Memahami Pengertian Pers


Pers merupakan sebutan dari suatu nama. Kalau nama pers disebutkan, gaungnya seperti menggetarkan jiwa. Jika seseorang  sedang berhubungan dengan pers, dikonotasikan ia berhadapan dengan satu urusan besar. Pers sebagai lembaga, bisa berperan seperti sahabat, mitra kerja atau lawan kerja. Pendeknya, pers sebagai lembaga dapat difungsikan menjadi apa saja bergantung kehendak yang mengelolanya.

Sejarah mencatat dalam pertempuran merebut kemerdekaan Indonesia tahun 1945, pers tidak sekadar ikut berjuang dengan mengangkat senjata, tetapi besar peranannya dalam menyebarluaskan semangat revolusi Indonesia ke seluruh dunia, sehingga kemerdekaan bangsa Indonesia diakui oleh Negara-negara lain. Di sini, pers berfungsi sebagai teman seperjuangan.

Di Indonesia, perusahaan rokok bisa mendulang keuntungan ratusan milyar rupiah karena mereka berhasil menjalin hubungan baik dengan pers yang membantu mempublikasikannya. Padahal, negeri ini menerapkan peraturan, rokok tidak boleh diiklankan (Permenpen nomor 111/1984). Dalam konteks ini, pers berperan sebagai mitra kerja.

Pemerintah orde baru yang berkuasa 32 tahun akhirnya tumbang oleh arus reformasi karena cukup lama mengebiri kebebasan pers. Jenderal besar Soeharto yang berkuasa saat itu, tidak membina pertumbahan pers, tetapi malah membinasakannya. Banyak penerbitan pers yang dibredel.

Itu sebabnya, pers akhirnya menganggap Soeharto sebagai lawan utamanya.

Siapakah sebenarnya per situ? Banyak orang menganggap bahwa pers adalah wartawan. Anggapan ini benar jika wartawan diperlakukan sebagai bagian dari pers.

Pengertian pers jika dilihat dari segi bisnis adalah suatu kelompok kerja yang terdiri dari berbagai komponen ( wartawan, redaktur, tata letak, percetakan, sirkulasi, iklan, tata usaha, dan segalanya), yang menghasilkan produk berupa media cetak.

Menurut leksikon komunikasi, pers berarti: 1) usaha percetakan atau penerbitan; 2) usaha pengumpulan dan penyiaran berita; 3) penyiaran berita melalui surat kabar, majalah, radio, dan televisi; 4) orang-orang bergerak dalam penyiaran  berita; 5) medium penyiaran berita , yakni surat kabar, majalah, radio, dan televise.

Sedangkan, istilah “press” berasal dari bahasa inggris, karena proses produksinya memakai tekanan (pressing). sebagian  orang menyebut istilah pers sebagai kependekan dari kata persuratkabaran.

Di Indonesia, menurut Undang-Undang Nomor 11 tahun 1966, tentang ketentuan-ketentuan pokok pers, sebagimana telah ditambah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1967 dan diubah lagi dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982, pers adalah lembaga kemasyarakatan, alat perjuangan nasional yang mempunyai karya sebagai salah satu media komunikasi massa, yang bersifat umum berupa penerbitan yang teratur waktu terbitnya, diperlangkapi atau tidak diperlengkapi dengan alat-alat milik sendiri berupa percetakan, alat-alat foto, klise, mesin-mesin stensil atau alat-alat teknik lainnya.

Dalam peraturan Menteri Penerangan nomor  01/PER/MENPEN/1998 tentang ketentuan-ketentuan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers ( sebelum Departemen Penerangan dilikuidasi pada awal pemerintahan Gus Dur) menyatakan bahwa yang dimaksud  dengan pers adalah sebagai berikut:

a. Penerbitan pers adalah surat kabar harian, surat kabar mingguan, majalah, bulletin, berkala lainnya yang diselenggarakan oleh perusahaan pers dan penerbitan kantor berita.

b. Perusahaan pers adalah badan usaha swasta nasional berbentuk badan Hukum, Koperasi, Yayasan atau Badan Usaha Milik Negara.

c. Percetakan pers adalah perusahaan percetakan yang dilengkapi dengan perangkat alat keperluan mencetak penerbitan pers.

d. Karyawan pers adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan secara bersama-sama dalam suatu kesatuan yang menghasilkan penerbitan pers yang terdiri dari pengasuh penerbitan pers, karyawan pengusaha, karyawan wartawan, karyawan administrasi/teknik dan karyawan pers lainnya.

e. Pengasuh penerbitan pers adalah Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Perusahaan.

Julius Caesar, raja romawi kuno yang terkenal dalam rintisan sejarah media massa, disebut sebagai “perintis press”  karena ia secara teratur mengumumkan hasil rapat senator dalam pemerintahannya, pada papan-papan pengumuman di beberapa tempat agar dapat diketahui oleh rakyatnya.

Pengumuman-pengumuman itu kemudian disebut dengan “Acta Diurna”. Kegiatan ini sama dengan yang dilakukan oleh wartawan, yaitu memberikan pengumuman hasil liputannya secara kontinu melalui penerbitannya. Itu sebabnya, sampai sekarang wartawan juga disebut sebagai press dalam arti penyampaian pesannya.

Istilah press dalam pengertian surat kabar (media cetak) asalnya dari benua Eropa, ketika para pedagang di sana saling bertukar informasi harga pasar yang ditulis pada kulit kayu atau kulit ternak. Barulah pada tahun 1450 setelah dua orang pemuda Belanda yang bermukim di tepi sungai Mainz, bernama Johannes Gutenberg dan Janszoon Koster, menemukan huruf-huruf cetak maka informasi-informasi itu diabadikan melalui pencetakan.

Surat kabar sebagai komoditi (diperjualbelikan) pertama kali dibuat di Amerika Serikat, ketika seorang tukang cetak berkebangsaan Inggris Benyamin Harris hijrah ke Amerika tahun 1690. Surat kabar pertama yang diterbitkannya diberi nama “Public Occurrences Both Foreign and Domestic”. Sayangnya surat kabar ini tidak berumur lama karena terbentur pada perizinan (John Tebbel, disadur Dean Praty Rahayuningsih, 1997).

Munculnya siaran radio, siaran televise, dan pertunjukan film yang semula berfungsi sebagai hiburan, ternyata bisa juga menyampaikan informasi, baik melalui siaran berita maupun cerita dalam film, dan menempatkan mereka sebagai media massa. Muncul kemudian istilah "the big five of media massa”, yaitu surat kabar, majalah, radio, televise, dan film.

Dengan masuknya media elektronika dalam lingkup media massa maka istilah pers menjadi lebih luas. “Pers dalam arti sempit terbatas pada media cetak saja, misalnya Koran, majalah, bulletin, brosur, pamphlet, dan leaflet. Tetapi pers dalam arti luar mencakup juga media elektronik, seperti radio, televise, dan film” (R. Amak Syarifuddin, 1973).

Wajib Baca! Ini 31 Kesalahan yang Sering Kita Lakukan Saat Puasa



Puasa adalah momentum yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia.

Semua umat Muslim berlomba-lomba untuk meraih kesempurnaan dalam  berpuasa di bulan Ramadhan dengan menjalankan berbagai ibadah baik wajib maupun sunnah.

Tapi terkadang, masih banyak di antara kita yang belum mengerti  tentang apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan saat sedang berpuasa.

Contoh yang paling sederhana adalah saat seseorang yang sedang memasak apakah dia diperbolehkan untuk mencicipi rasa dari makanan yang sedang dimasak tersebut.

Banyak yang beranggapan bahwa  mencicipi rasa dari masakan dapat membatalkan puasa namun ada juga yang berpendapat  hal tersebut makruh bahkan ada yang juga mengatakan mencicipi makanan yang sedang dimasak tidak membatalkan puasa.

Baca juga: 6 Alasan Kenapa Kurma Bagus Untuk Buka Puasa

Untuk meluruskannya, wahanabelajar.com mengutip dari TribunStyle.com melansir dari akun Instagram roadtojannah1 yang mengutip buku Fiqh Kelas Ramadhan dari penulis Shaykh Ahmad Jibril, berikut adalah 31 kesalahan yang sering dilakukan saat sedang berpuasa.

1. Berfokus pada makan hingga tak menyadari ia mulai khawatir sehingga makan lebih banyak.

Hal ini juga terjadi saat berbuka, menghabiskan uang untuk membeli makanan yang sebenarnya tidak dibutuhkan bahkan sampai berlebihan.

2. Bersahur jauh dari waktu Subuh.
Beberapa orang memakan Sahur beberapa jam setelah Tarawih bahkan salat Isya, hal ini bisa dikatakan salah. Sahur harusnya dilakukan mendekati waktu subuh.

3. Orang-orang tak berniat untuk puasa Ramadhan.
Hal ini memang sesuatu yang harus ditanamkan dalam hati dan tak perlu untuk diucapkan secara verbal.

Menurut ajaran Hanabuli, puasa dianggap sebagai satu kesatuan ibadah, dan niatnya bisa dilakukan hanya sekali saat awal puasa Ramadhan, kecuali pernah berhenti berpuasa.

Namun, menurut Malik, Syafii, Abu Hanifah, niat harus diperbarui setiap hari.

4. Kalau kamu baru sadar Ramadhan telah masuk, kamu bisa langsung berhenti makan dan puasa di hari itu, lalu menggantinya setelah Ramadhan berakhir.

5. Banyak orang tak berpikir shalat Tarawih di malam pertama Ramadhan.

Mereka tahunya salat Tarawis setelah hari di mana puasa dilangsungkan.

Hal tersebut salah, karena kalendar Islam dimulai dengan bulan dan maghrib adalah mulainya hari baru.

6. Banyak orang percaya bahwa makan atau minum yang tak disengaja bisa membatalkan puasa.

Hal ini salah, kalau kamu melakukan ini secara tak sengaja, kamu dapat melanjutkan puasa dan tak perlu menggantinya.

7. Beberapa orang berpendapat jika ia melihat ada orang yang makan atau minum, orang yang makan/minum tersebut tak apa jika tak diingatkan.

Tetapi menurut Sheikh bin Baz, hal ini salah dan ada sebuah perintah dari Allah di mana kita harus melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.

Dengan itu kita harus memperingatkan orang tersebut, karena kita ingin menjauhi keburukan dengna hal ini.

8. Banyak perempuan percaya bahwa mereka tak boleh menggunakan Henna saat puasa.

Ini tak benar, para perempuan diperbolehkan untuk menggunakannya saat Ramadhan.

9. Beberapa orang percaya bahwa saat memasak kamu tak boleh mencicipi rasa makanannya untuk mengetahui rasanya sudah pas atau belum.

Ternyata ini diperbolehkan dalam Islam, selama orang yang masak itu tak memakan makanannya.

Mereka diperbolehkan mencicipi rasa masakan apakah membutuhkan garam atau bumbu lainnya.

10. Banyak orang menganggap tak boleh menggunakan siwak atau sikat gigi saat puasa.
Ini salah, Nabi Muhammad menggunakan siwak saat puasa.

Kamu juga diperbolehkan menggunakan pasta gigi, alasannya adalah karena siwak juga memiliki rasa, jadi odol juga dianggap tak apa selama tak dimakan.

11. Beberapa orang membuat azan Subuh lebih cepat.

Hal ini dilakukan karena mereka ingin memperingatkan untuk berhenti makan.
Tapi hal ini ternyata salah dan seharusnya tak dilakukan.

12. Beberapa orang mengumandangkan azan telat.

Mereka melakukan ini untuk mengantisipasi jika Maghrib belum datang waktunya.
Tapi hal ini juga salah dan harusnya tak dilakukan.

13. Banyak orang percaya bahwa mereka tak boleh melakukan hubungan badan dengan pasangan sah mereka di bulan Ramadhan.

Ini salah, kamu tak boleh melakukannya saat melakukan puasa, namun diantara Maghrib dan Subuh diperbolehkan untuk dilakukan.

14. Banyak perempuan percaya bahwa jika mereka sedang haid dan baru selesai kemudian belum mandi wajib, mereka tidak bisa puasa di hari itu.

(Mempertimbangkan jika haidnya selesai saat malam hari dan perempuan tersebut tidur belum melakukan mandi wajib dan saat bangun tak memiliki kesempatan untuk mandi wajib)

Hal ini saalah, seorang perempuan bisa tetap berpuasa tanpa harus mandi wajib.

15. Banyak pria percaya jika ia melakukan hubungan intim dengan pasangan sahnya dan tak mandi wajib (mirip seperti di atas) maka ia tak bisa puasa di hari berikutnya.

Ini juga salah, ia bisa tetap puasa walau ia belum mandi wajib.

16. Beberapa orang salat Dhuhur dan Ashar disatukan saat Ramadhan. (terutama di negara Arab)

Hal ini salah dan seharusnya dihindari.

17. Beberapa orang percaya kamu tak boleh makan sampai muazin selesai mengumandangkan azan.

Ini salah, sesaat seseorang mendengar azan maghrib, ia boleh langsung membatalkan puasanya.

18. Banyak orang tak berdoa saat ingin membatalkan puasa.

Banyak ulama menyarankan untuk berdoa sebelum maghrib karena kemungkinan Allah akan menerima doa orang yang berpuasa tersebut.

19. Banyak orang mulai berfokus pada Idul Fitri di akhir Ramadhan dan akhirnya menelantarkan Ramadhannya.

Ini salah dan orang-orang ini kehilangan konsep tentang Ramadhan itu.

20. Banyak orang tua tak memperbolehkan anaknya berpuasa saat Ramadhan.

Ini sesuatu yang malah tak mengajarkan anaknya sama sekali.

Justru dengan membiarkannya puasa, ia akan tahu dan saat dewasa ia akan melakukannya.

21. Banyak orang berpikir Ramadhan itu tentang tidak makan dan minum, tapi lupa bahwa puasa juga tentang kesabaran dan menjaga yang diucapkan.

Bahkan seharusnya kita lebih mengontrol kesabaran dan mulut kita saat sedang berpuasa.
22. Banyak orang menyia-nyiakan waktunya saat Ramadhan.

Banyak yang malah tidur di siang hari atau melakukan hal yang tak berguna.
Seharusnya Ramadhan digunakan untuk melakukan ibadah yang lebih banyak.
23. banyak orang tak bepergian saat Ramadhan.

Mereka berpikir bahwa bepergian bisa membuat puasa batal.

Padahal hal ini sebenarnya merupakan pilihan, jika kamu mau membatalkan puasa saat bepergian bisa saja (dengan mengganti setelah Ramadhan), dan jika ingin meneruskan puasa juga diperbolehkan.

24. Banyak orang yang sebenarnya mampu tak melakukan itikaf di masjid.

Kita yang masih diberikan kesehatan seharusnya mengambil keuntungan ini dengan menghabiskan waktu di masjid, terutama 10 hari terakhir Ramadhan.

25. Beberapa orang percaya bahwa mereka tak boleh memotong kuku atau rambut saat Ramadhan. Ini salah.
26. Beberapa orang mengatakan bahwa kamu tak boleh menelan ludah saat puasa.
Ini juga salah.

Tetapi kamu tidak boleh menelan dahak yang telah masuk ke dalam mulut.

27. Beberapa orang mengatakan bahwa kamu tak boleh menggunakan wewangian atau parfum saat Ramadhan, ini juga salah.

28. Beberapa orang percaya bahwa berdarah membuat batal puasa. Ini tidak benar.

29. Beberapa orang percaya bahwa muntah yang tak disengaja dapat membatalkan puasa.

Ini tak benar, tetapi jika dilakukan secara sengaja memang dapat membatalkan puasa.

30. Beberapa orang berpikir bahwa kita tak boleh berkumur dan memasukkan air ke dalam mulut dan hidung saat wudhu di bulan Ramadhan.

Ini pun juga salah.

31. Seseorang tak diperbolehkan puasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan.
Kecuali hari tersebut merupakan hari puasa sunnah atau yang dilakukan secara kebiasaan pas di hari itu.

Source: tribunstyle.com

Hots dalam Perspektif Minangkabau


Mengapa siswa kelas 6 (Enam)  Sekolah Dasar di Batam pindah sekolah ke Singapura hanya bisa diterima duduk di bangku kelas 4 (empat) Sekolah Dasar di Singapura? ada apa dengan kualitas pendidikan kita hari ini?

Potret pendidikan diatas menjadi bahan diskusi penulis dan  peserta lainnya guru dan kepala sekolah  se Kabupaten Kepulauan Mentawai yang di pandu (Narasumber) widyaiswara LPMP Sumbar pada kegiatan Diklat Penguatan Implementasi Kurikulum 2013 tanggal 20 sampai 24 Februari 2019. di Hotel Jakarta Padang, Sumatera Barat.

Maju atau mundurnya kualitas pendidikan pada suatu negara di pengaruhi oleh banyak factor. Selain factor fasilitas, pembiayan, kualitas guru. System pembelajaran menjadi factor kunci memengaruhi kualitas pendidikan.

Meminjam pepatah minangkabau, (“ambiak contoh ka yang sudah, ambiak tuah ka nan manang “)  mengambil contoh kepada yang sudah- sudah, belajar kepada yang menang. Dimana letaknya akar masalah dari tertinggalnya kualitas pendidikan kita dibandingkan Singapura ? Apa keunggulan Sistem Pendidikan Singapura? Belajar dan mencari tahu apa keunggulan orang dan mengintropeksi dimana kekurangan kita adalah upaya sadar mengejar ketertinggalan.

Satu keunggulan yang menonjol, diantara pelbagai keunggulan lainnya  dari system pendidikan di Singapura adalah pembelajaran dengan membiasakan  siswanya belajar dengan berpikir Tingkat Tinggi (Hots) membudayakan pembelajaran dengan berpikir tingkat tinggi yang diakhir pembelajaran melakukan ujian dengan Soal Hots berpikir tingkat tingi . keunggulan ini mampu menunjukan kulaitas pendidikan  Singapura menjadi terbaik di Asean saat ini.

Memahami kompetensi inti kurikulum 2013 dengan mudah ala minangkabau dapat diumpamakan dengan (“seorang anak yang rajin ka surau, perangai elok, utak santiang, pandai bakarajo”)   inilah gambaran generasi, produk dari pendidikan yang diharapkan. Titik tekan  revisi kurikulum 2013 yang terbaru adalah pembelajaran 4 C  ( comunikasi,  colaborasi, creativity,  chritikal thingking) artinya siswa pandai berkomunikasi dengan baik, mampu kerja kelompok atau bekerjasama, sama-sama bekerja dengan tim, melakukan tugas tanpa disuruh,tahu dengan tugas pokok dan fungsi, mencari dan menciptakan hal baru, tidak itu ke itu saja dan berpikir tingkat tinggi.

Apa itu Hots ? Higher Order Thinking Skill adalah kemampuan berpikir yang tidak sekedar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Dalam Taksonomi Bloom tingkatan berpikir yang di mulai dari (C1) mengingat, (C2) memahami, (C3) menerapkan, (C4) menganalisis, (C5) mengevaluasi dan (C6) mencipta. Tingkat berpikir dikelompokkam menjadi 3 level.  Pada level satu  (C1 mengingat, C2 memahami), level dua ( C3 menerapkan), level tiga (C4 menganalisis C5 Mengevaluasi, C6 mencipta). Berpikir tingkat tinggi dimulai dari level tiga, berpikir kritis, berpikir kreatif, pembuatan keputusan. Artinya dalam berpikir tingkat tinggi dengan cara belajar mengingat, memahami, menerapkan sudah mulai ditinggalkan dengan membiasakan berpikir tingkat tinggi dengan mengingat, memahami, menerapkan secara otomatis sudah dilalui. Ibarat nya ketika kita sudah terbiasa bermain di lantai tiga, lantai satu dan lantai dua otomatis sudah dilalui. Ketika negara lain sudah mahir bermain di lantai tiga, sedangkan kita masih asyik dilantai satu dan dua. Maka kita akan semakin jalan ditempat bahkan berjalan mundur.

Karakteristik Hots pertama, mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, meminimalkan aspek ingatan atau pengetahuan, ciri-ciri berpikir tingkat tinggi, kemampuan menemukan, menganalisis, menciptakan metode baru, merefleksi, memprediksi, mengambil keputusan yang tepat. Kedua, berbasis permasalahan kontekstual (berbasis kasus).  Ketiga,menarik (Trend topic), empat, tidak rutin.

Gagasan yang di Tawarkan
Generasi emas Minangkabau gelombang pertama adalah mereka para pemikir dan pejuang. Disamping memiliki integritas yang tinggi yang didapat ketika di tempa di surau kampung halaman alam minangkabau. Setelah cukup umur dilanjutkan dengan merantau untuk memperkaya pengalaman, dan ilmu pengetahuan, agar tidak seperti katak dalam tempurung.  Eksistensi mereka yang selalu diakui sampai kini adalah pemikirannya yang besar  melampaui zamannya. Pemikiran besar dari generasi minang itu kini dapat ditelusuri dalam berbagai karya.  karya hebat Tan malaka dalam bukunya berjudul Madilog, merupakan upaya membangun jalan pikiran bangsa ini.  dialektika madilog menjelaskan panjang lebar  bagaimana cara berpikir tingkat tinggi (Hots). Hatta yang terkenal sebagai pemikir dan pejuang mengusung konsep ekonomi kerakyatan. Dalam membangun ekonomi rakyat, dari kita untuk kita melaui konsep koperasi sampai kini koperasi diakui kebermanfaatannya.

Dua contoh generasi emas gelombang pertama minang ini menunjukan kepada kita bahwa budaya berpikir tingkat tinggi sudah dimulai sejak dulu. Kita yang hari ini sebagai anak kemanakan dari generasi emas gelombang pertama minangkabau, tentunya harus mewarisi cara berpikir besar yang mengagumkan ini.

Tugas intelekual adalah mengurai konsep rumit menjadi mudah dan menarik untuk dipahami oleh rakyat banyak. jangan sampai dibalik !  Memahami cara berpikir tingkat tinggi dengan cara sederhana dan mudah adalah jalan  keluar dari kelirunya memahami cara berfikir tingkat tinggi (Hots).

Anggapan semula mengenai Hots yang sulit, sukar. Akibat kekeliruan dalam memahami Hots, sehingga membiasakan belajar dengan berpikir tingkat tinggi menjadi hantu yang menakutkan.  Memahami berpikir tingkat tinggi dengan beranggapan berpikir sulit, rumit menjadikan hots terasa jauh dari keseharian rakyat, semakin tidak menarik.

Hots berpikir tingkat tinggi ala minang kabau adalah tawaran solusi dari anggapan rumit, sulit, sukar nya membudayakan berpikir tingkat tinggi. Filosofi minangkabau (“Alam takambang mnjadi guru. Cewang di langik tando ka paneh, gabak di lawik tando ka hujan. Alun takilek alah takalam, Takilek ikan dalam lawik alah jaleh jantan jo batino nyo”) . pepatah petitih minangkabau ini adalah bentuk dari berpikir tingkat tinggi yang diekspresikan melaui kiasan-kiasan.

Harus dimaknai, betapa tajamnya analisa yang yang diuraikan dari pepatah petitih diatas. mengaitkan konsep  konsep ilmiah seperti konsep daur hidrologi, konsep ekologi. perkiraan cuaca, Ekosistem laut, sehingga mampu memperkirakan (prediksi)  cuaca berdasarkan pengamatan tanda-tanda alam, sehingga dapat melakukan persiapan saat datang hujan  atau panas. lalu kemudian mengampil keputusan yang tepat apakah nelayan turun melaut atau tidak.

Generasi minangkabau tidak hanya terbiasa bernalar dengan pepatah petitihnya, secara bathiniah (intuisi) juga terlatih, (“kato malereang, kato mandaki, kato mandata, kata manurun “) merupakan pola komunikasi yang sangat arif dan bijaksana. (“Lahia manunjuakan nan bathin, tau rantiang ka manyangkuik, batang kamaimpok, maminteh sabalun anyuik, ingek sabalun kanai ) merupakan bacaan bermakna tingggi. (“Angguak alum tantu iyo, geleang alun tantu indak”) Berfilsafat,  dan berdilektika sesuatu yang sangat dekat dengan diri anak minang.

Seandainya sekarang kita abai, tidak segera membenahi persoalan cara berpikir ini, maka mimpi Indonesia emas yang acap didengungkan, sepertinya akan semakin jauh panggang dari api.  Konsekuensi logis akibat Kelalaian hari ini adalah Kenyataan pahit yang akan di tanggung generasi penerus. Gaung Indonesia emas 2045 yang sering di dengar akan menjadi hoaks  dimasa datang jika mimpi itu tidak terwujud.

Berhentilah mengutuk kegelapan, mulailah menyalakan lilin agar tak terpuruk dalam gelap. Menyalakan api optimisme adalah tugas generasi hari ini. Menjadi Indonesia emas 2045 seperti yang dicita-citakan memang bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen negeri. Sangat tergantung apa upaya yang dilakukan sekarang untuk masa depan lebih baik, terutama dalam pembenahan cara berpikir, membangun jalan pikiran dengan pembiasaan (Hots) berpikir tingkat tinggi merupakan satu cara memperbaiki jalan pikiran menuju akal sehat.

Dalam perspektif minangkabau, berpikir tingkat tinggi (Hots) bukanlah barang baru, tapi sudah dimulai sejak lama, hal ini dapat ditelusuri dalam karya, buku-buku generasi emas gelombang pertama. Pepatah petitih minangkabau yang terekspresikan dalam kiasan yang menggambarkan berpikir tingkat tinggi hendaklah menjadi pakaian yang harus lekat di badan generasi sekarang. Agar lebih dihidup-hidupkan lagi ! Sederhananya  berpikir tingkat tinggi bagi generasi minangkabau sama dengan mengulang-ulang kaji. Selamat mengaji, semoga naik kelas.

Oleh : RAHMAT HIDAYAT, S.Pd., M.Pd (Guru SMPN 2 SIPORA Mentawai)

Megathrust dan Hoaks


Tidak sanggup saya membayangkan, seperti apa bentuk negeri ini jika hari ini terjadi Megathrust, gempa besar yang menimbulkan Tsunami?, mau lari kemana?  kemana akan bersembunyi jika bencana itu tiba?

Indonesia dikenal dengan negeri rawan bencana,  disatu kesempatan Wagub Sumbar, Nasrul Abit menyebut Sumatera Barat merupakan Supermarket bencana.  (Padang Ekspres, Februari  2019). Menyimak perkembangan terakhir, rasanya tak berlebihan ungkapan  wagub Sumbar itu.

Sejumlah daerah di Sumatera Barat (28/2) tidak hanya dikejutkan guncangan Gempa darat Solok Selatan , namun juga gempa yang berpusat di laut  Kabupaten kepulauan Mentawai. Tepatnya di zona  megathrust.  Sekitar pukul 21.18 WIB, warga Kepulauan Mentawai dikejutkan guncangan gempa tektonik berkekuatan 5,1 SR yang kemudian dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 4,9 SR.

Episentrum gempa berlokasi dilaut wilayah samudera Hindia pantai Barat Sumatera pada jarak 24 km arah tenggara kota Tuapejat Mentawai pada kedalaman 35 km. akibat gempa ini sejumlah tetangga mengungsi kerumah tangga yang jauh  dan berada di ketinggian. .  (Padang Ekspres, 1 Maret  2019).

Dua hari Pasca gempa melanda solok selatan, masyarakat disekitar itu masih enggan beraktifitas diluar rumah . selain trauma akan gempa susulan. Saat ini korban gempa masih ketakutan dan cepat panic bila terjadi gempa susulan   (Padang Ekspres, 3 Maret 2019).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Manardo mengingatkan agar warga Padang, Mentawai, dan pesisir barat Sumatera Barat bersiap menghadapi gempa Megathrust di Pulau Siberut Mentawai dengan kekuatan yang mencapai 8,9 skala Richter dan dapat menimbukan tsunami. (https://beritadewata.com. 18 Februari 2019).

Harap-harap cemas membaca berita diatas, terutama kita yang tinggal didaerah rawan bencana. Mujur sepanjang hari, malang sekejap mata. Kewaspadaan terhadap bahaya yang mengancam mesti ditingkatkan. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana sangat perlu, segera mungkin  mendapat informasi dan  pengetahuan mengenai mitigasi bencana.

Perlunya sosisalisasi mitigasi bencana, sangat sejalan dengan pendapat  Bloom (1979, hal 62) menegaskan bahwa perilaku individu sangat dipengaruhi oleh pengetahuan seseorang.  Jadi,  pengetahuan dapat mempengaruhi sikap dan perilaku, orang yang sudah mendapat pengetahuan mengenai mitigasi bencana akan berpengaruh terhadap sikap, dan perilaku dalam menghadapi bencana tiba.

Sebagai warga masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa dan Tsunami, khususnya Mentawai, tidak ada seorangpun yang tahu, kapan pastinya Megathrust tiba, walau kini, tampak dari luar kita seperti biasa-biasa saja, tenang-tenang saja, namun dalam hati kecil, ketika ada orang menyebut tentang Megathrust, nafas terasa sesak, turun naik, tak beraturan,.perasaan cemas diselimuti rasa takut tak bisa disembunyikan.

Rasa aman merupakan sesuatu yang mahal bagi kita yang tinggal didaerah rawan bencana, lalu siapa yang bisa memberikan jaminan kepastian rasa aman untuk warga daerah rawan bencana? Tidak hanya sekedar rasa aman, lebih kepada memastikan tempat yang dihuni warga kondisinya benar-benar aman?  Pemerintah dan pihak terkait harus mampu menjawab kebutuhan warga yang sangat mendesak  mengenai jaminan kepastian rasa aman, dan  menjamin kondisi tempat yang dihuni warga benar-benar aman ini, ini adalah soal hidup dan mati, soal  hajat hidup orang banyak.

Hidup aman, tentram dan damai adalah dambaan setiap orang, termasuk warga yang tinggal di daerah rawan bencana, saat ini focus bekerja pada bidang pekerjaan masing-masing tentu tidak boleh  diabaikan, karena hidup juga butuh makan, dan kebutuhan lain, namun dalam situasi, kondisi alam yang tidak menentu seperti sekarang, Tidak ada cara lain yang lebih baik selain mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan iman, kualitas ibadah.

Kisah perang nenek moyang menceritakan tentang sulit dan terancamnya setiap nyawa yang selalu diintai oleh musuh, tapi kini ketika hidup di zaman merdeka modern, tinggal didaerah rawan bencana, rasanya juga berat, karena kita tidak tahu kapan bencana datang, apakah sedang tidur atau terjaga.

Sungguh sangat tidak manusiawi, ditengah psikologis warga yang belum stabil akibat gempa akhir-akhir ini, berita Hoax bertebaran  di berbagai media mengenai prediksi  gempa besar Megathrust yang akan terjadi. Warga semakin bingung oleh berita yang tidak bertanggungjawab, Sementara itu kepala pusat gempa Bumi dan Tsunami BMKG  Rahmat Triyono menyebutkan bahwa informasi  yang memprediksi  akan terjadi gempa besar akhir februari adalah Hoaks  (Padang Ekspres, 15 Februari 20019). Kenyataannya kini berita itu memang Hoaks.

Menurut KBBI, Hoaks mengandung makna berita bohong, berita tidak bersumber. Menurut Silverman (2015), hoaks merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, namun “dijual” sebagai kebenaran.  Semua orang berpotensi sebagai pembuat hoaks. Hoaks terkait dengan apa saja yang tidak benar adanya, namun dijual sebagai sebuah kebenaran dengan tujuan tertentu.

Ekstrim, sipenyebar hoaks, entah untuk berbagai kepentingan, atau ada yang sekedar iseng, kepiluan masyarakat yang terkena bencana gempa Tsunami di kota Palu dan Kabupaten Donggala , Provinsi Sulawesi Tengah , Oktober 2018 lalu juga tak luput dari serangan Hoaks. Hal ini membuat Presiden RI Joko Widodo menjadi geram. Presiden menyatakan hoaks di seputar bencana gempa tsunami di palu dan Donggala termasuk salah satu tindakan yang biadab dan pengecut.

Keprihatianan kepala Negara terhadap Hoaks, menjadi penting untuk diperhatikan. Mengingat begitu besarnya  jumlah pengguna internet dan media social. Pada tahun 2019 lebih dari separuh jumlah penduduk Indonesia  sudah melek dan mengetahui media social , dari total 268, 2 Juta penduduk Indonesia, 150 Juta sudah menggunakan media social. Pengguna media social di Indonesia paling banyak berada pada rentang usia 18-34 tahun. ( Kompas.com).

Dari pengungkapan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa hoaks dipesan oleh sekelompok orang dengan beragam kepentingan didalamnya, bahkan sekedar iseng. Hoaks diproduksi oleh orang-orang yang tidak bermoral dan beretikat buruk terhadap sesama.

Dalam konteks kebencanaan, Hoaxs menjadi informasi pembunuh paling berbahaya. Warga yang mengalami sakit jantung, akan mati mendadak mendapat kabar yang tidak bertanggungjawab tersebut. Stabilitas social ekonomi warga menjadi terganggu, dapat menurunkan produktifitas kinerja masyarakat, karena terpengaruh oleh hoaks, warga merasa cemas, panic akibat berita yang tidak jelas. Isu mengenai gempa besar harus disikapi secara bijak oleh masyarakat.

Dengan kecanggihan teknologi dan ilmu pengetahuan, peneliti boleh saja, memperkirakan kapan terjadinya megathrust, tapi siapapun dia tidak akan pernah bisa menentukan kapan pastinya Megahtrust itu terjadi, karena itu adalah wilayahNya pemilik alam raya ini.

Titik tekan dari tulisan ini adalah jangan sampai berita bohong Hoaxs  ikut memperparah keadaan masyarakat. Masyarakat yang tinggal didaerah rawan bencana seharusnya mendapat berita bahagia tentang harapan hidup . sungguh terlalu. hoaks yang dipesan oleh sekelompok orang dengan beragam kepentingan didalamnya yang disuguhkan kepada masyarakt yang bathinnya tengah berkecamuk dengan bahaya yang selalu mengintai nyawa mereka. Sangat tidak lucu  menjadi bahan lucu-lucuan jika Hoaks sengaja ditujukan untuk warga yang sedang panik.  Penindakan tegas dari penegak hukum terhadap penyebar Hoaks saat ini adalah keharusan. Bertobatlah !

Oleh: RAHMAT HIDAYAT
Alumni Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta/Guru SMPN 2 Sipora

Strategi Mengajar untuk Menjaga Kelas Tetap Menarik!

Strategi Mengajar untuk Menjaga Kelas Tetap Menarik! Sesekali, Anda mungkin mendapatkan kelas yang sepertinya tidak bisa membuat Anda tertarik. Apa pun yang Anda lakukan, sepertinya semua siswa sudah bosan. Jika siswa tidak memperhatikan, dan pikiran mereka mengembara.


Maka mereka tidak menyerap informasi apa pun yang Anda berikan kepada mereka untuk lulus dari kelas Anda. Berikut adalah beberapa strategi pengajaran yang dapat Anda lakukan untuk membuat kelas Anda tetap tertarik dan terlibat:

Game Kelas sebagai Strategi Pengajaran
Tidak masalah jika Anda berusia 8 tahun atau 18 tahun, semua orang suka bermain game. Permainan adalah cara yang bagus untuk membuat orang tetap terlibat, dan tidak ada salahnya mereka menyenangkan. Sering kali para siswa bahkan tidak merasa seperti mereka belajar sesuatu karena mereka begitu menyukai permainan.

Jika siswa perlu mempelajari kata-kata kosa kata penting untuk sains, mainkan Jeopardy!. Jika mereka perlu mengingat tanggal tertentu dalam pelajaran sosial, mainkan memori. Segala jenis permainan akan membantu membuat kelas Anda lebih menarik serta membuat mereka tetap terlibat.

Bagaimana Cara Strategi Pengajaran yang Baik?

Hubungkan Konten Kelas dengan Kehidupan Mereka
Ketika Anda membuat koneksi dunia nyata dengan apa yang dipelajari siswa, itu akan memberi mereka pemahaman yang lebih besar tentang mengapa mereka perlu mempelajarinya. Jika siswa Anda terus-menerus bertanya kepada Anda mengapa mereka perlu belajar sesuatu, dan Anda selalu menjawab dengan "karena Anda harus", Anda akan kehilangan kredibilitas dengan siswa Anda, dan mereka akan terus tidak tertarik dengan apa yang Anda ajarkan kepada mereka.

Sebaliknya, berikan mereka jawaban nyata. Jika mereka belajar matematika dan ingin tahu kapan mereka perlu menggunakannya, beri tahu mereka bahwa mereka akan membutuhkan matematika untuk menulis cek, membayar tagihan, membeli bahan makanan, mencari tahu berapa banyak hal yang membutuhkan biaya. Ini akan membantu mereka terhubung mengapa mereka harus belajar apa yang mereka pelajari untuk masa depan mereka.

Jadikan Interaktif
Pengaturan ruang kelas tradisional, di mana guru berdiri di depan kelas memberi kuliah kepada siswa ketika mereka membuat catatan, membosankan. Jika Anda ingin siswa Anda tertarik dengan apa yang Anda ajarkan kepada mereka, Anda harus membuatnya interaktif. Inilah beberapa strategi pengajaran untuk menjaga kelas Anda tetap menarik, yang dapat Anda coba sekarang juga.

Beberapa Cara Guru Agar Dapat Menciptakan Lingkungan Belajar yang Positif!

Beberapa Cara Guru Agar Dapat Menciptakan Lingkungan Belajar yang Positif! Ada hubungan langsung antara jenis lingkungan belajar yang guru ciptakan di ruang kelas dan prestasi siswa. Berikut adalah beberapa strategi khusus untuk mengembangkan iklim dan budaya kelas yang optimal.


Mengatasi Kebutuhan Siswa
Ingat bahwa siswa, seperti orang dewasa, tidak hanya memiliki kebutuhan fisik tetapi juga kebutuhan psikologis yang penting untuk keamanan dan ketertiban, cinta dan kepemilikan, kekuatan dan kompetensi pribadi, kebebasan dan kebaruan, dan kesenangan. Siswa didorong untuk memenuhi semua kebutuhan ini setiap saat, bukan hanya dua atau tiga. Ini dapat Anda lakukan untuk dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif.

Menciptakan Rasa Ketertiban
Semua siswa membutuhkan struktur dan ingin tahu bahwa guru mereka tidak hanya mengetahui area isinya, tetapi juga tahu bagaimana mengelola ruang kelasnya. Adalah tanggung jawab guru untuk memberikan ekspektasi perilaku dan akademik yang jelas sejak awal, siswa harus tahu apa yang diharapkan dari mereka sepanjang waktu.

Cara penting lainnya untuk menciptakan rasa keteraturan adalah dengan mengajarkan siswa prosedur yang efektif untuk banyak tugas praktis yang dilakukan di kelas.

Bagaimana Cara Menciptaka Lingkungan Belajar yang Positif?

Sambut Siswa di Pintu Setiap Hari
Saat siswa memasuki ruang kelas Anda, sambut setiap siswa di pintu. Jelaskan bahwa Anda ingin siswa melakukan kontak mata dengan Anda, memberikan salam verbal, dan tergantung pada usia siswa lima besar, tonjolan kepalan tangan, atau jabat tangan. Dengan cara ini, setiap siswa telah memiliki kontak manusia yang positif setidaknya sekali sehari.

Ini juga menunjukkan kepada siswa bahwa Anda peduli tentang mereka sebagai individu. Jika seorang siswa mengganggu atau tidak bekerja sama sehari sebelumnya, itu memberi Anda kesempatan untuk check-in, menjelaskan filosofi "setiap hari adalah batu tulis yang bersih", dan nyatakan optimisme untuk kelas itu ("Mari kita bersenang-senang hari ini").

Biarkan Siswa Mengenal Anda
Siswa masuk ke kelas dengan persepsi guru yang sudah terbentuk sebelumnya. Terkadang itu bagus, terkadang bisa menjadi penghalang. Saya ingin murid-murid saya menganggap saya sebagai manusia tiga dimensi yang dapat dipercaya dan bukan sebagai persepsi dua dimensi tentang “guru bahasa Inggris” yang mungkin sudah mereka miliki.

Ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, yang dapat Anda coba sekarang juga.

Guru Wajib Tahu "Strategi Pelaksanaan Kurikulum"

Strategi Pelaksanaan Kurikulum adalah cara bagaimana melaksanakan kurikulum sebagai program belajar agar dapat memengaruhi siswa sehingga dapat mencapai tujuan kurikuler, dan lebih jauh lagi dapat mencapai tujuan pendidikan. Ini mengartikan bahwa strategi pelaksanaan kurikulum menyangkut opersionalisasi kurikulum di sekolah.


Ada empat komponen yang menunjang operasionalisasi kurikulum, yakni: kegiatan pembelajaran, kegiatan administrasi supervisi, kegiatan bimbingan, dan kegiatan penialaian. Berikut paparan lebih jelasnya.

a. Kegiatan pengajaran adalah pelaksanaan proses belajar mengajar, yaitu suatu proses menerjemahkan dan mentransformasikan nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum (program belajar) kepada para siswa melalui interaksi belajar mengajar di sekoah.

b. Kegiatan administrasi berkenaan dengan upaya mendayagunakan semua sumber, baik personal maupun material, secara efektif dan efesien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Tugas guru sehubungan dengan administrasi yang dilaksanakan di sekolah antara lain meliputi administrasi pengajaran, kesiswaan, keuangan, dan hubungan sekolah dengan masyarakat.

Supervisi berkenan dengan bantuan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih efektif. Supervisi lebih banyak menjadi tugas seorang supervisor (Kepala Sekolah, Pemilik/Pengawas dan pejabat pendidikan lainnya).

c. Bimbingan penyuluhan adalah upaya memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar agar para siswa dapat mengatasi kesulitan yang dihadapinya. Upaya ini dilakukan agar hasil belajar para siswa lebih optimal. Sebenarnya proses bantuan bukan hanya diberikan kepada siswa yang hanya mengalami kesulitan belajar saja, tetapi juga kepada siswa lainnya.

Misalnya upaya memberi bantuan dalam pemilihan jurusan, pemilihan pekerjaan, dan lain-lain. Upaya melaksanakan bimbingan di sekolah menjadi tugas guru, di samping sebagai pengajar dan sebagai administrator kelas. Di beberapa sekolah, khususnya di kota-kota besar, tenaga guru pembimbing (counsellor) adalah tersendiri, yakni guru-guru lulusan IKIP jurusan Bimbingan Penyuluhan.

d. Penilaian adalah upaya yang dilakukan untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan tujuan pengajaran telah tercapai atau tidak. Upaya ini ditempuh melalui proses membandingkan tingkah laku nyata dengan suatu standar tingkah laku yang diinginkan (diniatkan).

Jadi, tekanan penilaian pada dasarnya mengukur tercapai tidaknya tujuan pengajaran. Penilaian merupakan tugas dan tanggung jawab guru di sekolah, baik penilaian yang dilaksanakan pada waktu mengajar (formatif) maupun penilaian yang dilaksanakan pada akhir semester (sumatif).

Ketiga aspek kurikulum tersebut, yakni tujuan, isi/materi program, dan strategi pelaksanaan program tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Tujuan adalah arah yang harus dicapai. Isi adalah bahan yang digunakan untuk mencapai tujuan, dan strategi adalah cara bagaimana mencapai tujuan tersebut.

Baca juga: Guru dan Kurikulum “Satu Kesatuan yang Tidak Terpisahkan”

Lafran Pane Bukan kader HMI

Dengan yakin saya katakan bahwa Lafran Pane itu bukan kader HMI.
HMI saat itu belum ada, lalu Ia bentuk itu organisasi yang dinamakan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Sehingga adalah HMI pada tahun ketiga kemerdekaan dan sampai saat ini HMI itu masih ada. Dari itu barulah Lafran Pane merupakan Tokoh HMI sekaligus pendiri organisasi besar ini.


Lalu kita-kita ini yang sudah ber-HMI, sudah melalui proses perkaderan minimalnya LK-1, dimana dalam proses perkaderan tersebut kita diajarkan untuk paham terlebih dahulu hakikat perjuangan HMI, dan kita juga dilatih tentang ilmu kepemimpinan, organisasi dan lainnya. Maka merupakan hal yang patut untuk dipertanyakan bahwa yang telah kita berikan untuk bangsa ini adalah apa? yang sudah kita lakukan sebagai bukti bahwa HMI itu berjuang untuk keummatan dan kebangsaan itu mana?

Lebih dari belasan sumber sejarah yang saya baca mengenai HMI, semua sepakat bahwa HMI itu merupakan sebuah organisasi yang powernya tak diragukan lagi, bahkan 42 partai sekalipun tak mampu membubarkan HMI. Dan itu terjadi pada Tahun 1964-1965 yang mana HMI menyebut itu fase perjuangan.


Saya mulai berpikir bahwa harapan oknum-oknum yang tidak menyukai HMI, keinginan untuk membubarkan HMI itu memang sudah sirna. Dan setelah kegagalan mereka membubarkan HMI, visi mereka adalah memburamkan HMI atau membuat HMI itu mundur. Sehingga walaupun HMI itu tetap ada tidak akan berpengaruh bagi  mereka untuk mencapai target dan misi yang sudah lama disetting.

Saya terus mencari referensi lebih lanjut mengenai hal itu, ternyata benar bahwa HMI mengalami kemunduruan. Hal tersebut dibuktikan dengan munculnya sebuah buku “44 Indikator Kemunduran HMI”. Nah dalam indikator tersebut ada dua point yang menarik perhatian saya untuk mendalaminya lebih lanjut.

1.  Menurunnya jumlah mahasiswa baru yang masuk HMI
2.  Lemahnya manajemen organisasi HMI dan sudah ketinggalan zaman, tidak sesuai lagi dengan tuntutan kebutuhan kontemporer.

Tidak terlepas dari masalah internal dan external, hal itu merupakan problema bagi laju organisasi yang sudah berusia hampir 72 tahun ini.

Jadi, sekarang ini power yang dimiliki oleh HMI dipertanyakan, kader yang dimiliki HMI juga dipertanyakan. Apakah benar HMI kehilangan power? Apakah iya HMI mengalami kemunduran yang begitu drastis?


Guru dan Kurikulum “Satu Kesatuan yang Tidak Terpisahkan”

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa kurikulum adalah program belajar, atau hasil belajar yang diniatkan. Program tersebut disusun dan dibukukan dalam sebuah karya tulis yang disebut “buku kurikulum”. Ada buku kurikulum SD, SMP, SMA dan lain-lain. Dalam buku kurikulum tersebut terdapat tujuan yang ingin dicapai, isi program, pedoman dan pelaksanaannya.

Tujuan dan isi program disusun dalam suatu rancangan yang disebut Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Setiap bidang studi terdapat GBPP-nya. GBPP berisikan tujuan kurikuler, tujuan instruksional, pokok bahasan, sub pokok bahasan dan distribusi kelas dan semester.


GBPP dapat diartikan kurikul suatu bidang studi, sehingga GBPP IPS adalah kurikulum IPS, GBPP IPA tidak lain adalah kurikulum IPA, dan seterusnya. Adapun pedoman pengajaran, penilaian, bimbingan, semuanya disusun tersendiri. Isinya berupa petunjuk dan contoh-contoh bagaimana hal itu harus dikerjakan oleh guru di sekolah.

Buku kurikulum itu sudah tentu mempunyai kekuatan atau potensi dalam memengaruhi pribadi anak didik bila diterjemahkan dan ditransformasikan oleh guru kepada siswa. Namun, jika tidak ditransformsikan oleh guru, kurikulum tidak mempunyai kekuatan apa-apa, bahkan merupakan suatu benda mati yang tidak ada gunanya.

Oleh sebab itu, kurikulum dan guru harus merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Artinya, kurikulum harus ada dalam otak guru. Sehubungan dengan itu, maka guru harus memiliki kompetensi berikut.

1. Menguasai kurikulum, artinya guru harus mempelajari kurikulum. Guru harus menguasai tujuan kurikulum, isi program (pokok bahasan) dan sub pokok bahasan yang harus diberikan kepada siswa, pada kelas dan semester mana pokok bahasan itu diberikan, GBPP, dna bagaimana ia harus memberikannya.

2. Menguasai isi dari setiap pokok bahasan/sub pokok bahasan dengan cara mempelajari buku pelajaran (text book) yang berkenan dengan pokok bahasan tersebut.

3. Mampu menerjemahkan dan menjabarkan GBPP tersebut menjadi suatu program yang lebih operasional sehingga ia siap mentransformasikan kepada siswa. Penjabaran ini dilakukan melalui suatu penyusunan program pengajaran atau rencana pengajaran.

Di sinilah pentingnya guru mempunyai keterampilan menyusun perencanaan/persiapan pengajaran yang bersumber dari GBPP. Berdasarkan penelitian di beberapa sekolah, yang dilakukan oleh para siswa jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Bandung (sekarang UPI) pada waktu menulis skripsi, ternyata masih banyak guru yang tidak pernah mempelajari GBPP, dan tidak menggunakannya pada waktu menyusun satuan pelajaran (perencanaan mengajar).

Jika hal tersebut benar, maka apa yang diberikan guru kepada siswa tidak bersumber pada GBPP. Ini berarti bahwa pengajaran yang dilakukan guru di sekolah sudah menyimpang dari kurikulum yang sudah ditentukan.

Baca juga:
Memahami Secara Jelas Pengertian Kurikulum
Memahami Tujuan Program dalam Pembelajaran
Strategi Pelaksanaan Kurikulum
Materi atau Isi Porgram dalam Pembelajaran

Guru tidak berwenang membuat kurikulum sendiri sebab kurikulum sudah ada. Tugas guru hanya pelaksanaan kurikulum dan Pembina kurikulum. Memperkaya dibolehkan, sepanjang syarat minimal yang telah ditetapkan dipenuhi terlebih dahulu. Kesenjangan antara kurikulum yang telah ditetapkan dengan apa yang dilaksanakan guru bukan saja dinilai menyimpang, tetapi juga berarti mengurangi hasil pendidikan di sekolah. Ini bisa dicegah apabila guru selalu mengunakan GBPP sebagai pedoman mengajar di sekolah.