte dan siswa disuruh mencatat setiap harinya, kemudian memberi ulangan, latihan, pekerjaan rumah dan sejenisnya. Itu akan membuat siswa bosan dan cenderung tidak menyukainya.

Jadilah guru yang kreatif dalam memberi pelajaran terhadap siswa misalnya membagi kelompok belajara dan siswa diminta untuk berdiskusi bersama teman kelompoknya lalu mepersentasekan di depan kelas, mengubah pola susunan meja belajar siswa, mengajak siswa sesekali belajar di luar kelas dan lain sebagainya. Dijamin siswa akan sangat menyukai itu.

3. Tidak Disiplin
Berbicara tentang disiplin, adalah hal yang tak asaing bagi seorang pendidik karena sejatinya memang harus ada dalam diri mereka. Guru itu mendidik siswa salah satunya agar siswa disiplin. Tapi bagaimana bisa mendidik siswa jika kedisiplinan itu sendiri tidak dimiliki oleh seorang guru tersebut. itulah yang sering terjadi dikalangan pendidikan yaitu ketidak disiplinan seorang guru misalnya masuk kelas sering terlambat tapi keluarnya cepat atau bahkan sering absen, tidak berpakain rapi misalnya memakai sendal, tidak mengikuti upacara dan lainnya dengan kejadian yang serupa.

Akibatnya, ketika guru memerintahkan siswa untuk tidak masuk terlambat, berpakain rapi, akan diprotes oleh siswa. Jika anda salah seorang guru atau ingin menjadi guru miliki jiwa disiplin dalam diri anda sehingga siswa akan dengan mudah menerima pesan yan anda sampaikan dan bahkan siswa akan sangat menyukainya.

4. Pelit Nilai
Dalam menjalani prose pendidikan belajar mengajar seperti di sekolah, nilai adalah salah satu hal penting bagi siswa dan menjadi salah satu patokan utama yang menentuka kemampuan siswa dalam hasil belajar. Ketika kenaikan kelas nilai adalah penentu bagi seorang siswa untuk bisa naik kelas ataupun tidak, makanya ketika masa-masa ujian siswa akan mengulang pelajaran lebih giat dibanding hari-hari lainnya. Hal tersebut dilakukan agar bisa menjawab soal ujian dan mendapat nilai bagus.

Bahkan dalam prakteknya ada siswa yang tidak segan untuk mencontek atau membawa catatan berupa konsep ke ruangan ujian, demi nilai bagus. Jadi, jika ada seorang guru yang sangat pelit dengan nilai pastilah tidak disukai siswa. Jika anda seorang guru janganlah sekali-kali pelit nilai.

Sebelum memberi nilai kepada seorang siswa mintalah perjanjian misalnya jika mereka sering tidak mengikuti pelajaran akan mendapat nilai jelek dan bagi yang rajin akan mendapat nilai bagus atau menawarkan terhadap siswa dengan syarat seperti memberikan nilai bagus jika mematuhi hal-hal tertentuu yang disepakati antada guru dan sisiwa.

Baca Juga 4 fungsi minat dalam belajar

3 Hal Yang Dapat Anda Lakukan Sesudah Shalat Shubuh


Manusia, selain membutuhkan makan dan minum juga membutuhkan istirahat. Istirahat yang paling penting yaitu tidur di malam hari. Memang, malam hari adalah waktu untuk bersitirahat. Karena pada siang hari dihabiskan untuk bekerja bagi yang sudah bekerja, sekolah atau kuliah bagi yang masih pelajar dan mahasiswa.

Berapapun usia Anda pastilah siang hari anda gunakan untuk beraktivitas. Untuk itu pada malam harinya digunakan untuk tidur atau beristirahat. Tetapi, sangat banyak orang yang salah gunakan istirahat atau waktu untuk tidur tersebut, seperti tidur melebihi batas waktu normal hingga bahkan lebih 9 jam sehingga bangun kesiangan dan melewatkan waktu shubuh. Ada juga yang bangun pada waktu yang tepat dan melaksanakan shalat shubuh, tetapi usai itu memilih untuk melanjutkan tidur kembali. Sangat disayangkan waktu yang seharusnya berharga terbuang begitu saja.

Padahal banyak hal bermanfaat  dan bernilai ibadah atau mendapat pahala yang bisa dilakukan usai shalat shubuh. Apa saja hal tersebut? lanjut saja membaca artikel ini hingga selesai.

Baca juga: Rutin Shalat Tahajjud Akan Menyembuhkan 5 Penyakit Ini

Inilah 3 aktivitas atau hal yang bermanfaat besar yang bisa anda lakukan sesudah shalat shubuh:

1. Membaca al-quran
Membaca alquran sangatlah dianjurkan bagi umat muslim. Bahkan, hal itu memang diperintahkan sesuai bunyi surah al-alaq ayat pertama. Jadi sangat tidak wajar jika malas mengerjakannya. Membaca alquran adalah salah satu ibadah yang apabila mengerjakannya mendapat pahala. Jadi, sesudah shalat shubuh alangkah baiknya jika anda membaca alquran beberapa ayat atau halaman. Karena, usai shalat shubuh suasana masih sangat tenang sehingga bisa dengan nyaman membaca al-quran.

2. Membaca buku
Selain membaca alqur’an, membaca buku juga akan memberikan manfaat bagi diri anda. Tidak ada salahnya jika anda membaca buku-buku yang bermanfaat atau yang bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda seperti buku-buku tips. Selain itu, memang jika membacanya usai shalat shubuh akan sangat mudah diserap otak karena pada saat tersebut ota masih fresh dan belum terisi memori lain.

3. Mengatur planing
Mengatur planing adalah hal yang memang harus anda lakukan setia hari sebelum memulai aktivitas. Karena dengan mengatur planing anda bisa tahu pekerjaan mana yang mesti anda kerjakan lebih dahulu atau pekerjaan mana yang paling penting dan kurang penting. Kebanyakan orang-orang hebat dan sukses mereka selalu mengatur planing. Nah, usai shalat shubuh adalah waktu yang cocok bagi anda untuk mengatur planing apa saja yang akan anda laksanakan nantinya.

Itulah 3 aktivitas bermanfaat yang dapat anda lakukan sesudah shalat shubuh. Semoga anda bisa mengerjakannya karena itu memang sangatlah mudah. Share ke teman-teman anda agar mereka juga mendapat pengetahuan yang sama dengan anda.

4 Fungsi Minat Dalam Belajar


Kita tidak bisa memungkiri bahwa untuk sukses dalam segala hal ditentukan oleh minat terhadap hal tersebut, begitu juga dengan belajar. Minat untuk belajar sangatlah penting untuk menentukan produktif atau tidaknya sebuah pembelajaran yang dilakukan. Karena jika belajar bukan karena minat atau karena adanya paksaan dari pihak-pihak tertentu akan menjadi bercuma ibarat kata orang “masuk telinga kanan keluar telinga kiri” artinya apa yang dilakukan sia-sia dan tidak membuahkan hasil melainkan hanya membuang waktu.

Kali ini wahana belajar akan berbagi pengetahuan tentang fungsi dan pentingnya minat dalam pelaksanaan belajar atau study, antara lain :

1. Minat Memicu Konsentrasi
Dengan adanya minat dalam belajar konsentrasi seseorang akan sangat mudah terpicu dari dalam pikirannya. Perhatian serta merta diperoleh dengan secara wajar dan tanpa adanya pemaksaan tenaga kemampuan seseorang memudahkan berkembangnya konsentrasi atau kefokusan, yaitu dengan pemusatan pemikiran kepada suatu pelajaran.

Oleh karena itu, tanpa adanya minat konsentrasi terhadap pelajaran mustahil didapatkan. Coba seandainya seseorang diminta untuk belajar matematika padahal dia sama sekali tidak menyukai atau tidak memiliki minat terhadap matematika pastilah pembelajaran yang dilakukan akan menjadi sia-sia tanpa membuahkan hasil sama sekali melainkan capek. Begitu pun dengan belajar yang lain.

2. Minat Mencegah Terganggunya Perhatian dari Luar
Minat belajar juga akan mencegah terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu perhatian belajar yang bersumber dari luar misalnya orang berbicara, atau pengaruh cuaca yang sedang hujan atau badai, dan sebagainya.

Seseorang akan sangat mudah terganggu perhatiannya terhadap belajar atau perhatiannya sering teralihkan dari pelajaran dikarenakan hal-hal lain yang terjadi diluar. Hal itu akibat dari tidak adanya minat dalam belajar atau jika pun ada sangatlah kecil.

Salah seorang akan rela pergi ke tempat belajar atau misalnya ke sekolah meskipun dalam keadaan hujan dikarenakan adanya minat, jika tidak adanya minat pasti timbul alasan-alasan seperti tidak bisa fokus belajar karena suara hujan ribut dan sebagainya.

Seseorang santri tidak memperdulikan dinginnya shubuh saat mengikuti pengajian atau belajar agama juga dikarenakan oleh adanya minat. Apapun yang terjadi perhatian terhadapt belajar jika didasari minat.

3. Minat Membuat Pelajaran Melekat dalam Ingatan
Dalam belajar tentulah mengingat pelajaran adalah salah satu tujuan sebelum mengimplementasikan yang dipelajari. Kemampuan dalam mengingat materi pelajaran hanya akan terlaksana jika seseorang memiliki minat erhadap pelajaran tersebut. Sebagai contoh yaitu jika kita membaca suatu buku dengan didukung minat yang kuat pasti akan mampu mengingatnya dengan sangat mudah walaupun hanya dibaca atau disimak sekali. Demikian juga sebaliknya, jika tidak memiliki minat, dihafal berulang-ulang pun tetap saja akan dengan mudah terlupakan.

4. Minat Memperkecil Kebosanan Belajar
Hal yang paling melanda dunia pembelajaran pagi pelakunya adalah rasa bosan, banyak hal-hal yang menyebabkan seseorang merasa bosan dalam belajar, entah itu sebab yang datang dari luar atau dari dalam, oleh diri sendiri atau orang lain. Kebosanan dalam belajar yang paling sering melanda seseorang adalah kebosanan berasal dari dalam diri seseorang itu sendiri yang dilatar belakangi oleh kurang atau bahkan tidak adanya minat dalam belajar. 

Karena pikiran menganggap sepele belajar yang terjadi secara terus menerus dan otomatis tidak akan memikat perhatian atau minat. Sebab itulah kebosanan yang dialami oleh seseorang dalam belajar hanya akan bisa terhapuskan dengan hanya menumbuhkan minat belajar lalu meningkatkan minat tersebut setinggi-tingginya. Jika minat telah ada apapun yang menghalangi atau yang dapat menyebabkan kebosanan yang datang dari luar tidak akan menjadi pengaruh sama sekali.